"teruslah bersyukur karena Allah sudah mentakdirkan yang baik untukmu"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Pagi ini asya sudah bersiap sekolah. Garren pun sudah siap untuk mengajar. Garren tidak membolehkan asya keluar selain sekolah. Semua keluarga sudah mengetahui jika asya sudah isi. Abi dan uma berniat untuk membuat resepsi serta syukuran.
1 Minggu lagi asya akan lulus sekolah. Dan setelah itu akan mengadakan syukuran dan resepsi. Semua sudah disiapkan oleh Uma asya dan garren hanya terima jadi.
"Sayang jangan capek-capek ya kasian dede bayinya" ucapnya lalu mengelus-elus perut asya yg masih rata
"Iya mas" jawabnya
Lalu garren mengantarkan asya ke kelas. Setelah itu ia bergegas berangkat ke kampus.
---
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 asya baru saja pulang. Ia tidak diperbolehkan membantu uma karena uma takut asya kecapekan. Asya disuruh kekamar saja untuk beristirahat.
Ia membuka handphone nya, ternyata ada chat dari suaminya
Mas garrenð¤
Makan jangan lupa sayang, sholat juga terus istirahat yaa! Habis ini mas pulang tunggu dikamar yaaâ¤ï¸
13.06
Anda
Iya mas sayangg ð¤
13.08
Mas garrenð¤
Pengen sesuatu humairaku?
13.08
Anda
Em, asya pengen batagor abang-abang, samaa es buah yaa mas hhehe
13.09
Mas garrenð¤
Siap otww bocmilâ¤ï¸ð¥°
13.09
Anda
Bocmil?
13.09
Mas garrenð¤
Bocil hamil
13.10
Anda
AWAS KAMUU MAS!
13.10
Asya kesal membaca chat dengan garren. Tetapi lucuu karena beda dari yang lainn, ada ada saja suami asya inii.
Setelah 30menit garren sampai ndalem. Ia hanya mendekati uma memberikan batagor untuk Abi, Aya, dan Uma. Lalu ia mengambil gelas dan piring untuk dimakan dikamar.
Ceklek
"Assalamu'alaikum bocmilkuu sayangg" ucap garren memasuki kamar
"Walaikumsalam mas" jawabn asya
"Mana batagor sama es buahnya?" Tanya asya garren terkekeh. Apakah istrinya sangat mengidam batagor dan es buah? Pikirnya.
"Ini sayang, aku siapin dulu yaa " ucapnya lalu diangguki asya. Garren memindahkan batagor yang berbungkus plastik ke piring dan tak lupa es buahnya juga.
"BATAGOR DAN ES BUAHNYA SUDAH SIAP UNTUK BOCMIL" ucap garren mendekati asya
"YEYY" jawab asya heboh. Mereka memakan satu piring berdua hingga habis.
---
Sore ini asya bangun tidur. Ia tiba-tiba mengidam. Ia mencari suaminya yang ternyata ada diruang tamu bersama teman-teman geng motornya.
Asya mendekati garren lalu berbisik.
"Mas asya ngidam" ucapnya tepat ditelinga garren
"Ngidam apa sayang?" Tanyanya
"Aku pengen muletin rambut mas garren sama temen-temen mas!" Ucapnya Membuat semuanya kaget.
"Asya udah isi ren?" Tanya Hazam lalu diangguki garren
"Wih selamat buketu" ucap Keean
"Tapi ini buketu beneran mau muletin rambut kita?" Tanya hazam lalu diangguki asya
"Mulet itu gimana sayang?" Tanya garren lalu asya membuka hpnya dan mencari foto di google.
"Nggak cocok di aku sayang" tolak garren halus
"IHH, MAU DIBOTAKIN AJA HAH?" tanyanya asya kesal rasanya ia ingin menangis tetapi maluu.
Asya menunduk. Dan tiba-tiba menangis " hiks hiks" ucapnya
"Heyy sayang jangan menangis yaa!" Ucap garren
"Mas mau deh digituin" ucap garren.
"Nggak jadi asya udah nggak mau!" Ucapnya dipotong
"Asya mau liat roti sobekk punya varel!!!" Ucapnya
Varel masih sibukk dengan handphonenya. Ia merasa dipanggil ia menengok "nggak nggak" tolaknya cepat.
"Liat punya aku aja yang, aku juga punya" bujuk garren.
"Nggak!" Jawab asya lalu lari kekamar dan menangis. Uma yang melihat pun binggung.
"Kenapa asya?" Tanya uma
"Lagi ada masalah kecil Uma, bentar garren mau susul asya. Assalamu'alaikum" pamitnya
Garren membuka pintu untungnya tidak dikunci "Heyy sayang ayo lah liat punya aku yaa" bujuk garren
"Mau punya varel mas" ucapnya
"Zina mata sayang. Yang halal aja ya" bujuknya
"Yauda mau seblak bandung" ucapnya lalu diangguki garren
" Nah ini aja ya bentar mas beliin" ucapnya
"Mau belinya dibandung yang nggak mau dijakarta. Mau sekarang juga" ucap asyaa membuat garren kaget.
Mau tidak mau Garren harus menuruti sekarang juga kebandung daripada istrinya meminta yang aneh-aneh lagi yang diluar nalar.
"Yasudah siap-siap yuk, kita kebandung sekarang juga" ucap garren lalu diangguki asya dengan semangat.
"Terimakasih ayang garren" ucap asya mencium pipi kanan garren
"Yang satu iri sayang" Ucap garren lalu menepuk Pipi kirinya laluuu
Cup
Cup
Asya mengecup pucuk kepala garren.
---
Sekarang asya dan garren sudah berada di Bandung. Mereka akan menginap dihotel 2hari. Setelah sholat isya asya dan garren akan membeli seblak bandung yang sangat diidam-idamkan oleh Asya.
Mereka menyewa motor vespan request an asya agar bisa berpacaran halal dengan Garren. Garren sudah menolak tetapi asya memaksanya. Ia mengelilingi kota Bandung terlebih dahulu.
Setelah itu Garren mengantar asya untuk membeli seblak. Asya sedang memilih-milih toping. Garren melihat ada warung pecel lele di sebrang jalan. Ia berniat membeli itu karena ia tidak bisa memakan seblak.
Garren mendekati asya. "Sayang aku mau beli pecel lele aja ya disebrang. Kalo udah selesai tunggu aku balik nggak boleh pergi-pergi ya!" Ucap garren lalu diangguki asya dengan patuh
Garren menyebrang dan memasannya 2 untuk dibawa ke hotel karena bisa saja asya memintanya 1. Garren tidak gengsi untuk membeli makanan kaki lima. Menurutnya semua makanan sama dan lebih enak yang sederhana. Ia tidak suka yang terlalu mewah-mewah.
Setelah selesai garren kembali kekedai seblak. Pesanan asya sudah selesai. Mereka berjalan pulang tetapi asya meminta wedang ronde terlebih dahulu.
Garren membelikan wedang ronde untuk asya. Setelah itu Garren teringat jika ia belum membelikan susu ibu hamil untuk asya. Walaupun asya bukan bumil melainkan bocmil ya tetapi harus meminum susu.
Garren memilih ke indoamret untuk membelinya. Tidak lupa asya jajan yaa. Asya sangat doyan jajan sejak berbadan dua. Ia sering merasa lapar. Jadi stock haruss banyak.
Garren sudah membeli semuanya yang diinginkan asya. Boros sedikit demi dede bayi sama istri tidak apa-apa katanya karena ini juga tidak membuat rezekinya berkurang.
-----
Segini dulu yaa mood-nya lagi nggak baik-baik aja soalnya.
Janlupaa yaw vote and comment.
Tinggalin jejak kalian!!
Tandain yaw kalo typo!!
Terimakasih semuanyað
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!