Chapter 31 of 38

29

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,330 words~7 min read

Haii assalamu'alaikum...

Uda bbrp hri ga up soalnya sibukk bgttt.

Apaaa kabarr nii??

Spam komen yuu!!

Typo tandain bestiee.

---

"Bersabarlah allah pasti memiliki rencana yang lebih indah."

Garrensya Azkara Al-Ghifari

---

Pagi ini asya terbangun karena tangisan baby twins. Ia melirik jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Asya segera mengambil botol yang berisikan asi dan meminumkannya kepada baby-nya. Setelah menunggu beberapa lama agar twins tertidur baru la asya pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih lalu shalat.

Garren terbangun dari tidurnya ia melihat asya yang ingin mandi. Garren mengambil twins dari box dan ia tidurkan diranjang. Sudah seminggu garren mengambil cuti hari ini ia akan mengajar lagi. Garren menjahili twins dengan menganggu tidurnya.

Asya baru saja keluar setelah mandi. Ia melihat suaminya menganggu twins tidur. " Jangan diganggu mas! Biarin tidur dulu. Gih mandi terus sholat." Ucap Asya tetapi hanya dijawab dengan lirikan.

Ceklek

"Ndaa, baa" eza terlihat dibalik pintu dengan muka tidurnya yang sangat menggemaskan. Eza pun lari mendekati bundanya dan memeluk kaki bundanya.

"Kenapa sayang? Kok udah bangun masih pagi bangett loh" ucapnya asya lalu jongkok menyamakan tingginya dengan Eza.

"Eza mau ikut cholat nda sama baba" ucapnya.

"Yaudah eza sekarang cuci muka terus wudhu sana baba ya" ucap asya dengan mengacak-acak rambut eza. Lalu diangguki Eza dan membuntuti garren yang ingin kekamar mandi.

Asya pun menyiapkan 3 sajadah, sarung kecil dan sarung besar serta mukena untuknya. Asya mengambil bantal dan guling untuk membuat batas agar twins tidak terjatuh. Lalu mereka shalat berjamaah.

---

Asya kerepotan untuk mengurus 3 bayi jadi garren berniat untuk membawa asya kerumah umanya. Minggu depan pun asya sudah harus kuliah. Mereka sudah berada diperjalanan ke rumah umanya.

"Minggu depan uda ngampus?" Tanya garren melirik asya kebelakang.

"Iya mas, twins dititipin Uma sama bunda?" Ucap asya membalik tanya kepada Garren.

"Mas binggung sya. Twins sama Eza masih terlalu kecil untuk ditinggal bundanya." Ucap garren sangat berhati-hati agar tidak menyakiti perasaan asya.

"Iya sih asya juga mikir gitu. Atau asya pending dulu ya kuliahnya?" Tanyanya lagi.

"Emangnya gak papa yang? Kamu pengen banget kan kuliah?" Ucap garren balik tanya.

"Iyaa sii, tapi mau gimana mas asya juga binggung" jawabnya membuat garren mengehelang nafas panjang.

"Yaudahh pending dulu aja, klo baby uda 2bulan aja" ucapnya lalu diangguki asya.

---

"Assalamu'alaikum" ucapnya dengan memasuki ndalem

"Walaikumsalam" jawab uma dari dapur

"Owalah cucu uma sudah datang. Dibawa kekamar aja yaa" ucap uma lagi dengan mengambil athaan dari gendongan garren. Lalu diangguki asya.

Garren dan eza menunggu diruang tamu. Garren ikut bermain mobil-mobilan dengan Eza. "Ngengg... ngengg" ucap eza menirukan suara motor membuat garren tertawa dan mengelus-elus rambut Eza.

"Assalamu'alaikum" ucap abu dari luar.

"Walaikumsalam" jawab garren

"Walaikumsalam, kakekk!" Jawab eza lalu lari memeluk kakeknya.

"Eza kangenn kakek" ucapnya lalu digendong oleh kakeknya.

"Kakek juga sayang" jawabnya

"Belum berangkat ren?" Tanya Abi.

"Belum bi, habis ini" ucapnya.

Asya datang membawa sebuah teh untuk suaminya dan Abi karena didapur saat asya membuat teh terdengar suara Abi.

"Ini minumnya mas, bi" ucapnya.

"Terimakasih nduk" ucap Abi lalu diangguki asya dan kembali kedapur untuk membalikan nampan.

"Kakek! Eza pengen lihat-lihat disini ada apa aja" ucapnya memberitahu dan mengajak.

Abi yang sedang meminum teh lalu setelah di minum menjawab ajakan Eza. "Ayo! Cucu kakek mau keliling?" Tanyanya lalu diangguki Eza.

"Yasudah ayo!" Ucap Abi.

"Duluan ren, assalamu'alaikum" ucap Abi lalu eza pun mengikuti ucapan salam.

"Walaikumsalam" jawabnya.

Asya pun datang dengan membawa tas suaminya. "Eza sama Abi kemana mas?" Tanyanya.

"Lagi keliling-keliling pesantren" jawabnya dengan mengembalikan gelas teh ke tempatnya.

"Lah twins?" Tanya garren.

"Lagi tidur dijagain Uma"  jawab asya dan garren hanya mengangguk lalu berdiri dari duduknya. Garren mendekati asya membuat kening asya mengerut. "Pakein dasinya yang" ucapnya manja lalu asya pun membenarkan dasi garren dengan telaten.

Garren tiba-tiba mencium kening asya. Asya pun kaget lalu menghentikan tangannya yang sedang membenarkan dasi garren. "Kebiasaan!" Ucapnya kesal lalu asya melangkahkan kakinya untuk pergi karena ia menahan salting.

Garren menarik tangan asya lalu asya masuk kepelukannya. "Nggak usah malu sayang. Dapet pahala loh. Kenapa masih malu? Kan mas udah sering nyium kamuu. Mas itu candu nyium kamu, mas suka aroma parfum kamu zawjati" ucapnya membuat asya semakin salting dan asya menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya. Garren pun mengelus-elus dan menciumi kepala asya yang terbalut hijab.

"Astaghfirullah!" Ucap aya dari depan lalu menundukkan pandangannya.

Garren dan asya langsung menengok kesumber suara. "Kalo mau uwuwuan jangan disinii! Mata aya udahh nggak sucii huaa" ucapnya lagi lalu diakhiri dengan tangisan.

Asya pun hanya menunduk malu sedangkan garren hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.

---

Pukul 2 siang asya sudah kembali kerumah karena ia tidak mau merepotkan Umanya untuk menginap. Garren pun sudah pulang. Karena anak-anak sedang beristirahat, mereka tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk berdua dengan menonton film Upin dan Ipin yang sangat disukai oleh asya.

Asya duduk disofa dan disampingnya ada sang suami yaitu garren. Asya menyenderkan kepalanya kebahi garren. Asya berfikir mengapa garren sangat sabar menghadapi nya dan tidak pernah kasar ?. Ia berniat untuk bertanya kepada suaminya

"Mengapa mas selalu sabar menghadapi asya dan tidak pernah kasar sama asya?" Tanyanya lalu garren pun tersenyum mendengar hal tersebut.

" Dalam Islam itu tidak boleh untuk membentak ataupun mengkasari istrinya. Islam juga menganggap bahwa bentakan dengan niat buruk adalah perbuatan yang zalim. Apabila suami melakukan hal ini pada sang istri, maka dia telah melakukan dosa yang amat besar, dan tubuhnya tidak lagi diharamkan dari api neraka." Ucapnya lalu menjeda ucapannya.

"Seyogyanya sebagai kepala keluarga, suami harus bisa bersikap bijaksana. Namun apabila tujuan dari bentakannya sebagai peringatan atau bentuk didikan suami kepada istri, hal tersebut diperbolehkan asal seusai pada prinsip syariat Islam. Suami harus memiliki batasan ketika ingin menyadarkan istrinya, apabila ia berbuat salah. Allah SWT menunjukkan jalan penyelasaian konflik keluarga dalam QS. An-Nisa Ayat 34, yang berbunyi"

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

" Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar." ucapnya membuat asya semakin kagum dengan suaminya.

"Masyaallah suaminya siapa sih Sholeh banget?" Tanyanya

"Suaminya asyara Alhumaira dong" jawabnya dengan pede.

"Mas mau ingetin yaa, jangan pernah jadiin Eza, fathaan dan Farzana sebagai beban. Rasulullah SAW bersabda pada hadits tentang orang tua yang menelantarkan anaknya,

“seseorang dikatakan telah cukup berbuat dosa bilamana menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya,” (H.R. Abu Daud dan Nasa’i).

Orang tua tidak boleh memperlakukan anak seenaknya, begitu pula sebaliknya. Menjadi orang tua adalah petualangan seumur hidup. Segala kebutuhan anak mulai dari akidah, kasih sayang, spiritual, makanan, pendidikan, dan lain segalanya adalah kewajiban orang tua terhadap anaknya." ucap garren membuat asya meneteskan air mata.

"Maaf yaallah maafkan hambamu ini. Asya nyesel banget. Asya khilaf yaallah" ucapnya dengan tangisan.

"Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya dia-lah yang maha pengampun lagi maha penyayang. Shalat taubat saja ya sayang" ucapnya lalu menghapus air mata asya.

"Iya mas mau sholat taubat aja" jawabnya.

"Ay-" ucapan garren terpotong Karena terdengar suara tangisan bayi.

"Hiks hiks oek!"

"Mas kamu cek dulu aku mau sholat " ucapnya lalu diangguki garren. Garren berlari kelantai dua untuk mengecek anak-anaknya. Garren mengambilkan susu untuk zana lalu menggendongnya.

"Abang kebangun karena dede nangis ya?" Tanyanya lalu diangguki oleh eza dengan muka tidurnya yang sangat lucu.

-----

Segini duluu. Bantuu ramein yuu biar aku semangat upnyaa.

Maafin belum bisa panjang-panjang.

Gimana kalo cerita ini end? Setuju ngga? Comment ya!

Sad end or happy end? Comment!!

Janlupaa vote and comment.

Terimakasih semuanya 💐

See youu man temann.

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!