Chapter 36 of 38

34-| end |

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,172 words~6 min read

Haii!!! Assalamu'alaikum

Kira' part apa ya inii??

Kepo ngga? Lanjut aja yuk!

Typo tandain!!!

-----

"Cinta kita abadi dan sehidup, semati"

Garrensya Azkara Al-Ghifari untuk Asyara Alhumaira.

---

Garren dan keluarganya dilarikan kerumah sakit terdekat. Garren mengalami cedera otak yang menyebabkan pembuluh darah disekitar otak pecah. Asya pun mengalami pendarahan yang cukup parah dan  harus dioperasi untuk menyelamatkan bayi yang ia kandung. Sedangkan anak-anaknya hanya luka-luka.

"Dengan keluarga ibu asya?" Tanyanya dokter yang bername tag Delia

"Saya orang tuanya sus" jawab bunda dan ayah asya cepat

"Baik. Ibu asya harus segera kita operasi untuk menyelamatkan bayi yang dikandungnya karena ibu asya mengalami pendarahan yang cukup parah." Jelas dokter

"Yaallah" ucap bunda asya dengan kaki melemas. Dengan sigap ayah asya menahannya.

"Lakukan yang terbaik untuk anak kami dok" jawabnya cepat

Delia menangguk. "Mari ikut saya untuk menandatangani perkasanya" ucapnya lalu diangguki nya.

Abi dan umma sertaa Aya pun datang dari belakang. "Yaallah kenapa?" Tanyanya umma melihat bunda asya yang lemas.

"Asya harus segera dioperasi untuk menyelamatkan bayi yang dikandungnya." Jawabnya

"Yaallah" ucapnya bersama an

"Yasudah silahkan diurus dulu kami tunggu disini" ucap Abi diangguki oleh ayah asya.

Setelah keluarganya datang asya pun segera dioperasi karena pihak rumah sakit menunggu persetujuan keluarganya.

"Keadaan Garren gimana bi?" Tanyanya uma dengan mata berkaca-kaca.

"Sabarr umaa kita tunggu Dokter keluar"

"Keluarga pasien atas nama Arkanza Atlanta Al-Ghifari, Fathaan Atharrazka Al-Ghifari dan Farzana Assyabiya Al-Humaira?" Tanyanya suster dan dengan dokter didepannya

"Saya nenek nya dok" jawabnya cepat

"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Aya

"Pasien hanya luka-luka, dan tidak terlalu parah. Hanya saja pasien belum sadarkan diri" jawab dokter bername tag Viny

"Apakah sudah boleh dijenguk dokter?" Tanya aya kembalii.

"Silahkan tetapi jangan terlalu lama. Biarkan pasien istirahat terlebih dahulu." Jawabnya dan diangguki dengan serempak. "Terimakasih dok"

"Sama-sama. Kami permisi terlebih dahulu" pamitnya lalu diangguki oleh mereka.

Keluarga garren masuk menemui anak-anak. Ternyata Farzana sudah siuman. "Nekk, kek, ante. dimana nda sama baba?" Tanyanya

"Bunda sama baba lagi ditangani dokter. Yang sabar ya sayang" ucap Uma dengan mengelus-elus rambut panjang zana.

"Bunda sama baba baik-baik aja kan?" Tanyanya lalu diangguki oleh Aya.

"Zana ada yang sakit ngga?" Tanyanya dan hanya dijawab oleh gelengan.

"Alhamdulillah" ucapnya serempak.

"Zana istirahat dulu yaa biar cepat pulih" ucap aabi lalu diangguki olehnya

---

Keluarga asya maupun garren sedang menunggu didepan IGD. Bunda dan umma saling menguatkan satu sama lain. Karena bagaimana pun ini musibah dan tidak ada yang ingin ada musibah seperti ini.

Didalam garren sedang ditangani dokter. Tiba-tiba alat disamping tempat tidur garren berbunyi yang menandakan hilangnya nyawa.

"Inalillahi wainailaihi rojingun"

"Tolong dicatat dan dikabarkan oleh keluarganya yang sus" ucap dokter lalu diangguki oleh suster tersebut.

Disisi lain pun asya sudah berhasil melahirkan yaitu 2 bayi perempuan dan 1 bayi laki-laki. Operasi berjalan dengan lancar tetapi asya tiba-tiba pendarahan.

Suster pun akan memberikan kabar untuk keluarganya.

Kedua suster tersebut keluar bersama.

"Keluarga pasien atas nama Garrensya Azkara Al-Ghifari dan Asyara Alhumaira?" Panggil suster tersebut. Keluarga keduanya dengan cepat menghampiri Suter tersebut.

"Bagaimana keadaan anak kami sus" tanya ayah asya.

"Ibu asya sudah melahirkan 3 bayi yang berjenis kelamin 2 perempuan dan 1 laki-laki. Tetapi ibu asya mengalami pendarahan." Ucap suster yang membantu menangani asya

"Maaf sebelumnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Allah menghendaki yang lain. Bapak Garrensya Azkara Al-Ghifari telah kembali kepada sang pencipta" jelas suter yang menangani garren.

"Yaallah" ucap umma melemas jatuh pingsan.

Setelah itu dokter tiba-tiba keluar mengabarkan jika detak jantungnya kembali.

"Maaf bapak ibu, detak jantung pak Garren kembalii normal" ucapnya Membuat semuanya lega.

"Alhamdulillah" ucapnya serempak.

"Apa boleh kami menjenguknya?" Tanyanya lalu diangguki oleh dokter.

Garren pun siuman. "A-asya?" Ucapnya mencari istrinya.

"Alhamdulillah garren sudah sadar." Ucap ayah asya.

"A-ku m-mau k-ketemu asya" ucapannya lalu dianggap oleh semuanyaa Uma, bunda, Aya pun menangiss melihat keadaan garren.

Abi izin terlebih dahulu dengan dokter. "Apakah anak saya bisa menemui istrinya?" Tanyanya.

"Boleh pak biar dibantu oleh suster." Jawab dokter tersebut

"Terimakasih." Ucapnya lalu diangguki.

Garren pun di pindahkan untuk bertemu dengan istrinya yang tercinta yaitu asya. Asya baru saja sadar.

Garren berjejeran dengan asya namun sedikit terhalang brank. "Garren ingin berdua dengan asya terlebih dahulu" izinnya kepada semuanya.

"Tetapi garren mau titip nama untuk anak garren. Yang pertama Areeba Assyarifa Al- Humaira. Areeba yang berarti suci dan baik hati. Assyarifa percaya diri dan Al- Humaira kemerah-merahan.

Yang kedua Arshaka Atharizz Al- Ghifari. Arshaka yang berarti bersyukur. Atharizz suci dan bersih. Al-Ghifari pengampun.

Yang ketiga Ameena Assyafia Al-Humaira. Ameena berarti taat beribadah. Assyafia kekuatan sang pencinta dan Al-Humaira kemerah-merahan." Ucapnya

"Nama yang bagus dengan arti yang bermakna semoga menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah" ucap Abi

"Amin"

Akhirnya asya dan garren ditinggal berdua di ruang itu.

"Mas"

"Sya" ucapnya bersamaan

"Mas dulu aja" ucapnya

"Kamu aja"

"Mas aja" ucapnya Membuat garren mengehelang nafas. Terdengar suara asya mau pun garren sedang menahan rasa sakit.

"Aku sudah tidak kuat" ucapnya.

"Aku juga mas" jawabnya.

"Pegang tangan aku. Kita baca syahadat" ucapnya

Asya pin melakukan apa yang disuruh oleh garren.

"Ikutin aku ya sayang. Kita bersama-sama menuju surga-nya Allah SWT."  Ucapnya asya pun hanya menangguk

"Asyhadu an la"

"Asyhadu an la"

"ilaha illallah,"

"ilaha illallah,"

"wa asyhadu anna"

"wa asyhadu anna"

"muhammadar rasulullah."

"muhammadar rasulullah."

Perlahan-lahan mata pun tertutup, genggaman yang erat pun jatuh, bibir pun pucat, senyum pun terpancarkan.

Diluar Aya merasakan ada yang aneh. Ia berniat mengecek keadaan kakaknya.

Ceklek

Aya tersenyum terapi senyum pun luntur saat melihat mereka bergengaman tangan. Senyuman pun berubah menjadi tangisan. Aya berlari keluar untuk memanggil dokter untuk mengecek kakaknya.

"Tolong kakak saya dokk!!!" Ucapnya berteriak. Sementara keluarganya sedang melihat bayi yang dilahirkan asya pun menoleh karena teriakan Aya.

Dokter langsung mengecek keadaan keduanya. Tangisan aya pecah dipelukan abinya. Dokter pun keluar.

"Mohon maaf sebesar-besarnya kami tidak bisa menyelamatkan ibu asya maupun bapak garren. Allah lebih menyayanginya." Ucap dokter tersebut.

Tangis semuanya pecah. Rasa bahagia hancur menjadi kesedihan. Tidak ada yang menyangka maupun menginginkan ini tetapi ini adalah kehendaknya.

Dibalik pintu ada seorang bocah yang mendengarnya. Pelupuk mata bocah itu mengeluarkan air mata. Bocah itu adalah Eza anak dari garren dan asya. Eza bisa merasakan apa yang dirasakan keluarganya saat ini.

Rasa semangatnya seketika hancur dan menjadi trauma besar. "Nda, baba. Abang janji buat jagain adek-adek disini. Abang janji bakal bikin adek bahagia. Abang janji bagaimana pun caranya Abang akan berusaha untuk adek tercukupi kasih sayang. Tolong bantu Abang dari atas sana ya nda, ba. Kuatkan Abang ndaa." Ucapnya. Eza memang belum terlalu besar tetapi Eza mempunyai pikiran yang jenius melebihi anak-anak seusianya.

"Eza tau setiap ada badai setelahnya akan ada pelangi. Eza janji bakal kuat. Eza akan buat nda, sama baba Bangga diatas sanaa. " Ucapnya dengan menghapus jejak air mata dipipinya.

Siang ini asya dan garren dibawa pulang. Setelah itu mereka mengantarkan Keluang lahat. Asya dan garren menjadi satu liang lahat.

Selesai.

-----

Ga nyangka udah end aja huhu:(

Sedih sih tapi gapapa buat lagi yuuk!

Ada yg mau request aku bikin cerita apa ga? Komen yuk!

Terimakasih semuanya yang udah support dari awal sampe akhirr hihi. Aku terima kritik dan sarannya karena menjadi pelajaran yang berharga.

Terimakasih, sampai jumpa di cerita berikutnya!!💐

Babayyy

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!