Chapter 23 of 38

21

JALUR LANGIT SANG GUS |end|959 words~5 min read

"senyumanmu selaluu membuatku bahagiaa Asyara Alhumaira."

Garrensya Azkara Al-Ghifari.

----

Baby za rewel sekali sejak garren pergi kekantor. Asya binggung dan panik. Perasaannya pun tidak enak seperti ada yang mengganjal. Dari tadi baby za dikasih susu tidak mau, pup pun tidak, buang air kecil pun tidak, badannya tidak panas.

Pyarr

Foto garren yang berada disamping televisi terjatuh dengan sendirinya membuat perasaan asya semakin tidak karuan. Asya ingin menghubungi Umanya tetapi ada telpon masuk, dari nomor yang tidak dikenal.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucap seseorang wanita dari sebrang sana.

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu, ini siapa ya? Ada apa?"

"Ini dengan ibu Asyara? Saya hanya mengabarkan jika bapak Garren berada dirumah sakit citra jaya karena kecelakaan. " Ucapnya lagi membuat jantungnya seketika perdetak lebih kencang dari biasanya.

Tes

Satu tetes air mata asya pun turun. Kakinya melemas membuat nya jatuh di karpet bulu. Baby za masih menangis.

"Hallo bu?" Ucap wanita dari sebrang sana. Asya pun tersadar.

"I-iya mbak terimakasih saya akan segera kesana" jawabnya menutup telpon sepihak.

Ia langsung menghubungi umanya dan bundanya karena baby za harus ada yang menjaga.

Setelah baby za dititipkan asya bergegas kerumah sakit. Garren ternyata di kecelakaan karena di tubruk dari belakang. Garren kritis asya menangis sejadi-jadinya. Uma datang Uma pun menangiss tetapi Uma menguatkan asya agar lebih tegar.

"Asya makan yuk" ucap Uma mendekati asya kesofa ruang garren.

Asya melihat depan dengan tatapan kosong. "Nggak usah Uma, asya makan nanti aja. Asya sholat Dzuhur dulu terus pulang liat baby za" ucapnya

"Yasudah nduk, jangan lupa makan ya. Biar Uma sama abi yang jaga garren" ingat Uma diangguki asyaa.

Asya segera sholatt di Masjidil rumah sakit. Ia mendoakan agar garren cepat siuman. Setelah selesai ia memesankan taksi online untuk pulang.

"Assalamu'alaikum " ucapnya memasuki rumah

"Wassalamu'alaikum, itu nda pulang" ucap uma dengan menggendong baby za, asya tersenyum sendu, ia sangat ingin membawa baby za berada didekat babanya tapi itu akan sulit.

"Maafin nda ya sayang nda lama" ucapnya dengan menggendong baby za

"Bagaimana keadaan garren sya?" Tanya bunda

"Kritis nda-" ucapnya dipotong bundanya

"Duduk dulu yuk" ajaknya lalu duduk disofa.

"Kenapa ya cobaan Dateng terus baru aja asya bahagia tapi udah dateng musibah lagi" ucapnya mengeluh membuat kening bunda mengerut

"Nggak boleh seperti itu sya, Allah itu adil. Kita diuji untuk lebih bersabar lagi. Jika Allah tidak memberikan kebahagiaan didunia Allah akan memberikan kemudahan didalam akhirat sya. Nggak boleh mengeluh sesungguhnya Allah tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuannya" ucapannya dijeda

"Berjuang terus, jangan pernah ngeluh. Capek? Istrihat ceritakan semuanya kepada Allah. Jangan mudah putus asa sya, inget kamu punya kanza yang butuh kasih sayang kamu. Ayo semangat demi anakmu dan suamimu. Percaya Allah akan adil kepada hambanya " ucap bunda memegang tangan asya seperti menyalurkan energi.

"Astaghfirullah halazim maafin asya yaa Allah" ucapnya

"Semangat yaa syaa bunda dukung kamu selalu. Jangan merasa sendirian bunda akan disamping kamu selalu. Jangan pernah juga kamu menjadikan kanza sebagai beban kamu yaa. Ingat itu" ucap bundaa lalu diangguki asya.

"Makasih bundaa" ucapnya memeluk bundanya.

---

Malam ini asya akan kerumah sakit menggantikan Uma dan Abi, dan baby za bersama bunda dan ayahnya dirumah. Asya tidak ingin merepotkan bundanya atau umanya tetapi bagaimana lagi? Baby za masih terlalu kecil untuk bolak balik kerumah sakit.

"Assalamu'alaikum" ucapnya memasuki rawat inap garren.

"Walaikumsalam sya" jawabnya

"Bunda sama Abi pulang aja biar asya yang jagain mas garren" ucapnya

"Uma disini nggak papa kok sya" ucap Uma lalu asya tersenyum

"Uma istirahat aja yaa? Besok lagi gantian" bujuknya

"Iya ma, Abi setuju sama asya" ucap Abi menambahi

"Yasudah lah, kami pamit sya. Assalamu'alaikum" ucapnya

"Wassalamu'alaikum" jawabnya

Ia mengambil Al Qur'an yang berada diatas naskah. Ia membacakan surat-surat pendek untuk garren. Hari pun semakin larut asya pun tertidur disamping garren dengan posisi duduk disebelahnya.

---

Sudah 2 hari garren belum sadar juga. Asya sangat sabar merawat garren. Bundaa lah yang mengurus baby za sementara. Ia setiap sore pulang untuk mengantarkan asi hasil Pumpung nya.

Sebenarnya baby za sangatlah rewel tetapi bagaimana lagi? Ia harus menjaga garren juga.

Saat asya baru saja sholat Dzuhur tangan garren bergerak. Ia bergegas memanggil dokter. Dokter pun datang bersama suster.

"Tolong tunggu diluar terlebih dahulu ya ibu" ucapnya tanpa ada bantahan asya langsung keluar.

Setahun 5menitan suster pun keluar. "Suami ibu sudah siuman silahkan ditemui" ucapnya

"Asya?" Ucap garren

"Iya mas ini asya" jawabnya antusias

"Dimana baby za?" Tanyanya

"Baby za dirumah sama uma" jawabnya.

"Ada yang sakit nggak?" tanyanya karena melihat Garren bergerak sedikit dan seperti nyilu.

"Nggak sayang" jawabnya manja

"Sini pelukk" ucapnya lagi

"Emang gapapaa?" Tanya asya dengan polos. Lalu diangguki garren.

"Sakit semua badannya yang" ucapnya lalu sedikit melonggarkan pelukannya.

"Aku panggilan dokter ya?" Tanyanya

"Nggak usah dicium kamu sembuh kok!" Jawabnya dengan kekehan

Asya memukul-mukul pundak garren karena kesalll. "Aw!" Ucapnya

"Maaf" jawabnya menunduk

"Nggak papa sayangg, cium dulu sini" ucapnya lalu menunjuk kedua pipinya dan puncak kepalanya untuk dicium.

Cup

Cup

Cup

"Makasih sayangku cintaku istriku" ucapnya mencium puncak kepala asya

"Sama-sama mas, cepet sembuh yaa baby za kangen baba loh" ucapnya

"Yang kangen baby za apa kamu?" Tanyanya dengan nada jail.

"Dua-duanya dong" jawabnya dengan menunjukkan muka gemas nyaa.

"Lucu sekali istri Garren ini" jawabnya lalu menoel-noel pipis sya.

"Assalamu'alaikum" ucap bunda dan ayah memasuki ruangan garren

"Walaikumsalam" jawabnya bersamaan

""Garren udah siuman kok nggak kabarin bunda atau Uma sih?" Tanya bunda

"Baru aja loh mas garren siuman" jawab asya

"Iya baru pasti kangen-kangenan dulu" ucap ayah menggodanya membuat wajah garren dan asya memerah seperti kepiting rebus.

"Ayah itu ya menggoda terus" ucap bunda

"Nggak papa Bun" jawabnya dengan nada candaan

Asya menghubungi Umanya memberikan kabar jika garren siuman, dan nanti setelah bunda dan ayah menjenguk garren mereka akan bergantian menjaga baby za.

-----

Segini duluuu yaa bingung mau nulis apa lagi wkwkw

Tandain kalo typo!!

Jgn lupaa potee and comment yaww.

Terimakasih semuanya 💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!