Chapter 35 of 38

33

JALUR LANGIT SANG GUS |end|960 words~5 min read

Assalamu'alaikum

Maaf yaa kemarin sibuk banget jadi belum bisa up🙏🏻

Gimana kabarnya nih?

Jan pada kabur yaw!

Okeoke yuk lanjut

Typo tandain!!!

-----

"Bersyukurlah, karena harta tidak membuat kita bahagia tetapi orang bersyukurlah yang akan bahagia."

Garrensya Azkara Al-Ghifari

---

Asya hari ini sangat senang karena ia akan membuatkan anaknya dan suaminya bekal. Walaupun asya sudah sering membuat bekal untuk suaminya dan anaknya tetapi hari ini sangat berbeda buatnya.

Setiap hari asya selalu dibuat rebutan. "Nda sabuk Abang kemana?" Tanyanya

"Sayangg, benerin dasi mas!" Ucapnya

"Kesini dulu yang" ucapnya lagi

"Nda ini gimana Abang sekolahh kalo ga ada sabuknya?!" Teriak Abang tidak mau kalah dengan ayahnya.

"Baba dulu bang" ucap garren berteriak

"Abang dulu Ba!!!" Teriak nya

Asya pun pusing hanya geleng-geleng kepala. asya hanya takut si twins terbangun padahal pekerjaan asya belum selesai. Asya mendekati anaknya terlebih dahulu dan mengambilkan sabuk berada di lemari kecil.

"Makannya dicari dulu nak" ucap asya. Eza pun tersenyum dengan rasa bersalah.

"Maaf ya nda" ucapnya. Asya pun menangguk "gapapa sayang, besok lagi gaus-" ucapan asya terpotong oleh teriakan garren.

"Sayangg cepett!!!"

"Yaudahh nda mau kekamar dulu yaa" ucapnya lalu diangguki nya.

"Sabar mas" ucapnya

Asya masuk ke kamar, garren langsung memberikan dasi dan heidrayer.

Asya dengan telaten melakukan nya. Asya pun sedikit memijat-mijat kepala garren. "Baik banget istri akuu" ucapnya dengan genit.

Asya memutar bola matanya malas. Tiba-tiba garren merasakan mual. "Huek huek" garren langsung berlari kekamar mandi

"Kenapa mas?" Ucapannya lalu menyusul garren kekamar mandi.

Garren hanya memuntahkan cairan bening. "Kedokteran aja ya mas? Gausah ngajar dulu" ucap asya.

Garren melotot dan menggeleng. Karena ia takut jarum suntik. " Nda mau yang" ucapnya lalu memeluk asya seperti anak kecil.

Asya tertawa melihat tingkah garren. "Engga di suntik mas, gapapaa ya aku panggilan dokter?" Tanyanya

"Kamu tapi temenin ya? Kalo ada jarum suntik suruh dokternya nyuntik dirinya sendiri aja aku gamau disuntik" ucapnya Membuat asya tertawa kembalii

"Jangan ketawa ihh" ucapnya asya pun mencoba menghentikan tawanya. "Enggak sayang enggak" jawabnya

"Yaudahh istirahat gih aku mau siapin sarapan buat Abang ya" pamitnya

"Jangan lama-lama yang" jawabnya

"Engga mas" jawabnya lalu diangguki garren.

---

Dimeja makan asyaa sedang menyiapkan nasi goreng ayam untuk Eza. " Makasih ndq" ucapnya

"Sama-sama sayang" jawabnya lalu mengelus-elus rambut anak nya.

"Bekalnya disini ya bang, bunda mau cek adek dulu. Berangkat bareng pak Andi soalnya baba sakit" ucapnya

"Baba sakit apa nda?" Tanyanya

"Cuma kecapean sayang, nah Abang jangan sampe kecapean yaa. Harus sehat, harus bisa jaga adik-adik Abang" ucapnya

"Siap laksanakan nda" jawabnya

---

Dokter Denial yang dipanggil oleh Asya pun sudah datang. Asya tidak diperbolehkan pergi oleh garren. Garren hanya ingin asya selaluu disampingnya.

Garren terus menggenggam tangan asya. Asya hanya pasrah di samping garren.

"Gimana keadaan suami saya dok?" Tanyanya

"Pak Garren tidak apa-apa Bu. Hanya saja pak Garren mengalami Sindrom couvade yang dialami para pria menjadi salah satu dampak adanya perubahan hormon pada para pria. Meningkatnya hormon prolaktin dan kortisol menyebabkan para pria mengalami gejala morning sickness seperti yang dialami oleh ibu hamil." Jelasnya membukaan asya mengangguk-angguk.

"Saya siapkan resepnya ya Bu, nanti ditebus saja di apotek dekat sini" sarannya

"Iya pak" jawabnya. Setelah ituu Daniel berpamitan kepada asya dan garren setelah memberikan serep obat.

"Yasudah saya pamit. pak, bu" ucap Daniel lalu dijawab anggukan oleh asya dan garren.

"Terimakasih" ucap asya dan garren bersamaan.

"Sama-sama, assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam.

---

7 bulan kemudian...

Waktu liburan akhir tahun sudah tiba. Asya dan garren berniat mengajak anak-anak untuk berlibur ke salah satu pantai didaerahnya. Garren tidak mau jauh-jauh karena kehamilan asya pun sudah semakin tua.

"Yeyy liburan" ucap Athan

"Yeyy" sambung zana

"Senengnya anak-anak nda mau liburan" ucapnya

"Jelas dong nda, Abang udah nunggu ini dari lamaa loh" jawabnya dengan antusiasnya.

"Oh ya? Maafin baba ya aayangg baba terlalu sibuk" ucap garren merasa bersalah.

"Nggak papa ba, lagian baba cari uang buat kita kok. Sekarang juga kita bisa liburan" ucapnya

"Masyaallah pinternyaa anak kita ua mas" ucapnya melirik garren

"Iyaa sayangf" jawabnya dengan mengelus-elus pipi asya yang terbalut cadar.

---

13.56

Keluarga garren sudah tiba di pantai. Eza, Athan dan zana sedang bermain pasir yang ada didekat pantai, awalnya asya tidak memperbolehkannya tetapi garren akan mengawasi nya dan akhirnya asya pun membolehkan.

Asya melihat anaknya tertawa lepas sangat bahagia. Ia sembari memakan bakso. Asya tidak ingin mendekat kelaut, biarkan ia melihat kebagian yang dirasakan buah hatinya.

"Masyaallah, terimakasih yaaallah telah menciptakan makluk seperti mas garren dan buah hati yang Soleh dan Solehah. Terimakasih telah memberikan kami kembali kepercayaan. Semoga hamba selalu bisa melihat seperti ini hingga hamba tua nanti yaallah" batin asya.

---

17.00

Keluarga kecil asya dan garren sedang menunggu sunset dipinggir pantai. Baru saja mereka selesai bermain pasir dan air laut. Asya dan garren berniat untuk pulang setelah shalat magrib.

Adzan magrib sudah berkumandang. Asya dan garren mengajak anak-anak untuk sholat terlebih dahulu lalu makan dan kembali kerumah.

Garren mengajak anak-anak untuk makan didekat pantai. Setelah selesai mereka pun pulang.

"Gimana seneng semuanya?" Tanyanya asya

"Seneng banget nda, besok harus kaya gini lagi yaa'" ucap eza bersemangat

"Iya ndaa" sambung athan dan zana.

"Iya insyaallah sayang" jawabnya

"Baba seneng kalo kalian seneng" jawabnya sedikit menengok kebelakang.

BRAK

"AAAAA" teriak zana, Athan dan eza

Tiba-tiba ada truk yang hilang kendali didepan garren. Garren pun membanting stir hingga menabrak pembatas jalan.

Garren dan asya berzikir terus dan bedoa. Bibir garren terus terucap hingga ia pingsan. Asya sudah tidak berdaya karena terkena pecahan kaca.

"B-ba-ba, n-nda" ucap Eza dan akhirnya ia pun pingsan.

Setelah itu banyak orang yang mencoba mengeluarkan garren dan asya serta anak-anaknya dari mobil karena mobil itu akan meledak.

Semuanya dilarikan kerumah sakit terdekat. Keadaan asya sangat parah. Bayi yang dikandung asya pun harus segera diselamatkan.

-----

Sengini dulu yaww, maapin baru upp.

Menurut kalian gmn part setelah ini??

Yuukk janlupaa vote and comment bestie!!

Terimakasih semuanya💐.

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!