Chapter 15 of 38

13

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,121 words~6 min read

"jangan pernah meninggi karena dipuji, tetap merendah karena kita semuanya sama dimata allah swt".

Garrensya Azkara Al-Ghifari

-----

Asya dan garren sudah sampai di pantai. Mereka baru melaksanakan sholat asar. Ia menunggu diwarung pinggir pantai

"Mau makan apa mas? Kamu belum makan loh" ucap asya

"Terserah kamu aja" jawabnya

"Siap mas, tunggu sinii yaa" ucapnya masuk

"Buk mau pesen ya, mau cumi asam manis 1, kerang rica-rica 1, tumis kangkung 1 sama nasi. Minumnya jeruk hangat 2 ya Bu" ucap asya kepada ibu penjaga warung

"Siap neng ditunggu ya" jawabnya lalu diangguki asya

Asya kembali menghampiri garren yang duduk sambil memainkan ponsel.

"Mas ponsel asya?" Tanyanya

Garren mengambil ditasnya lalu menyerahkan keasya. "Terimakasih mass garren" ucapnya

"Sama-sama zawjati" jawabnya lalu mengelus-elus rambut asya yang berbalut hijab.

Tidak lama makanan datang. Garren dan asya makan bersama. Setelah selesai asya mengajak garren kepinggir pantai untuk berfoto.

"Ayo mass" ucapnya lalu diangguki garren. Asya milihat anak kecil ia ingin meminta tolong untuk memfotokannya

"Assalamu'alaikum dek, Kakak mau minta tolong boleh?" Tanyanya

"Boleh kak, minta tolong apa?" Ucapnya

"Foto in kakak sama kakak-kakak ini ya" ucapnya lalu diangguki anak kecil itu

Cekrek.

"Ini kak" ucapnya

"Terimakasih adek, ini kakak punya coklat buat kamu" ucap asya mengeluarkan coklat dari tasnya

"Kapan belinya sayang?" Tanya garren

"Tadi sebelum berangkat" jawabnya lalu dianggukinya

Garren berinsiatif untuk mengepost kebersamaannya dengan asya di ig.

Grrnsyaazkralg_

1.248k menyukai postingan anda

sama si cantik🤍 Asyaraalhmra_

--

Asyaraalhmra_

1.236k menyukai postingan anda

with my husband🖤  Grrnsyaazkralg_

---

Asya dan garren sudah berada diperjalanan pulang. Setelah sholat asya tertidur karena kecapekan. Garren berinisial untuk membeli sayur di minimarket, biarkan dia yang masak karena asya sudah kecapekan.

Garren stop dilampu merah. Ia memandang asya yang tidur dengan cadar dicopot. "Masyaallahh istri Garren cantik sekali" ucapnya lalu mengelus-elus pipi asya.

Tin.

Tin.

Suara klakson mobil belakang karena lampu sudah berubah menjadi hijau. Garren langsung melajukan mobilnya. Setelah garren mampir ke minimarket, ia bergegas pulang kerumahnya.

Sekitar 15menitan garren dan asya sudah berada di rumah barunya. Garren berniat membangunkan asya. "Ayo bangun sayang sudah sampai" ucapnya mengelus-elus kepala asya.

"Egh"

"Eh? udah sampe mas?" Tanyanya

"Iya sayang. Ayo turun" ucapnya lalu asya bergegas turun

Gambaran rumah garren dan asya yang didesain garren sendiri dengan warna kesukaan dan selera asya.

"Apa ini nggak kebesaran buat kita mas?" Tanyanya

"Tidak sayang, insyaallah cukup" jawabnya senyum manis

"Aaaa asya suka banget! Mirip banget sama rumah impian asya" ucapnya

"Hehehe, alhamdulilah kalo suka zawjati" jawabnya

"Ayo masuk" ucap garren lalu diangguki asya.

"Langsung kekamar istirahat ya, biar aku yang masak" ucapnya

"Asya aja yang masak jawabnya

"Aku aja. Kamu bersih-bersih dulu ya cantik" ucapnya

"Yuk aku anter kekamar" ucapnya lagi lalu mengandeng asya

"Masyaallah mas, ini beneran kamar asya?" Tanyanya

"Kamar kita sayang" jawabnya

"Makasi ya mas" ucapnya lalu berjinjit untuk mencium pipi garren

"Sama-sama zawjati. Mandi sana" ucapnya lalu diangguki asya. Garren bergegas kedapur ia ingin memasakan istri tercintanya nasi goreng dan ayam goreng.

Ia memasak nasi terlebih dahulu. Lalu menyiapkan bahan-bahan lainnya. Ayamnya sudah di marinasi tinggal digoreng. Ia menggoreng ayam terlebih dahulu. Setelah selesai nasi sudah matang lalu ia membuat nasi goreng.

"Mas" ucapnya

"Belum selesai" tanya asya

"Belum sayang tinggal goreng nasi" jawabnya

"Kamu bersih-bersih aja. Biar aku yang masak" ucapnya melihat dari wajah garren kelelahan

"Nggak ppa yang?" Tanyanya

"Iya kan tugas istri, sana mandi" ucapnya

"Makasih ya sayangku" ucap garren lalu bergegas kekamar. Saat garren turun setelah mandi asya pun sudah menyiapkan makanan diatas meja.

"Yang beresin baju kamu yang?" Tanya garren karena baju yang berada dikoper sudah tidak ada

"Iya mas. Yuk makan terus istrihat " ucap asya. Setelah makan asya membereskan piring dan alat masak. Garren sudah dikamar dgn laptop didepannya.

Setelah selesai asya keatas. Ia mengambil handphone nya dipinggir ranjang. Ia melirik garren yang masih sibuk dengan laptopnya. Asya bermain ponsel dipinggir ranjang lalu scrol ig sampai ia menemukan kata-kata "jika kamu belum memberikan hak suami kepada suamimu, kamu akan berdosa." Asya berpikir. Ia belum memberikan haknya kepada garren. Ia takut tetapi ia juga takut dosa.

Asya ingat jika umanya pernah membelikan baju haram kepadanya. Dan baju itu terbawa. Asya berpikir "aku kasih sekarang aja gimana yaa?" Batinnya. Asya bergegas mengambil baju itu lalu kekamar mandi.

Asya sudah berganti pakaian memakai baju kurang bahan seperti itu. Ia mengambil parfum, dan liptint. Ia keluar dari kamar mandi.

"Mas" ucapnya

"Hem?" Jawab garren tanpa melihat keasya

"Mas Garrensya Azkara Al-Ghifari!" Ucapnya lalu garren melihat asya

"Astaghfirullah halazim" ucapnya kaget lalu menunduk dan beristighfar didalam hati.

"Kenapa malah liatin lantai? Asya jelek ya?" Tanyanya lalu menunduk

Garren lalu melihat asya dan memeluknya. "Tidak sayang tetapi kenapa kamu memakai baju kurang bahan seperti ini? Disini dingin loh" ucap garren mengelus-elus rambut panjang asya.

"Aku cuma mau kasih hak mas kok. Asya nggak mau dosa terus karena nggak kasih hak mas" ucapnya menunduk

"Bener? Nanti nyesel loh" ucap garren.

"Enggak" jawab asya

"Yasudah aku sholat dulu" ucapnya

"Kok malah sholat sih mas?" Tanya asya

"Harus sholat Sunnah dua raka'at dulu sayang" jawab garren

"Yasudah ayo" ucap asya.

"Saya saja zawjati tunggu disini" ucap garren lalu diangguki adya

Setelah garren selesai sholat.

"Sudah hafal doannya sayang?" Tanyanya lalu dijawab dengan gelengan oleh asya

"Ikutin aku yaa" ucapnya

" Bismillah, allahuma"

"Bismillah, allahuma"

"jannibnaassayyaithaana"

"jannibnaassayyaithaana"

"wa jannibi"

"wa jannibi"

"syaithoona maarzaqtanaa"

"syaithoona maarzaqtanaa"

"Amin"

"Amin"

"Artinya Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang engkau anugerahkan kepada kami" ucap garren lalu ditirukan asya.

Mereka melakukan apa hanya asya, garren dan Allah yang tau.

---

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 asya dan garren baru tidur jam 2 malam. Garren terbangun ia kaget karena matahari sudah terbit. Ia melirik jam sudah menunjukkan pukul 6. Garren tadi malam sudah mandi suci.

"Sayang bangun, kita kesiangan" ucap garren mengelus-elus rambut asya

"Egh"

"Jam berapa mas?" Tanyanya

"Jam 6 yang" ucap membuat asya langsung duduk

"Aw" ucapnya

"Kenapa sayang? Masih sakit? Maafin mas ya sayang" ucapnya khawatir

"Yaa sakit lah" jawab asya kesal

"Maaf sayangku, tadi mal-" ucapan garren dipotong oleh asya

"Bisa nggak gak usah dibahas" ucapnya lalu membuang muka

"Utututuu istrinya garren maluu" ucapnya lalu menciumi seluruh wajah asya

"Sudah ayo mandi, nanti sholatnya di qhodo yaa" ucapnya

"Nggak mau, nanti bukan mandi kalo sama kamu" ucap asya

"Sayangnya aku emang tau cara mandi nya Hem?" Ucap garren membuat asya terdiam seribu bahasa. Garren lalu menggendong asya dengan terbalut selimut kekamar mandi.

---

"Eh gus garren sama ning asya, udah mulai pindah kerumah baru loh. Katanya sih tadi malem nginep disana" ucap salah satu santri.

Ada seseorang yang mendengarnya

"Nggak akan kubiarkan dia bahagia diatas penderitaanku." Ucapnya

"Tunggu rencanaku selanjutnya Asyara Alhumaira!" Ucapnya dengan senyum licik.

-----

Segini duluu yaww.

Tinggalin jejak kalian disinii.

Jangan lupa vote and comment yaaww

Terimakasih semuanyaa 💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!