Chapter 9 of 38

08

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,083 words~6 min read

"Jangan menyerah karena masalah, semuanya ada jalan keluarnya karena Allah tidak mungkin menguji hambanya melebihi kemampuannya"

Garrensya Azkara Al-Ghifari

-----

Dua minggu kemudian

Pagi ini asya ingin memasakan makanan untuk garren, tetapi ia akan menyiapkan pakai garren terlebih dahulu. Asya sudah bisa menerima garren sebagai suaminya, asya pun sudah mencintai garren.

Key sudah kembali tetapi ia meminta dipindahkan asrama. Asya sudah mencoba untuk menjelaskan kepada key tetapi key tetap tidak memperdulikan asya. Key seperti menghindar dari asya.

Tetapi 3 hari lalu asya hampir dilecehkan saat pulang dari pasar, tetapi ada garren yang datang untuk menjemput asya. Asya trauma dan sekarang pun asya tidak dibolehkan keluar jika tidak bersama garren. Garren menjadi overprotektif dan posesif tetapi asya menyukainya. Dan asya sekarang lebih sering tinggal di ndalem untuk menemani suaminya

"Gus, ini bajunya udah asya siapin. Asya mau masak dulu" ucapnya berteriak agar garren mendengarnya dikamar mandi

"Iya makasih" jawabnya

"Assalamu'alaikum" ucap asya keluar kamar tetapi tidak didengar oleh garren

"Sya, jangan lupa nanti sisirin sama pakein dasi" ucap gareen berteriak tetapi tidak ada jawaban

"Assalamu'alaikum umaa" ucap asya memasuki dapur

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawab uma

"Uma mau masak apa hari ini?" Tanyanya

"Tumis kangkung, ikan dan ayam goreng aja ca nanti ditambahi sambal" jawab uma

Lalu diangguki asya dan asya mengambil kangkung, ikan dan ayam. Lalu sayur lainnya dibersihkan dan dimasukkan kulkas. Setelah itu asya ingin membantu masak jika bisa ia saja yang masak biar Uma istrirahat pikirnya.

"Asya aja yang masak Uma, Uma duduk manis aja ya" ucapnya

"Ndak papa sya, biar Uma saja" larang Uma

"Ndak papa Uma asya aja, Uma setiap hari udah masak gantian hari ini asya yang masak Yaa" ucapnya dengan memohon

"Yasud-" jawabnya terpotong oleh

"Assalamu'alaikum, aya datang untuk membantu memasaakk" uacpnya

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawab uma dan asya bersamaan

"Nah ini ada aya biar aya aja yang bantu asya, Uma duduk manis aja" ucapnya dengan senyum hangat

"Ide bagus tuh mbak" jawab aya lalu diangguki asya

Lalu asya memotong sayuran dan aya membuat bumbu untuk ikan dan ayam, lalu dimasak semuanya oleh asya. Setelah 30menitan asya sudah selesai memasak.

"Ini sudah selesai masaknya umaa" ucap Aya menunjukan makanan

Ting

"Nasi juga udah matang" ucapnya lagi

"Asyaa pamit ke atas dulu yaa mau panggil gus garren" ucapnya

"Iya Uma juga mau panggil abii" jawab uma

"Okey biar aya yang siapin" ucapnya lalu diacungi jempol oleh Uma dan asya

"Assalamu'alaikum" ucap Uma dan asya bersamaan

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu"

Ceklek

"Assalamu'alaikum Gus" ucapnya sembari menutup pintu

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawabnya lalu menyodorkan handuk beserta sisir. Asya yang peka langsung  diambil olehnya lalu mengeringkan rambut garren dan memijati kepalanya

"Kok jadi manja Gus?" Tanya asya

"Terserah saya, kamu kan istri saya" jawabnya menikmati pijatan asya

"Udah om-om gengsinya tinggi" ucapnya

"Gak gengsi tapi emang" jawabnya lagi

"Dasinya sekalian nggak" tanyanya

"Iya"

"Tunggu asya dulu gus asya mau ganti baju sekolah" ucapnya lalu diangguki garren

Setelah 10menit asya dikamar mandi ia keluar untuk mengambil hijab ganti.

"Ayo" ajaknya

"Sabar gus ini kurang hijab. gus tunggu bawah aja" jawabnya

"Gak saya mau bareng istri saya" ucapnya menunggu asya didepan pintu

"Terserah Gus deh" jawabnya

"Ayo Gus" ajaknya lalu garren mengandeng tangan asya

"Assalamu'alaikum, udah nungguin nih" ucap garren

"Abang lama tau nggak" ucap aya kesal

"Gak" jawabnya

"Udah gus, Gus mauu makan pake apa?"

"Ikan aja" jawabnya lalu diambilkan oleh asya dan makan bersama.

---

Waktu sudah menunjukkan pukul 12, asya sudah pulang karena tes, dan pulangg keasrama lebih awal. 1bulan lagi asya akan lulus.

Saat asya berjalan sendiri asya melihat key bersama teman sekamarnya. Asya berniat menyapanya

"Assalamu'alaikum key" ucapnya mendekati

"Walaikumsalam ning" bukan key yang menjawab tetapi teman sekamar key.

"Ayo, katanya mau ke perpustakaan" ajak key

"Kita duluan Ning, assalamu'alaikum" pamit teman key

"Walaikumsalam" jawabnya

"Ternyata key belum bisa terima aku istrinya gus garren" batinnya

Hati asya sakit karena temannya membencinya. Ia merasa bersalah walaupun bukan sepenuhnya salahnya karena ini takdir tetapi tetap key tidak bisa menerima asya bersama garren.

Asya tidak mau bersedih. Ia berniat untuk kendalem karena ingin mengunjungi garren karena Garren sudah ada dindalem.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucapnya memasuki ndalem

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawab uma

"Dikamar suamimu menangis sya" ucap Uma

"Kenapa nangis Uma?" Tanyanya

"Badannya panas, dia kalo Sakit manja sya. Tadi dia nyari kamuu" ucap Uma

"Yaudah asya kekamar dulu, Assalamu'alaikum" pamitnya panik

Ceklek

"Assalamu'alaikum gus" ucapnya

"Sakit sya sini" ucapnya lalu menepuk sebelah ranjang dan asya duduk diranjang lalu memegang kepala garren yang panas tetapi Garren. Asya ingin mengambil obat dan kompres untuk garren tetapi gareen langsung memeluknya dengan erat

"Jangan tinggalin arren ya" ucapnya dengan manja

"Enggak Gus ini mau ambil obat dulu sama kompres"

"Ndak boleh arren mau sama kamu teruss peluk arren terus nanti arren sembuh " ucapnya

"Enggak Gus, harus minum obat. Asya ambilin dulu ya" ucapnya

"Uma aja" ucapnya

"Yaaaa gimana manggilnya " tanya asya

"Ambilin hp aku" ucap garren lalu asya menyodorkannya

"Itu cari no uma terus suruh kesini bawa itu" ucapnya lagi

"Yaa peluknya dilepas dulu Gus" ucapnya kesal

"Nggak mau" ucapnya dengan gelengan lucu

Asya mengembuskan nafas kasar, ternyata garren menjanya melebihi bayi.

"Umaa ambilin kompresan sama obat buat arren. Aca Ndak boleh pergi harus sama arren" ucapnya lalu mematikan telfon secara sepihak

"Gus nggak boleh gitu bilang sama Umanya"

"Iya"

"Lepas dulu ya gus asya ganti baju dulu. Nanti peluk lagi" ucapnya

"Anji ya, 5 menit aja"

"Iyaa janji" asya bergegas mengambil gamis dan hijab lalu kekamar mandi

"Assalamu'alaikum "

"Walaikumsalam Uma, masuk aja nggak dikunci" ucapnya

"Asya kemana?" Tanya uma tidak melihat asya

"Lagi ganti baju" ucapnya

"Eh Uma, maaf ya ngerepotin Uma. Gus garren nggak mau ditinggal asya aja nggak boleh pergi" ucapnya lalu gareen memeluk asya lagi

"Garren emang gitu kalo sakit sya, umaa aja pusing  sama kelakuannya kalo sakit" ucap Uma

"Iya, nggak malu sama Uma Gus?" Tanyanya asya

"Nggak" jawabnya lalu bersembunyi didepan perut asya

"Uma keluar dulu ya, assalamu'alaikum" ucapnya keluar kamar

"Walaikumsalam" jawab asya

"Besok ada dedek bayi yang lucu diperut ini" ucapnya

"Minum obatnya dulu Gus!" Suruh asya

"Nanti" Jawabnya

"Terserah deh Gus asya capek sama Gus" jawabnya

"Aaaaa, iya minta maaf. mana obatnya" jawabnya dengan manjaa

"Nih"

"Minumin" jawabnya lalu hanya dijawab dengan hembusan nafas kesekian kalinya oleh asya. Asya memasukkan obat kedalam mulut garren lalu diambilkan minum.

"Maaciw yaa cantik" jawabnya

" Sama-sama, udah yuk tidur" ajak asya

"Kamu tidur tapi jangan ditinggalin" ucapnya berkaca-kaca

"Iya ayo tidur. Jangan lupa baca doa" jawabnya lalu hanya diangguki lucu oleh garren

Sangatlah manja pikirnyaa

-----

Kurang panjang nggak nih??

Tinggalin jejak di part ini yaa!!

Terimakasih semuanyaa💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!