Chapter 2 of 38

01

JALUR LANGIT SANG GUS |end|871 words~5 min read

Assalamualaikum

Gimana kabarnyaa??

Yuuks lanjut ajaa

-----

"Namamu akan selaluku sebut didalam doaku, walaupun kamu sudah menjadi milikku"

Garrensya Azkara Al-Ghifahri

-----

"

Maaf ya aku harus nitipin asya disinii semoga nggak ngerepotin, kalo asya nakal hukum saja" ucap ayah asya

"Ih ayah aca ga gitu ya" elak asya

"Tidak merepotkan, kami malah senang ada asya disinii" ucap abi

"Terimakasih om" jawab asya

"Panggil abi dan uma saja" suruh abi

"siap om-eh abi" ucap asya dengan tangan hormat

Garren asya senyum tipis setipis-tipisnya hingga tidak dilihat oleh siapa pun

"Masyaallahh lakik siapa ini ganteng pol, apa jodoh gua ya?"batin asya

"Ayo mba aku antar ke asrama" ucap aya ke asya

Lalu diagguki oleh asya

"Izin mau nganter mba asya ya bi, biar mba asya langsung istirahat, assalamualaikum" pamit aya

"Walaikumsalam" ucap mereka serempak

---

"Lo kok tau nama gua?" Tanya asya

"Iya tau uma yang ngasih tau mba asya" jawab aya

"Oh, nama lo siapa?" Tanyanya

"Aku ayanara panggil aya aja" jawabnya

"Oke siap" ucap asya

Mereka sudah sampai di asrama, asya satu asrama dengan aya karna aya tidak mau tinggal dirumah setelah abangnya pergi kuliah karna aya merasa kesepian lalu aya meminta abinya untuk membolehkan aya tinggal diasrama

Tok tok tok

"Assalamualaikum mba" Salam aya memasuki asrama

"Walaikumsalam ning" jawab mereka serempak dari dalam

"Wah ada temen baru kita" ucap salah satu teman kamar asya

"Kenalin ini mba asya" ucap aya

"Haii kenalin aku Linda dewinda panggil aja Linda" ucapnya

"Kalo aku keyna azzahra panggil key aja"

"Aku Erina putri"

Dan asya hanya menganguk

"Ini dimana kasur gua" tanya asya karena ada 6 kasur disana

"Kamu diatas aku sya dipojok ya" jawab Linda dan diangguki asya

"Yasudah, aku mau balik ke ndalem dulu ada urusan" pamit aya

"Iya Ning" jawab mereka bertiga kompak

"Assalamualaikum"

"Walaikumsalam "

---

Saat ini keluarga asya dan keluarga garren sedang menuju hotel yang hanya dihadiri keluarga dekat

Setelah sampai acara akan segera dimulai

"Jangan gugup mas" ucap abi dan dianggukinya

"Sudah siap?"tanya penghulu

"Siap" jawab garren dengan lantang

Garren menjabat tangan ayah asya

"Yaa Garrensya Azkara Al-Ghifari bin Ali Azhar Al-Ghifari. Ankahtuka wazwwajtuka mahtubataka Asyara Alhumaira binta Ardy Alfarizki alal mahril 100.000.000 Rupiah wakhamsat washarun jiraman min almusawighat aldahabia wamajmuat min adawat asala haallan." Ucap ayah asya

"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bila mahril madzkur haallan" ucap garren lantang dengan satu hebusan nafas

Ujung bibir garren membentuk senyuman

"alhamdulilah" ucap semua orang yang berada disana

---

Terdengar suara azdan ashar di pesantren Al-Ikhlas santri sudah bersiap untuk sholat tetapi asya masih tidur karena dia susah dibangunkan

"Ayo sya, bangun nanti ada mbak dara marahin kamu" ucap Linda tak henti henti membangunkan asya dengan sabar.

"Sudah lah nanti kita telat. Asya si susah dibangunin" ucap key takut di hukum

"Yasudah" pasrah Linda

Setelah mereka bertiga berangkat menuju masjid mbak dara selaku keamanan pondok akan mengecek kekamar bersama ustazah Aisyah

Ceklek

"Astaghfirullah, pasti ini santri baru" ucap dara dengan geram

"Gapapa dar, kita banguin" ucap Aisyah

"Bangun mbak, bangun" ucap Aisyah

"Saya ambil air dulu ustazah biar bangun" ucap dara. Tanpa menunggu jawaban ustazah Aisyah dara mengambil air dan mengguyur muka asya

"Anjir, banjir Cok" ucap asya

"Astaghfirullah ucapanmu dijaga!" Ucap dara

"Siapa lo nyuruh-nyuruh gua" jawab asya

"Sudah-sudah kamu ambil air wudhu dulu" suruh Aisyah

"Setelah itu temui saya!" Tambahan dara

"Yaa" jawab asya

Setelah itu ustazah Aisyah dan dara keluar dari kamar asya mengambil wudhu dan sholat di kamar

Tidak lama setelah itu teman-teman kamar asya kembali

Ceklek

"Assalamu'alaikum" ucapnya serempak

"Walaikumsalam" jawab asya

"Udah bangun to, tadi aku bangunin ga bangun-bangun kamunya" ucap Linda

"Sorry, mau tanya nemuin si dar dar siapa ya? Gua lupa tanya namanya" tanya asyaa

"Mbak dara?" Ucap Erina

"Iya mungkin" ucap asya

"Ya udah aku anter yuk" ajak Erina

"Eh aku ikut" ucap key

"Aku nggak mau ngehafalin tugas dulu belum hafal soalnya" ucap Linda

"Yaudah, assalamu'alaikum" pamitnya

"Walaikumsalam"

Setelah sampai di kantor dara asya ditinggal temannya karena Erina kebelet akhirnya ia menemui si nenek lampir sendiri

"Kamu saya hukum" ucap dara

"Gua ngga ngapa-ngapain kok dihukum?" Protes asya

"Kamu sudah tidur saat sholat ashar kamu dihukum, seminggu membantu masak didapur setiap makan malam dan kamu membersihkan toilet sekarang" ucapannya

"Siapa lu suruh-suruh gua?! Dasar nenek lampir" ucap asya kesal

"Lakukan saja! Kamu itu tidak sopan" ucap dara

Asya meninggalkan ruang dara dengan kesal. Lalu kembali kekamar

"Gua dihukum " ucap asya

"Salam dulu" ingat key

"Assalamu'alaikum" ucapnya

"Walaikumsalam"

"Di kerjain aja daripada nambah hukuman kamu" saran Erina

"Dihukum apa?" Tanya Linda

"Masak didapur pesantren selama seminggu dan mbersihin toilet " ucapnya

"Yaudah, kerjain aja daripada ngga ngerjain tambah lebih berat hukumannya " ucap Linda

"Yaudah, mau mandi dulu deh" ucapnya lalu mengambil peralatan mandi

---

Keluarga ndalem sudah kembali kepesantren. Pagi pun sudah menjadi malam

"Terimakasih yaallah, engkau sudah mendengarkan doa-doa hamba tidak sia-sia perjuangan hamba. Yaallah jaga dia jika hamba tidak disampingnya, luluhkan hatinya terhadap engkau dahulu biarlah dia mencintai hamba karenamu bukan karena fisik atau pun nafsu amin amin yaarobb" doa garren

Setelah selesai sholat isya garren selalu bertadarus terlebih dahulu setelah bertadarus garren akan langsung tidur

"Asya asya saya akan mencintaimu selalu sejauhh apapun jaraknya saya akan menitipkanmu kepada penciptamu" ucapnya lalu berdoa untuk tidur

-----

Segini dulu yawww

Jangan lupa vote dan comment

Terimakasi semuanyaa💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!