Chapter 20 of 38

18

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,017 words~6 min read

"tiada hari tanpa bersyukur kepada yang menciptakan kita karena sudah memberikan kebahagiaan yang sangat luar biasa."

Garrensya Azkara Al-Ghifari

-----

Setelah dari Bandung asya dan garren kembali ke Jakarta. Mereka menghabiskan waktu dibandung untuk berkunjung ke wisata-wisata terfavorit menurut warga Bandung.

Sudah beberapa hari ini asya mengidam yang aneh-aneh dari mulai ingin mencukur janggut tukang balon, semangka ungu, mobil roda 1 dan masih banyak lainnya yang membuat garren pusing. Tetapi Garren sangat ekstra sabar menghadapi asya.

Waktu kelulusan telah tiba asya sedang berdandan dikamar dan menggunakan kebaya.

---

Sudah jam setengah 9 orangtua santri mulai berdatangan. Garren didepan dan asya dibelakang bersama keluarganya, karena bagaimana juga asya masih santri.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 acara sudah dimulai. Dan tiba waktunya penghargaan untuk santri terpintar.

"SAYA AKAN BACAKAN SANTRWAN/SANTRIWATI TERPINTAR DI TAHUN INI" ucapan mbak-mbak yang membantu pondok pesantren.

"Urutan ketiga yaitu HANNAH FAUZIAH"

"Di urutan kedua yaitu MUHAMMAD AL IKHSAN"

"Di urutan pertama yaitu ASYARA ALHUMAIRA " lalu banyak orang yang tepuk tangan.

"Dimohon yang barusan saya panggil untuk maju kedepan mengambil piagam" ucapnya

"Selamat Sayang, bunda bangga sama asya" ucap bunda memeluk asya

"Selamat putri kecil ayah!" Ucap ayah asya

"Makasih ayah, bunda. Asya maju kedepan yaa" ucapnya lalu dianggu

Setelah itu acara selesai. Garren sudah menyiapkan kejutan untuk istri tercintanyaa. Ia membawa asya kekamar. Dan terdapat 2 boneka dan 1 buket.

MAUU KASIH CONTOH GAMBARNYA KENAPA KAGAK BISA YAKK?

Asya sangat suka boneka, karena lucuu. Ia senang garren memberikan boneka.

"happy graduation sayangnya garren, cintanya garren, zawjatiku, humairakuu dan selamat kamu masuk kesantri terpintar diangkat ini" ucap garren lalu mencium kedua pipi asya dan puncak kepala asya.

"Terimakasih untuk semuanya mas" ucap asya

"Iyaa sayang." Jawabnya

Garren lalu jongkok didepan perut asya, dan mengelus-elus nya. "Assalamu'alaikum anak baba, dede tau? unda dede uda lulus teluss pelingkat 1 loh. oiya dede angan uat cucah unda yaa. ndabole nakal di dalam cana ya dee" ucap garren menirukan anak kecill

"Tiapp baba!" Jawab asya juga menirukan anak kecil. Asya dan garren tertawa bersama

---

Malam pun tiba asya sedang bersiap-siap untuk resepsi.

Mauu kasih contoh gambarnya tapii nggak tau kenapa gabisaa huhu nangiss.

Acara sudah dimulai. Banyak tamu undangan dari keluarga garren, keluarga asya, teman garren maupun teman asya dan santri-santri.

"Selamat bro" ucap varel menjabat tangan garren dan memeluk garren seperti cowok-cowok biasanya

"Selamat paketu dan buketu, semoga samawa dan bayinya sehat terus." Ucap Hazam

"Tumben waras lu" ucap Keean

"Gua waras terus ye yang nggak waras tu lu" balas Hazam

"Lu aj-" Ucap Keean dipotong garren

"Nggak usah buat gaduh acara gua" ucap garren tegas

"Iya selamat yaa ren, semoga pernikahan lo menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah. dijaga ya buketu garren juniornya" ucapnya dengan tawaan lalu diangguki asya dan garren

"Selamat ya semoga samawa" ucap deril

"Makasih " ucap garren

"Makasih Abang-abang" ucap asya senyum dibalik cadar

"Ekhm" dehem garren

"Turun sekarang" ucap garren sangat dingin. Lalu mereka turun untuk mencoba hidangan yang di siapkan.

Hari semakin larut, tamu sudah banyak yang berkurang. Asya merasakan pegal dikakinya karena memakai sepatu yang berhak tinggi.

"Mas asya capek" bisik asya.

"Yaudah yuk kekamar kasian dedenya angin malam nggak baik buat dede" ucap garren diangguki asyaa

"Bunda, Uma. Asya mau istirahat udah malem juga kasian baby-nya" ucap garren

"Iya gapapa tamu juga udah nggak banyak " jawab bunda diangguki Uma

"Yaudah garren sama asya masuk dulu assalamu'alaikum "

"Walaikumsalam"

---

Tak terasa pun kandungan asya sudah masuk ke 7 bulan. Garren sangat-sangat overprotektif. Mereka sudah tinggal dirumah mereka sendiri.

Asya dan garren sudah mempersiapkan kamar untuk calon anaknya. Semua di dekor oleh asya. Asya sedikit berisi karena dia semenjak memasuki 5bulan ia sangat suka makan. Tetapi Garren tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut malah garren sangat menyukainya.

Pagi ini asya sedang jalan-jalan ditemani garren karena ini weekend. Asya sangat suka udara pagi. Dan kata dokter juga bakm untuk bumil.

"Eh mbak asya, tambah cantik aja jangan-jangan anaknya cewek soalnya mbak asya tambah cantik" ucap ibu-ibu tetangga asya.

Asya tersenyum "belum tau bu, saya dan suami bersepakat untuk tidak USG" ucap asya

"Owalah gitu to, semoga sehat-sehat ya ibu dan bayinya sampai lahiran" ucap ibu-ibu tersebut

"Amin terimakasih ibu doanya " ucap garren ramah

"Mari bu, saya duluan " pamit garren dan asya

Setelah itu Mereka pulang kerumah. Garren dan asya berniat untuk membeli perlengkapan bayi, Karena usia kandungan asya semakin besar. Asya sedang berias dicermin. Ia menggunakan gamis bermotif bunga warna ungu dan menggunakan hijab yang senada dan cadar yang senada.

Semenjak perut asya semakin besar asya sering menggunakan gamis jika pergi karena jika menggunakan rok ribet menurutnya. Garren berniat membelikan gamis lagi setelah membeli perlengkapan bayi.

Mereka sudah diperjalanan menuju mall. Asya ingin bertanya kepada garren karena ia merasa gendut. "Asya gendut yaa? Jadi jelek?" Tanyanya lalu disenyumi garren.

Garren mengambil tangan asya, Dan ia pegang. "Kamu nggak gendut sayang kamu gemoy aku suka kamu gini berisi sayang. lagian didalem sini masih ada baby jadi bukan gendut yaa tapi gemoy dan ini wajar. Istrinya garren itu cantik selalu cantik dan sangat cantik" ucap garren mengelus-elus tangan asya lalu ia cium

"Aaaa asya terhura makasi mas" ucap asya ingin menangis

"Terharu sayang bukan terhura" ucap garren membenarkan lalu diangguki asya.

---

Asya sebelum pulang tiba-tiba ingin makanan Padang. Garren siap sedia menuruti kemauan asya, karena ia juga suka nasi padang dan mereka melewatkan jam makan siang.

Garren berhenti disebuah rumah makan Padang. Ia memesankan semua menu komplit untuknya dan istri tercinta. Ia hanya memesan teh hangat 1 karena asya sudah membeli minuman diluar yaitu Boba.

Tidak lama makanan pun datang. Asya dengan senang hati akan menghabiskan semaunya. Asya makan dengan lahap. Green senang melihatnya. "Enak sayang? Seneng ya?" Tanyanya garren.

"Iywa awsya swuka" ucapnya sambil mengunyah makanan.

"Ditelan dulu sayang" ucap garren.

"Ndanya yang laper atau baby-nya yang laper hayoo?" Tanya garren dengan candaan

"Dua-duanya baba!" Jawabnya menirukan anak kecil. Garren tersenyum lalu mengelus-elus tangan asya yang ia gandeng.

Setelah itu suara adzan berkumandang. Asya dan garren memutuskan untuk sholat dimasjid yang bersebrangan dengan rumah makan Padang tersebut. Lalu mereka pulang dan beristirahat karena asya merasakan capek.

-----

Segini dulu~~~~

Gimana diaprt ini???

Tinggalin jejak yaw.

Terimakasih semuanya💐

baybayyy🤗🤍

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!