Chapter 24 of 38

22

JALUR LANGIT SANG GUS |end|856 words~5 min read

Paa kabar bestiee??

Typoo tandain yaaww!!

Yukk lanjottt!!!

---

"Bersamamu aku merasakan kebahagiaan yang sebenarnya."

Garrensya Azkara Al-Ghifari

---

Sekarang garren sudah dibolehkan pulang tetapi harus beristirahat karena kaki kanannya ada yang retak. Garren tidak menjadikan kecelakaannya sebagai musibah karena ia bisa lebih lama bersama anak dan istrinya untuk beristirahat.

Garren harus terapi selama seminggu sekali. Saat ini asya dan garren berada dikamar dengan baby za yang tidur ditengah-tengah nya.

"Unggu baba sehat ya sayang, nanti kita jalan-jalan bertiga" ucap garren dengan nada anak kecil

"Tiapp baba" jawab asya lalu mereka tertawa bersama dan baby za ikut tersenyum.

"Masyaallah za gantenggg sekali" ucap garren asya pun tersenyum.

"Disamping cobaanmu, engkau memberikan kami waktu bersama yang lama. Terimakasih yaallah engkau maha adil. Hamba sangat bahagia. Dan semoga kami bisa seperti ini selalu. Aamiin" batin asua dengan senyum maniss.

"Terimakasih yaallah sudah menghadirkan wanita yang sabar dan kuat untuk hamba dan terimakasih sudah menitipkan Malaikat kecil yang sangat tampan. Semoga kita seperti ini selalu. Aamiin" batin garren membalas senyum asya.

---

11.30

"Mas mau masak apa?" Tanyanya

"Yang simpel aja yang. Nanti kamu kecapekan loh" jawabnya dengan menciumi seluruh wajah baby za.

"Omlet aja ya? Sama kangkung" tawaran asya

"Iya sayang, apapun yang kamu masak mas makan" jawabnya lalu asya menangguk dan memasak.

Setelah masak ia dan garren sholat berjamaah. Mereka makan lalu bersantai dengan melihat Upin ipin karena baby za tidur siang. Garren awalnya menolak ajakan asya agar melihat film lain tetapi asya tetap memaksa.

"Mas kalo asya bobo terus baby za bangun, asya dibangunin ya mas" pesannya

"Iya sayang, sini" jawabnya lalu menepuk-nepuk bahunya agar asya menyeder.

Setelah sejam melihat asya pun tertidur dengan memeluk garren dan kepala dibahu garren. Garren mengambil handphonenya dan mengotak-atik. Kemudian ia ikut tidur dengan memeluk sang istri.

---

3.26

Oek!

Oek!

Oek!

Suara tangisan yang membuat kedua pasutri yang sedang tidur di sofa terbangun.

Egh

Ia teringat jika anaknya tertidur dikamar. Ia bergegas menuju kamar dan menggendongnya. Sedangkan garren hanya berjalan ke dapur untuk mengambil asi yang berada di kulkas dengan kesusahan karena kakinya masih sakit dan ia menggunakan krek.

Ia menghangatkannya asi itu. Asya pun turun membawa baby za. "Mas kenapa kesini? Kan kakinya masih sakit" tanyanya karena ia tidak tega melihat garren yang menahan sakit. Ia bukannya melarang membantu baby za tetapi kondisinya berbeda ia juga berjalan masih kesusahan.

"Iya maaf yang" jawabnya.

Asya tidak menjawab. Ia mengambil botol susu dan pergi keruang tamu menidurkan baby za di sofa dan ia kembali ke dapur lalu memapah garren ke ruang tamu dengan sabar dan telaten.

"Kamu baru aja pulang dari rumah sakit mas! Jangan bandel! Asya khawatir tau nggak?! Bukannya asya ngelarang kamu bantu asya ngurus baby za tetapi ini kondisinya berbeda kamu jalan masih susah mas! Jangan dipaksain dong" ucapnya dengan menimang-nimang baby za yang akan tertidur kembali.

"Iya nggak aku ulangi, jangan galak-galak hiks hiks" jawabnya lalu menangis.

Baby za pun ikut menangis mendengar babanya menangis.

Hiks

Hiks

Oek

Oek

"Sayang-sayang cupcup jangan nangis yaa anak nda kuat yaa?" Ucapnya lalu meminum asi.

"Hiks k-kenapa k-anza du-dulu yang di-tenangin?" Ucapnya dengan tangisan

"Iya mas udah-udah, cuma masalah kecil udah aku maafin. Sini" ucapnya lalu mengisyaratkan garren masuk ke pelukannya layaknya anak kecil. Garren pun langsung memeluk asya.

"Nggak anak nggak bapaknya sama aja" gumannya

"Apa yang?"

"Nggak papa, yuk sholat" jawabnya lalu menidurkan baby za dan sholat berjamaah karena adzan sudah berkumandang.

---

Sudah hampir 1 bulan umur baby Eza. Tetapi garren belum bisa mengajar kemungkinan ia kembali mengajar Minggu depan. Hari Jumat ini ia dan asya akan kedokter untuk mengecek kaki garren.

Garren sudah bisa jalan walaupun masih pincang. Baby Eza jugaa susah ditinggalnya. Setiap bangun tidur dan ingin tidur baby eza hanya mau digendong olehnya tidak mau dengan asya.

Pagi ini garren bangun terlebih dahulu. Ia diperlihatkan wajah cantik sang istri dan baby Eza yang lucu. "Masyaallahh pagi-pagi udah dipelihatoan kaya gini. Masih nggak nyangka aja udah punya Eza. Sabar ya za besok baba kasih dede bayi" ucapnya diakhiri dengan kekehan

Asya mendengar perkataan itu pun menampar pipi garren garren.

Plak

"Aw!" Ucapnya dengan mengelus-elus pipinya yang baru saja ditampar asya.

Asya terbangun dan duduk menghadap ke garren. "Enak banget tinggal bilang sibir yi zi bisik bibi kisih didi biyi, dipikir ngelahirin tu nggak sakit apa?!"

"Ya kan rezeki sayangg, semakin banyak anak banyak juga rezekinya" jawabnya dengan santai

"Ih kamu ngeselin banget, tau ah, TERSERAH!" Ucapnya dan menekankan kalimat akhiran dan pergi kekamar mandi

Garren melihat istri kecilnya kesal sangat senang karena lucu baginya. Menjahili asya itu adalah hal yang wajib setiap hari apa lagi membuat asya salting.

Baby Eza ingin menangis garren dengan sigap langsung menggendongnya lalu mengambil botol susu eza yang berada disampingnya tempat tidur. Setelah eza tenang barulah ia sholat tahajud sedangkan asya sudah sholatt Mereka bergantian untuk menjaga Eza.

---

8.43

Asya, garren dan eza sudah siap kerumah sakit. Mereka sedang menunggu taksi online yang dipesan asya.

Spill ootd nih

- baby eza

- Unda asya

- baba garren

Taksi pun datang dan mereka berangkat ke rumah sakit.

-----

Segini duluw yaw, maap baru up kemarin tu udah mau up tapi kehapus jadi moodnya jelekk.

Vote and comment!

Terimakasih semuanya💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!