"ketetapan dan ketentuan Allah itu adalah yang terbaik jangan pernah kamu membencinya."
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 asya terbangun untuk melaksanakan sholat tahajud. Ia mengambil wudhu dikamar mandi. Lantai tidak terlalu licin, karena yang licin hanya dipinggiran. Asya belum bisa membersihkannya persama garren karena sama-sama sibuk. Asya sibuk mendaftar kuliah dan garren bekerja.
Ia berjalan ingin keluar dari kamar mandi tetapi tiba-tiba ia terpeleset "AKH!" Teriaknya membuat garren bangun.
Garren bergegas mendatangi suara tersebut. Ia kaget melihat asya yang tersungkur. Ia membantu asya berdiri tetapi ketubannya sudah pecah. Ia langsung membopong asya dengan cepat keluar mengambil mobil dan menuju ke rumah sakit.
Asya menangis panik. Garren juga panik tetapi ia harus tetap tenang. "Sabar sayang" ucap garren menenangkan asya.
Garren menuju rumah sakit citra jaya karena itu rumah sakit terdekat dari rumah. Garren membopong asya dan berteriak memanggil suster.
"Suster! Suster!" Teriak garren lalu suster keluar membawa kan kursk roda untuk asya. Asya sudah masuk ke ICU. Garren menunggu dokter yang menangani asya keluar. Tidak lama dokter tersebut keluar.
"Maaf keluarga pasien?" Tanya dokter.
"Saya suaminya dok!" Jawab garren
"Bayi bu asya harus segera dioperasi, Karena ketuban juga sudah pecah. Jika tidak dioperasi bayinya bisa tidak selamat" ucap dokter tersebut.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok" ucap garren
"Bapak bisa menanda tangani suratnya ya pak, dan harus membayar administrasi" ucap dokter
"Iya dok." Ucap garren lalu menanda tangani nya. dan langsung menuju ke administrasi
"Suster, saya pinjem telponnya untuk mengabari keluarga saya" ucap garren lalu diangguki suster tersebut.
"Ini pak" ucap suster tersebut. Garren menguhubungi keluarganya lalu menyelesaikan administrasi asya.
Garren menunggu diruang oprasi ia menunggu keluarganya sampai. Ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Setelah itu ia memilih sholat karena ia belum sholat.
Setelah sholat. "Yaallah lancarkan persalinan istri hamba yaallah. Berikan yang terbaik yaallah. Yaallah saya akan jaga titipanmu dengan baikk saya janji yaallah. Amin" doa garren lalu kembali ke ruang operasi.
"Assalamu'alaikum" ucapnya karena sudah ada bunda, ayah, Uma, Abi.
"Walaikumsalam" jawabnya kompak
"Dari mana nak?" Tanyanya ayah asya
"Dari sholat yah maaf" ucapnya lalu diangguki ayah asya
"Tidak apa-apa" jawabnya
Mereka menunggu dokter keluar sudah 2 jam dokter belum keluar. tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan bayii.
Oek!
Oek!
Lalu dokter pun keluar. "Selamat pak! Istri bapak sudah melahirkan dengan lancar, baby-nya sehat hanya butuh penyesuaian dan jenis kelamin nya laki-laki seperti bapak. Ibu asya belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius." ucap dokter tersebut ramah.
"Alhamdulillah, terimakasih dokter" ucap semuanya
"Bayinya sedang dibersihkan lalu harus di masukan ke ingkubator ya pak. Sebelumnya diadzani terlebih dahulu" ucap dokter
"Iya dok" jawab garren.
Setelah itu garren sujud syukur. Asya dipindahkan ke ruang inap. Garren menjenguk asya terlebih dahulu. Asya sudah sadar.
"M-mas gimana anak kita?" Tanyanya
"Alhamdulillah terimakasih sayangg sudah mau berjuang demi anak kita. Anak kita sehat hanya butuh penyesuaian dan harus dimasukkan di ingkubator." Jawab garren
"Alhamdulillah, baby boy?" Tanyanya.
"Iya sayang" jawabnya
" Mau dikasih nama siapa mas?" Tanya asya
"Arkanza Atalanta Al-Ghifari " lalu ucapanmu dijeda
"Arkanza yang berarti harta mulia yang tersembunyi*
"Atalanta yang berarti sama beratnya seimbang dan tak tergoyahkan "
"Dan Al-Ghifari diambil dari nama belakangku yang berarti pengampunan atau pemaaf " jawabnya
Senyum asya terbit. "Bagus yang" jawabnya lalu diangguki garren.
Garren lalu melihat anaknya yang ada di ingkubator.
Nama: Arkanza Atalanta Al-Ghifari
Tanggal lahir: 24 April 2024
Jenis kelamin: Laki-laki
Berat: 2,7 kg
Ibu: Asyara Alhumaira
Ayah: Garrensya Azkara Al-Ghifari
"Masyaallah, anak baba" ucap garren lalu menggendong dan langsung diadzani. Bayinya tersenyum saat mendengar adzan. Senyum garren tidak luntur. Ia bersyukur sangatlah bersyukur.
---
Asyaa sudah dibolehkan pulang karena ia tak betah di rumah sakit. Ia berharap baby za segera pulang. Kata dokter mungkin baby za akan dibolehkan pulang setelah 7hari diingkubator.
Asya masih tidak percaya jika sudah memiliki baby za. Setelah bersih-bersih asya memumping untuk asi baby za. Asi tidak terlalu deras tetapi cukup untuk baby zaa.
Ia dan garren dirumah mempersiapkan kamar baby za. Bagaimana pun asya dan garren sudah setuju jika umur baby za 5bulan harus tidur dikamar sendiri. Karena asya dan garren akan mendidik baby za mandiri dari kecil, disayang itu tentu tetapi harus mandiri.
Inii gambaran kamar baby zaa.
"Nggak sabar nunggu baby za pulang mas" ucap asya lalu memandang garren dengan senyum hangat.
"Sabar ya 4hari lagi sayang" jawab garren lalu mengecup puncak kepala asya.
Garren sangat support asya. Garren tidak akan membiarkan asya mengurus baby za sendirian, tetapi ia tidak mau menggunakan art ataupun baby sister. Mereka sepakat untuk mengurus berdua dan mendampingi baby za dipertumbuh kembangnya karena itu tidak bisa diulang.
Garren melakukan mengajar dirumah selama seminggu ini. Garren berencana untuk minggu depan meminta cuti untuk mendampingi asya dan sang anak.
Waktu pun sudah malam asya dan garren sudah bersih-bersih dan istirahat. Garren tidak akan membiarkan istrinya itu begadang.
---
07.50
Asya dan garren bersiap untuk kerumah sakit untuk menjenguk baby za dan memberikan asi yang sudah dipumping oleh asya. Garren tidak terlalu terburu-buru karena ia hanya ada kelas siang dan itupun zoom.
Asya dan garren sedang melihat anaknya yang berada diingkubator yang tertidur. Sangatlah lucu karena bayi kecil itu tidur dengan tersenyum. Tiba-tiba dokter datang dari belakang.
"Ibu asya dan pak garren. Baby za sudah boleh dibawa pulang tetapi setiap 3kali dalam seminggu harus cek up yaa, dan bu asya juga untuk mengganti perban jahitan." Ucap Dokter tersebut tersenyum
"Siap dok!" Jawab asya dengan wajah yang berseri-seri. Akhirnya baby za sudah boleh pulang.
Garren mengabarkan kepada orang tuanya dan orang tua asya untuk datang menyambut kepulangan baby za. Ia melihat asya sangat bahagia karena senyum asya tidak luntur sedari tadi.
Garren dan asya sudah berada di perjalanan pulang. Baby za digendong asya. "Apa ini mimpi? Asya akan dipanggil nda? " Batinnya dengan milihat baby za yang tertidur didalam gendongannya.
Setelah sampai rumah ternyata keluarganya sudah terkumpul. Jika ada yang tanya masuknya gimana jawabnya abi garren membawa kunci cadangan rumah garren dan asya.
"Selamat datang baby alkanza"Â ucap aya menirukan anak kecil
"Selamat datang cucu Uma, bundaa, abi, ayah" ucapnya berbarengan.
"Terimakasih semuanya " ucap garren.
Mereka masuk yang laki-laki berada diruang tamu sedangkan wanitanya mengikuti baby za kekamar. "Jagoannya aya adalah baby za" ucap aya melihat baby za bangun dari tidurnya.
Lalu semuanya tertawa mendengar perkataan aya yang akan di panggil tante oleh baby za.
-----
Segini duluuu yaww lagi ngga bisa mikir wkwk
Kecepatan nggak alurnya? Maapin aku pengen nya baby-nya cepet keluar hua maapin yawð
Gimana dipart ini??
Jangan lupa vote and comment
Terimakasih semuanyað
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!