"sebaik-baiknya pendosa adalah segera bertaubat, dan berusaha beristriqomah walaupun banyak godaan yang mengganggu."
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Asya sudah dibolehkan pulang sejak seminggu lalu. Keluarga asya juga sudah pulang dari pesantren. Uma belum membolehkan garren dan asya tinggal sendiri.
Pagi ini asya bangun terlebih dahulu sebelum garren bagun karena perutnya mual, sangat mual. Ia bergegas kekamar mandi tetapi hanya cairan bening yang ia muntahkan.
Garren terbangun tidak mendapati istrinya disampingnya. Saat ia ingin mencarinya asya keluar kamar mandi dengan memegang perutnya.
"Kenapa sayang?" Tanyanya panik.
"Gak papa asya cuma kecapean sama mual" ucapnya lalu garren memapahnya untuk duduk di samping ranjang.
"Yaudah habis ini uma aku suruh bikin bubur. Sini perutnya diminyakin" ucap garren lalu menuangkan minyak ditangan kemudian diusapkan di perut asya.
"Aku mandi dulu ya. Klo udah enakan langsung sholat yaa" ucapnya diangguki asya.
Setelah garren keluar mandi asya bergegas mengambil air wudhu. Lalu sholat berjamaah dengan garren. Setelah selesai garren menyuru asya beristirahat.
Garren keluar dan meminta bantuan kepada umanya membuat bubur untuk asya. Asya dikamar ingat jika dia telat datang bulan. "Atau jangan-jangan aku?hamil?" Pikirnya, dan ucapannya didalam hati
"Heii sayang" ucap garren membuyarkan lamunan asya
"Ehh mas" jawabnya
"Nggak kekampus?" Tanyanya
"Masa istriku sakit aku kerja " jawabnya
"Mauu zoom aja yang" ucap garren hanya diangguki asya
Tok tok
Ceklek
"Nih buburnya. Asya nggak usah sekolah dulu yaa, nggak usah turun juga biar istirahat" ucap uma
Lalu garren mengangguk "terimakasih umakuu yang cantik" jawabnya lalu uma berpamit untuk turun. Garren menutup pintu lalu mendekati asya.
"Ini buburnya dimakan ya sayang biar enakan" ucapnya diangguki asya
"Huek!"
"Huek!"
Asya berlari kekamar mandi lalu garren mengikuti dari belakang.
"Sayang, ayo kedokter aja yaa" bujuk garren
"Nggak papa mas, habis ini enakan kok" ucap asya lalu memapahnya
Drt drt
Ponsel garren yang berada di salah bergetar menandakan ada yang menelpon.
"Assalamu'alaikum, ada apa?"
"......"
"Memang tidak bisa besok?"
"......"
"Yasudah. Saya kesana, assalamu'alaikum" ucap lalu mematikan telpon secara sepihak. Ia langsung melihat asya yang duduk lemas. Asya pun tersenyum.
"Kekampus aja. Asya nggak ppa" ucapnya
"Bener nggak papa?" Tanyanya lalu diangguki asya.
"Nggak papa mas. Mas mandi aku siapin bajunya" ucapnya lalu asya ingin berdiri tetapi dicegah oleh garren.
"Aku aja yang, kamu istirahat aja. Nggak ada penolakan!" Ucapnya diangguki asya.
Setelah bersiap-siap garren bergegas kekampus. Asya berniat ngecek apakah benar dia hamil Atau tidak. Asya sebelumnya sudah membeli tespek karena ia merasakan badannya tidak enak.
Asya mencoba tespek tersebut. Ia takut tidak sesuai dengan aslinya. Ternyata hasilnya adalah POSITIF garis 2. ia sangat senang tetapi ia ingin mencoba mengecek kedokter agar lebih akurat.
Ia ingin memberikan surprise kepada garren. Ia berusaha mencari cara agar bisa izin dengan Uma, Karena pasti Uma tidak akan membolehkan. Ia mempunyai ide jika ingin kerumah bunda. Ia menelpon bunda untuk meminta tolong.
Setelah itu bunda asya menjemput asya dipesantren. Bunda hanya beralasan untuk mengajak asya untuk pergi jalan-jalan.
"Assalamu'alaikum" ucap bunda
"Walaikumsalam, ehh Anin" jawab uma lalu memeluknya
"Iyaa, Mau liat asya kangen banget " ucapnya lalu diangguki Uma
"Eh nda " ucap asya saat turun lalu memeluk bundannya.
"Zainab, aku mauu ngajak asya keluar yaa mau jalan-jalan aja" ucapnya
"Asya badannya udah enakan?" Tanya uma lalu diangguki asya dan uma mengangguk kepada bunda asya
"Udah izin sama suami?" Tanya uma
"Bentar asya kabarin habis ini, asya ganti duluu yaa" ucapnya lalu bergegas keatas.
Zainab dan anin mengobrol obrol ria. Asya melihat room chat bersama garren.
Mas garrenð¤
Hari ini
Anda
Assalamu'alaikum mas, asya mau izin keluar sama bunda. Badannya udah enakan kok mas.
13.30
Mas garrenð¤
Beneran udah enak badannya? Kalo udah enak nggak papa sayang. Hati-hati dijalan yaa, jangan pulang terlalu soreð¥°
13.31
Anda
Iya mas sayang.
13.31
Setelah mendapatkan izin asya berganti pakaian. Ia menggunakan gamis polos berwarna navy dan cadar yang senada.
Asya turun lalu langsung berangkat dengan bundannya. Asya bercerita banyak tentang kehidupannya dipesantren. Setelah sekitar 20menitan bunda dan asya sudah sampai di rumah sakit citra jaya.
Asya mendaftar untuk bertemu dengan dokter kandungan yang bernama Dokter gina. Asya hanya menunggu 10menit saja. Asya masuk lalu diperiksa oleh dokter gina. Asya menunggu hasilnya keluar hanya 15menit
Dokter gina tersenyum "selamat ya ibu asya akan menjadi orang tua" ucapnya lalu memberikan hasil dari pemeriksaan tersebut.
"Kandungan nya dijaga ya bu, masih rentan karena masih 1 Minggu dan umur asya masih terbilang muda" ucapnya lagi asya tersenyum.
"Selamat ya sayang" ucap bunda asya
"Makasih bunda" ucapnya lalu memeluk bunda
"Ini saya kasih vitamin ya bu, bisa ibu tebus di apotek" ucap gina
"Iya dokter terimakasih" ucap uma dan asya bersamaan.
Setelah itu mereka keluar dan menebus vitamin untuk asya.
"Bunda nggak nyangka anak bunda udah besar udah mau jadi bunda juga" ucap bunda dengan tangis haru lalu asya memeluk bunda
"Iya Bun, asya udah besar yaa. Makasih ya bunda udah melahirkan asya, merawat dan membesarkan asya sampai sekarang walaupun asya dulu bandel" ucapnya lalu melepas pelukannya
"Sebandel-bandelnya kamu sekarang udah berubah" ucap bunda
"Iya bundaa" Jawab asya
"Pengen sesuatu gitu nggk sya?" Tanyanya bunda
"Emm, asya pengen rujak bunda" ucapnya lalu diangguki bunda. Bunda langsung tancap gas membelikan calon cucunya rujak. Di perjalanan bunda hanya bercerita saat hamil asya.
"Kamu mau kasih tau garren kapan?" Tanya bunda
"Mauu sekalian surprise mas garren bun, tanggal 24 besok kan mas garren ulang tahun" jawabnya dengan senyuman manis
"Bagus itu pintar sekali anak bunda" ucapnya lalu mengelus-elus kepala asya yang terbalut hijab.
"Jelas Bun" jawabnya menyombongkan diri.
Setelah itu bunda dan asya mempir mall untuk membeli beberapa gamis. Lalu bunda mengantarkan asya kepesantren karena hari sudah soree. Dan ayah asya sudah menuju pulang. Bunda tidak mampir karena terburu-buru.
-----
Segini duluu yaww, maap baruu up karna lagi sibuk dan mood lagi ngga baik, soalnya kalo mood nya nggak baik pasti nggak bisa mikir hhehe.
Gimana kurang panjang nggak??
Terimakasih semuanya ð
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!