Chapter 22 of 38

20

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,104 words~6 min read

Udah 22 chapter aja pdhl baru kemarin wkwk.

Terimakasih yang udah mau bacaa, kalo ngga ada kalian aku bukan apa-apa. Terimakasih banget lup-lup buat kalian🤍

Yuhuu lanjottt!!!

-----

"Kita harus bersyukur dengan semua rezeki yang diberikan oleh Allah swt, karena rezeki tidak akan tertukar"

Garrensya Azkara Al-Ghifari

-----

Setelah keluar asya dan garren pulang, asya menidurkan baby za. Garren sudah melakukan zoom. Asya berniat untuk memasak karena garren belum makan siang.

Ia memilih memasak sop dengan sambal, rampe goreng dan ayam goreng. Karena ia takut jika baby za bangun dan menangis mencarinya. Sop sudah matang, ayam sudah dimari nasi hanya perlu digoreng. Saat asya ingin mengoreng baby za terbangun.

Oek...

Oek...

Asya bergegas naik dengan membawa botol susu. Ternyata baby za pup. Dan garren pun datang.

"Kenapa yang?" Tanyanya memasuki kamar baby za

"Pup yang" jawabnya

"Aku yang gantiin aja kamu terusin masaknya" ucap garren

"Bisa emangnya?" Tanyanya lalu berjalan kelemari untuk mengambilkan baju ganti untuk baby za

"Liat tutorial YouTube" jawabnya dengan mengotak-atik handphonenya. Asya pun tertawa mendengarnya. Asya sedikit-sedikit bisa karena pernah ikut sekalah ibu hamil.

"Nih' ucap asya membawa baju ganti untuk baby zaa.

"Aku tinggal nggak ppa?" Tanyanya diangguki garren.

"Airnya bentar tak ambil dulu" ucap garren lari kekamar mandi mengambil sedikit air menggunakan mangkuk.

Asya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya.

---

15.12

Asya dan garren berada diruang keluarga, garren sedang mengajak main baby za, karena baby za tidak tidur. Bayi itu hanya tersenyum melihat tingkah babanya. Asya melihat televisi film favoritnya yaitu cocomelon.

Mereka menyantai menunggu adzan asar berkumandang. Baby za belum boleh keluar rumah jauh-jauh kecuali kontrol. Kata umanya sih harus menunggu 40hari terlebih dahulu.

Nanti malam teman-teman garren ingin menjenguk baby za. Garren setelah asar akan keluar membeli beberapa cemilan dan makanan. Karena ia tidak tega jika asya harus memasak banyak.

Asya tersenyum melihat anaknya senyum karena tingkah babanya. "Baba lucu ya dek" ucap asya lalu mengelus-elus pipi gembul baby za.

"Nanti baby za ada banyak temen yeyy" ucap babanya seperti anak kecil.

Baby za malah menangis mendengar itu. Asya langsung menggendong baby za dan memberikan susu. Karena susu sudah hampir habis asya menyuruh garren mengambil asi yang berada di kulkas untuk dipanaskan.

"Baba, ambilin minum baby za terus dipanaskan yaa" suruh asya

"Siapp undaaa" jawab garren lalu melakukan perintah asya.

Baby za sudah tidak menangis dan malah tertidur. Asya menggendong kekamar agar lebih nyaman.

Setelah itu adzan asar sudah berkumandang dan garren sholat di masjid lalu membeli cemilan sedangkan asya dirumah menjaga baby za.

---

Garren dan asya baru saja melakukan sholat isya berjamaah dikarenakan baby za tidur. Setelah itu asya menyiapkan cemilan untuk teman-teman garren.

Tidak lama baby za bangun. Asya bergegas melihatnya. Ternyata baby za hanya buang air kecil. Asya menggantikan baju baby za dengan tlaten. Ia belum berani memandikan baby za, jadi tadi sore hanya dilap-lap saja.

Wa

Jika ditanya apakah asya pusing? Jawabnya tidak Karena ia bawa happy saja dan dilakukan dengan senang hati. Karen asya pun suka anak kecil. Malah kehadiran baby za membuat asya tidak kesepian.

Dibawah teman-teman garren sudah berdatangan. Asya segera membawa baby za turun. Cuaca panas membuat bayi kecil itu menangis didalam gendongan asya.

Garren yang melihatnya mendekati dan menggantikan asyaa menggendong baby za. Asya pun mengeluarkan makanan dan minuman untuk dihidangkan.

"Baby za kepanasan ya?" Tanya garren lalu menipasi baby za menggunakan kipas mini agar anginnya tidak terlalu kencang.

Baby za pun tertidur lagi. Asya mendekati garren. "Udah tidur lagi mas?" Tanya nya diangguki garren.

Garren membawa baby za keruang tamu karena anak-anak ingin melihat baby za.

"Wih bos kecil datang" ucap Keean heboh

"Kira-kira mirip emaknya apa bapaknya yak?" Tanya Hazam lalu mendapat jitakan oleh Keean

"Apa sih lu" ucapnya lalu mengelus bekas jitakan Keean

Garren duduk dengan baby za tidur di gendongannya. Hazam dan Keean langsung mendekati.

"Wirip elu malah" ucap Hazam menunjuk varel

"Kok gua?" Tanyanya dengan menyimpan handphonenya disaku.

"Sumpah" jawab Hazam dengan menunjukkan 2 jarinya

"Hooh mirip ma parel " ucap Keean

Varel mendekati lalu melihat baby za.

"Kan asya pernah ngidam varel terus anaknya mirip varel" ucap Keean lalu mendapat jitakan oleh Hazam karena ia melihat garren yang menarik nafas panjang.

"sudah ayo dimakan hidangannya" ucap asya agar garren tidak terbawa emosi karena ulah dua Upin dan Ipin yaitu Hazam dan Keean

Deril mendekat lalu melihat baby za. "Mau gendong ril?" Tanya garren

"Boleh?" Jawabnya membalik tanya

"Tentu" jawab garren mengarahkan baby za kegendongan deril.

Deril yang tegas pun ia suka dengan bayi, dibalik ketegasannya ia jika bersama anak kecil sangat lah lembut. Karena itu garren berani membiarkan deril menggendong putra kecilnya.

Deril menggendong nya dengan jalan-jalan diruang tamu agar baby za tidak bangun dari tidurnya. "Lucu banget masyaallahh" batinnya lalu mengelus-elus pipi gembul baby za.

Mereka bercerita-cerita ringan. Sedangkan asya memilih untuk naik membersihkan kamar baby za yang berantakan karena ulah garren. Untung saja asya sabarnya seluass samudra jika tidak garren sufah diusir dari rumah.

Baby za sangat anteng berada digendongan Deril. "Nggak pegel ril? Kalo pegell gantian aja" ucap garren menawarkan diri karena sudah 1jam baby za berada digendongan Deril.

"Nggak ppa seneng gua kok" jawabnya dengan senyuman

"Nyusul makannya" ucap salah satu anggota Lezkar.

"Gak sopan lu" jawabnya dengan lirikan tajam.

"Berjanda bapak Deril yang terhormat" jawabnya dengan kekehan.

Setelah itu asya mengambil baby za agar tidur dikamar karena hari sudah larut. Sekitar jam 11an mereka sudah pulang kerumah masing-masing. Garren naik kekamar untuk melihat istri tercintanya.

"Yukk istirahat! Pasti cape ngerawat baby za dari pagi sampe malem" ucapnya lalu mengecup pipi asya.

"Kewajiban seseorang istri mas" jawabnya

"Iya deh mas jawabnya ikut kamu aja" ucapnya dengan kekehan

"Jangan terlalu maksain diri ngurus baby za sendiri ya! Diri kamu juga harus diperhatiin sayang" ucap garren mengingatkan.

"Iya mas asya tauu" jawabnya

"Yasudah yuk bobo" ucapnya lalu menarik asya dalam pelukannya dan berdoa bersama.

---

Jam 2 asya terbangun mendengar suara tangisan bayi. Baby za ada di samping ranjang garren dan asya ada dibook. Asya langsung mengambilkan botol susu yang berada dinaskah.

Garren terbangun dan melihat asya yang sedang menyusui anaknya pun ia beranjak untuk mendekati. "Aku aja kamu istirahat dulu" ucapnya

"Aku kuat kok nggak papa" jawabnya

"Mata kamu kelihatan mata panda bangett loh. Tidur lagi sana" ucapnya lalu asya menghela nafas.

Asya berusaha tidur. Garren yang menunggu baby za tertidur kembali. Jam setengah tiga baby za baru bisa tertidur kembali. Garren bergegas membangunkan asya untuk sholat berjamaah.

Hari ini Garren harus kekampus tidak zoom karena sebuah masalah yang sangat mengharuskannya kekampus. Ia tidak tega jika asya mengurus baby za sendirian tetapi apa boleh buat? Pekerjaan juga penting.

-----

Segini dulukk yaww.

Adaa yang mauu req mslh atau apaa gituu??

Jgn lupaa potee and comment.

Terimakasih semuanya💐.

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!