"walaupun sangat sederhana tetapi sangatlah bahagia"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Setelah dari rumah sakit mereka langsung pulang. Garren sudah dibolehkan ber aktivitas seperti biasa Minggu depan. Asya sangat lahh senang mendengar itu.
Baby Eza tertidur diperjalanan. Mereka kendalem terlebih dahulu, mereka berencana untuk tidur dindalem 1 malam dan besoknya tidur di rumah ibunda asya.
Asya sudah membersihkan diri, sedangkan garren sedang zoom. Asya membangunkan baby za untuk minum susu dan mandi.
"sayangg bangun yuk mandi terus minum susu" ucap asya mengelus-elus kepala eza
Eza hanya bergerak sedikit tetapi masih tertidur. "Utututuu anak nda, yukk bangun sayang" ucapnya lagii ditelingan Eza dengan lirih.
Eza pun membuka mata ingin menangis. Asya segera membopongnya dan memberikannya susu. Setelah itu ia menyiapkan baju karena habis ini Eza akan mandi.
Baju tidur ezaa niee
Garren sudah selesai zoom ia akan membantu asya memandikan baby Eza.
"Aku aja sayangku" ucapnya mengambil baby Eza dari gendongan asya.
"Yaudah mas" jawabnya lalu ia menyiapkan baju garren karena tidak mungkin Garren tidak ikut mandi.
Asya mengambil kaos hitam dan sarung hitam polos untuk garren. Setelah itu ia membersihkan kamar Garren yang sedikit berdebu karena sudah hampir beberapa bulan tidak dipakai walaupun 1 bulan sekali ada yg membersihkan.
---
Malam ini asya ingin membantu uma masak tetapi baby Eza sangatlah rewel ia hanya mau digendong undanya tidak mau dengan babanya. Ia tidak enak dengan uma karena tidak membantu masak.
Mereka turun dengan baby eza digendong asya. Garren mempersilahkan asya duduk dan ia mengambil makanan. Ia berniat makan sepiring berdua karena baby Eza digendong.
"Maaf ya Uma, asya Ndak bisa bantu soalnya eza rewel nggak mau ditiduri nggak mau juga digendong mas garren" ucapnya merasa bersalah.
Uma hanya terkekeh. "Ndak apa-apa nduk, mungkin baby za sama kaya babanya manja" ucap uma membuat tertawa semua yang berada dimeja makan.
"Ya gapapa yang penting cuma sama uma dan asya dong" jawab garren tidak terima
"Iya mas, tapi kalo diluar cuek kalo didalem keluarga cengeng, manjanya juga melebihi bayi" ucap aya dengan nada sedikit mengejek
"Awa-" ucap garren dipotong oleh asya
"Udah mas! Kaya anak kecil aja" ucap asya
"Emang anak kecil" ucap Abi
"Terserah" jawab garren
"Merajuk lah tu" ucap aya dengan bahasa Malaysia
"Udah yuk makan" ucap Uma melerai.
Abi pun memimpin doa. Dan mereka makan bersama. "Enak nggak yang sawinya? Tanya garren
"Enak" jawabnya karena garren tidak terlalu suka sayuran.
"Oh" jawabnya
"Tak kira mas mau coba loh ternyata tanya doang" ucap asya menyindir seperti ibu-ibu tetangga
"AP-"
"Mas!" Tegur asya garren langsung duduk kembali dan menunduk
"Udah makan nggak boleh sambil bicara" ucap Abi lalu mereka menyelesaikan makan tanpa obrolan.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucap seseorang dibalik pintu utama
"Walaikumsalam" jawab mereka serempak
"Siapa ya?" Ucap Uma
"Ndak tau to Uma, bukain aja" ucap Abi lalu diangguki Uma.
"Walaikumsalam, eh Mbak Lia? Miila? Mas Ridwan? Apa kabar?" ucap uma didengar oleh asya dan garren dibelakang lalu mereka keluar.
"Masyaallah jodohku" batin miila.
"Mari duduk" ucap Abi
Mereka semua duduk. "Ada apa wan datang malam-malam seperti ini? Tidak mengabarkan juga kan bisa saya jemput" ucap abi
"Tidak apa-apa Ali, hanya bersilahturahmi. Dan miila ingin membantu mengajar disini apakah boleh?" Tanya Ridwan
"Tentu, boleh sekalii. Kalian menginap terlebih dahulu saja karena sudah malam tidak mungkin kan kalian bogor-bandung bolak-balik" ucap Abi
"Terimakasih, maaf sekali menganggu dan merepotkan" ucapnya membuat Abi terkekeh.
"Tidak sama sekali wan" jawabnya.
"Eh iya aya buatkan teh ya?" Ucap Uma.
"Sama asya ya Uma biar baby eza sama mas garren" ucap asya lalu diangguki Uma dan menyerahkan baby eza kegendongan garren.
"Siapa wanita itu? Dan bayi itu? Bukankah Gus garren tidak memiliki kakak dan hanya memiliki satu adik perempuan?" Batinnya melihat asya.
Asya dan aya membuat minum tetapi masih terdengar samar-samar obrolan Mereka.
"Li, apakah jadi kita jodohkan miila dengan Garren?" Ucap Ridwan membuat garren dan asya tersentak kaget.
Deg
"Mbak nggak papa?" Tanya aya karena ia juga mendengar obrolan didepan.
Asya tersenyum sendu menahan tangisan. "Nggak papa kok"
"Dan tadi itu perempuan siapa? Bukankah garren hanua mempunyai adik perempuan aya saja? Bayi itu?" Tanya lia penasaran.
Asya dan aya datang membawa minuman. "Silahkan diminum" ucap Asya dengan ramah walaupun hatinya sakit
Uma tersenyum dan Abi akan menjelaskan semuanya. "Maaf sebelumya wan, dia yang duduk disamping garren adalah asya istri sha dari garren. Mereka menikah sudah mampir 1tahun. Dan bayi itu adalah anak dari asya dan garren." Ucap abi halus karena tak enak hati.
Deg
Miila terkejut dengan perkataan Abi dan membuat hatinya sesak.
"Tidak mengundang saya Li?" Tanyanya
"Jangan - jangan hamil duluan" ucap miila membuat mereka semua melihat kearahnya.
"Jaga ucapan kamu! Istri saya tidak serendah itu ya!" Bentak garren karena tidak terima istrinya dipermalukan. Asya hanya menunduk.
"Jika kedatanganmu hanya merusak hubungan saya maka pergi lah! Apakah itu seorang anak yang sangat anda bangga-banggakan? Tidak tahu diri. Paham agama tetapi tidak bisa menjaga ucapnya" ucap garren dengan tegas lalu meninggalkan ruang tamu dan menggandeng asya menuju kamar.
"Sudah lah silahkan istirahat. Disebelahnya itu ada 2 kamar tamu kosong silahkan di pakai. Dan miila jangan sekali-kali kamu menghina menantuku" ucap Uma meninggalkan ruang tamu dan diikuti oleh Aya.
"Maaf Li" ucapnya Ridwan. Jujur ia merasa malu tetapi mau bagaimana lagi?
"Tidak apa-apa, saya kekamar assalamu'alaikum" ucapnya lalu meninggalkannya
---
Asya menangis ia teringat sangat kata-kata wanita itu. Garren langsung memeluk asya setelah menidurkan baby Eza. "Stt, jangan nangiss lagi humairakuu. Nggak usah dipikirin kata-kata orang tidak tahu diri itu." Ucap garren memberikan support untuk asya.
"S-a-k-i-t" ucapnya sesegukan.
"Iya sayangg udah yuk nangisnya bbo yuk aku pelukan biar baby eza aku pindahin ke box" ucapnya lalu diangguki asyaa.
"Udah yaa sayang yuk bobo. Besok kita pulang kerumah yaa jangan dipikirin sayangku cintaku, jangan nangis okay? Nanti cantiknya ilang sebentar terus nggak balik karena telat senyum kamu" ucap garren dengan memperlihatkan wajah gemas nya.
Asya pun tertawa. "Emang ada?" Tanyanya
"Ada sayang tapi itu udah ketawa jadi nggak hilang." Ucapnya lalu menciumi seluruh wajah asya dan tidur dengan memeluk pinggang ramping asya.
-----
Yuhuu hari ini up 2 bab nie lagi mood wk.
Gimana nih bosen nggak?
Besok ada kejutan lagi yang kehebohkan, apa ituu? Tungguin aja yaw bestieee!!
Vote dan comment yaw.
Aku akan up lagi klo udah tembus 7k pembaca yaw.
Terimakasih semuanya ð
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!