"senja sangatlah cantik tetapi bidadarinya garren lebih cantik"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Asya sudah meminta izin kepada bunda agar baby Eza tidur bersamanya bunda pun menyetujuinyaa. Asya merasa lega karena bunda menyetujuinya jika tidak garren akan mereog kepadanya.
Setelah itu mereka tidur hingga pagi.
---
7.53
Keluarga asya sedang berkumpul untuk sarapan. Mereka sarapan dengan tenang tiba-tiba ada getaran masuk dari ponsel garren yang menandakan ada panggilan masuk.
Dret
Dret
Garren mengambilnya lalu izin untuk mengangkat telepon terlebih dahulu. "Bunda, ayah, sya. Garren izin angkat telepon dulu ya" ucapnya lalu diangguki.
Garren sedikit menjauh dan mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum ren. Uma mau minta tolong" ucap uma di sebrang sana.
"Walaikumsalam uma, minta tolong apa?" Tanyanya
"Ini abi sakit nah pagi ini ada jadwal kajian. Kamu yang ganti in ya? Abi demam dari tadi malam" ucap Uma
"Insyaallah garren bisa Uma. Dimana kajiannya?" Jawabnya dengan senang hati karena sudah lama ia tidak mengisi kajian.
"Di bogor, acaranya jam setengah 10 Ren" ucap Uma lalu diangguki garren
"Iya uma nanti insyaallah garren yang ganti in" jawabnya membuat hati uma lega
"Yaudah ren, makasih ya. Assalamu'alaikum" Ucapnya
"Walaikumsalam"
Garren pun kembali ke meja makan dan ditanya oleh asya. " Kenapa mas?" Tanyanya
"Ini Abi sakit terus ada jadwal kajian dan uma nyuruh aku ganti in" jawabnya lalu diangguki asya.
"Dimana ren? Jam berapa" Tanya ayah
"Di bogor yah, jam setengah sepuluh garren berangkat jam setengah sembilan" jawabnya lalu diangguki nya
"Asya sama eza ikut?" Tanya bunda melihat asya lalu dianggukinya.
"Yaudahh kalo gitu kamu siap-siap dulu sana" ucap bunda karena makan asya pun sudah habis.
"Siap bunda" jawabnya lalu menuju kamar.
Ia menyiapkan baju untuk garren, baby Eza, dan ia. Asya mengantikan baju baby Eza terlebih dahulu. Lalu menyiapkan asi agar baby Eza anteng. Garren masuk dan bergantian baju.
Ootdnya ni
Setelah itu mereka berangkat menuju Bogor.
---
Mereka telah sampai. asya memilih duduk dibawah seperti yang lain sedangkan garren mengisi di panggung. Garren mengisi dengan tema bersabar dan bersyukur.
Sedangkan baby Eza masih tertidur di gendong asya. Asya mendengarkan suaminya berbicara didepan dengan merasa bangga walaupun garren memiliki sifat manja yang sangat besar tetapi saat di acara penting dia sangat siap.
Disamping asya banyak ibu-ibu yang membicarakan garren. Banyak juga yang mengidamkan garren menjadi menantunya padahal jelas-jelas garren sudah menikah.
"Masyaallah sekali ya gus garren seperti abinya" ucap salah satu ibu-ibu tersebut
"Cocok jadi menantu saya ini mah" ucap ibu-ibu yang berada disamping ibu-ibu yang baru saja berucap.
"Pasti mau jelas-jelas anak saya cantik cocok sama gus garren yang gantengg pinter agama" ucap ibu-ibu itu lagi
"Itu suami asya sama babanya anak asya loh kok malah di jodohin ke anak ibu-ibu itu sih? Ngeselin" batinnya sembari melirik ibu-ibu tersebut.
Sudah waktunya sesi pertanyaan. Ada salah satu ibu-ibu dengan abaya marron dan hijab yang senada bertanya kepada garren.
"Assalamu'alaikum Gus, saya ingin bertanya apakah Gus ini sudah mempunyai calon?" Tanya ibu-ibu tersebut.
"Walaikumsalam Bu, pertanyaannya kok sampai situ yaa?" Ucap garren dengan nada candaan.
"Saya sudah mempunyai istri Bu. Kebetulan kami sudah 1tahun menikah, itu yang menggunakan abaya hitam dengan hijab dan cadar yang berwarna sama dan menggendong bayi laki-laki" ucapnya lalu
Semua mata tertuju kepada asya. Asya menunduk karena malu. "Kenapa mas garren malah memperkenalkan aku si? Aku malu Hua bunda " batinnya
Banyak ibu-ibu yang berbisik-bisik melihat asya. Asya tidak memperdulikannya. Tiba-tiba Eza bangun dan menangis.
Oek!
Oek!
"Baby Eza kenapa zawjati?" Tanyanya mendengar suara tangisan. Garren sangat hafal tangisan baby Eza
Asya segera mengambil susu yang berada disampingnya dan diminumkan kepada baby Eza. Garren tau jika asya tidak nyaman jika dilihat oleh banyak orang lalu garren pun melanjutkan kajian hingga selesai.
---
13.41
Mereka sudah sampai rumah. Asya tidak ingat jika hari ini adalah hari ulang tahunnya. Garren sudah berkerjasama dengan Uma dan ibunda asya.
Asya masih kesal dengan garren karena tadi. Garren pun hanya diam untuk menjalankan rencananya.
Asya kekamar untuk berganti baju. Garren pun menyiapkan kadonya. Semua keluarga sudah datang. Kamar kosong pun sudah didekor oleh suruhnya garren.
Keluarga sudah berkumpul dikamar. Asya keluar kamar mencari garren dengan menggendong baby Eza. "Mas" ucapnya turun dari tangga. Garren memantaunya dari cctv yang berada dihpnya.
"Mas garren" Ucapnya mengecek kedapur tetapi nihil tidak ada garren.
Ia keruang tamu pun tidak ada. Asya menuju ke kamar kosong di lantai 1.
Ceklek
Lampu dihidupkan oleh asya dan semua orang terlihat disana dengan senyuman. "Happy birthday zawjatikuu" ucap garren mengambil eza dari gendongan asya.
"Happy birthday mbak" ucap Aya
"Selamat hari kelahiran aca" ucap uma dan Abi
"Selamat hari kelahiran putri cantik bunda" ucap bunda memeluk asya lalu melepaskannya.
"Happy birthday princess nya ayah yang ke 19" ucap ayah lalu memeluk asya.
Setelah itu asya masuk ke pelukan garren dan menangis haru. "Jangan nangis Humaira, tidak malu kamu?" Tanyanya diakhiri dengan nada mengejek
"Ihh" jawab asya kesal.
"Kalian kok inget sih? Asya aja lupa kalo asya hari ini ulang tahun. Aaaa makasih semuanya asya bersyukur banget sama Allah didatengin orang-orang yang baik dan sayang sama asya" ucapnya membuat semuanyaa tersenyum.
"Yuk potong kuenya!" Ucap bunda dengan semangat.
"Yukk" ucap semuanya serempak.
"Sebelumnya foto dulu yuk" ucapnya lalu foto bersama-sama dan garren foto dengan keluarga kecilnya.
Asya memotong kue tersebut dan menyuapkan kepada garren. "Bismillahirrahmanirrahim" ucapnya lalu asya menyuapkan sepotong kue.
Dan asya menyuapi semua keluarganya.
"Mas ada hadiah untuk kamu sayang" ucapnya dengan menggandeng asya keluar kamar. Di depan rumah ada 2 mobil Civic type-r yang sangat diidam-idamkan oleh asya.
Yang 1 warna merah tp kgk bisa di up. Jadi maap yawðð».
Garren menyodorkan kunci mobil tersebut kepada Asya. "Ini beneran buat asya?" Tanyanya diangguki garren.
"Mas ini nggak kemahalan emang? Ini juga 2 kebanyakan. Sayang uangnya" ucapnya
"Enggak sayang, Semuanya untuk kamu. Uang bisa dicari lagi sayang. Yang satu buat aku dan satu buat kamu. Kamu boleh pilih mau pake yang mana, setiap hari tukeran juga nggak papa" jawabnya lalu asya memeluknya dan garren pun mencium puncak kepala asya.
"Terimakasih mas. Asya beruntung punya suami sebaik mas garren." Ucapnya tersenyum melihat garren
"Alhamdulillah sayang" jawabnya lalu mereka kembali berpelukan.
-----
Maapin besti klo lama up-nya, soalnya banyak tugas hhehe.
Gimana dipart ini? Komen!
Siapa yang pengen jadi asya? Komen!
Janlup besti untuk vote dan comment yaww!!
Terimakasih semuanyað
Babayy bestii!!!ð¤
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!