Assalamu'alaikum gaiss
-----
"Jangan pernah memaksa yang bukan takdir kita"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Waktu sudah menunjukkan pukul 4. Garren yang baru saja bangun dari tidurnya mencari sang istri karena tidak ada disampingnya.
"Asyaa kemana" ucapnya kepada dirinya sendiri
"Hiks hiks asya pergi, hua uma" ucapnya dengan keluar kamar
"Hiks hiks"
"Kenapa kamu ren?" Tanya uma
"A-s-y-a n-n-ggak a-da di kamar umaa huaa"Â jawabnya
"Siapa yang nangis Uma?" Tanya asya dari belakang Uma
Lalu garren langsung memeluk asya tetapi tetap menangis
"Hiks jahat banget arren di tinggal" ucapnya
"Maaf ya, asya dari asrama nih ambil buku. Maaf nggak pamit soalnya Gus tidurnya nyenyak banget" jawabnya
"Iya, besok Ndak boleh diulang ya" ucapnya berkaca-kaca
"Iya, masih pusing?" Tanya asya
"Iya"
"Yaudah ayo kekamar istirahat aja ya" ucapnya mengelus punggung garren lalu diangguki garren.
"Udah kekamar aja, nanti bayinya nangis lagi Uma juga mau mandi. Assalamu'alaikum" pamit Uma
"Walaikumsalam" jawabnya
---
Key sedang diasrama bersama erina dan linda karena tadi key mengambil barang yang ketinggalan.
"Belum bisa maafin asya key?" Tanya erinaa
"Gak bakal bisa" ucap nya berubah menjadi keras
"Didalam Islam itu nggak dibolehin dendam ataupun kita marahan lebih dari 3 hari" ucap Linda
"Aku gak cari masalah sama dia tapi dia malah cari masalah sama aku. Aku percaya sama dia tapi dia nusuk aku dari belakang" jawabnya
"Nggak sepenuhnya salah asya key, persahabatan kita juga jadi hancur. Jangan gini kan kita sahabat" ucap Linda
"Yang salah kalian. Kalian malah milih asya daripada aku. Padahal sebelum kenal asya kalian selalu support aku. Persahabatan kita hancur juga karena asya. Kalian sadar nggak sih?! Aku pamit mau kembali keasrama ku. Assalamu'alaikum" ucapnya dengan menutup pintu
Brak
"Astaghfirullah" ucap erina dan linda bersamaan
"Padahal kita nggak pilih-pilih. Tapi key juga salah karena dia dendam sama asya" ucap erina melirik Linda
"Udah lah pasti kita bakal baikan. Mending belajar habis ini tes kelulusan loh" ucap Linda lalu diangguki key
---
Sore sudah menjadi malam. Kini asya dan gareen ada dikamar. Asya ingin belajar karena besok tes. Garren masih manja hingga asya pusing mendengarnya.
"Gus tidur dulu aja ya, asya mau belajar besok tes" ucapnya
"Ndak, saya tungguin. Nanti saya Ndak bisa tidur kalo Ndak dipeluk kamu" ucapnya
"Bisa Gus. Biasanya juga tidur nggak dipeluk asya" ucapnya
"Kamu jahat. Nggak mau saya peluk" ucapnya dengan berkaca-kaca
"Nggak. Biasanya juga nggak peluk" jawab asya cepat
"Ayolah peluk Yaa" ucapnya lalu memperlihatkan mata lucunya
"Yaa" jawabnya
"Maaci" ucapnya lalu memeluk asya dimeja belajar
"Lepas dulu aku mau belajar" ucapnya lalu diangguki oleh garren. Garren berpindah di sofa memantau asya dari sana.
"Sya pengen punya anak berapa?" Tanyanya
"HAH?!" jawabannya reflek
"Mau punya anak berapaa? Aku pengennya 6 sih tapi sedikasinya aja sama Allah" ucapnya
"enam Gus??" Tanyanya
"Iya nggak keberatan kan? Lagian banyak anak, banyak rezeki" jawabnya enteng
"Sedikasinya Gus, udah lah asya mau fokus ini" jawabnya kesal
"Iya iya maaf"
Setelah hampir 1jam asya sudah selesai belajar. Ternyata garren tertidur disofa. Asya memperhatikan wajah tampan garren. Masyaallahh banget yaa Allah batinnya
"Saya tau kalo sayaa ganteng. Jangan liatin saya sampe segitunya dong" ucapnya pede
"Nggak ya nggak aku cuma mau bangunin Gus kok. Kepedean banget" jawabnya
"Udah ayo tidur peluk sayaa yaa" ucapnya
"Ya" jawab asya dengan malas.
Lalu garren memeluk asya dan asya berada di leher garren. Asya bisa merasakan hembusan nafas garren.
"Jangan lupa berdoa cantik" ucapnya
---
Malam sudah menjadi pagi. Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, asya terbangun ia masih dipeluk erat oleh garren. Asya berusaha memegang kepala garren. Masih panas atau tidak jika panas asya pasti tidak bisa fokus sekolah tetapi ternyata sudah dingin.
"Bangun yuk cantiik sholat dulu " ucap garren melepaskan pelukannya. Asya mendengar suara garren langsung menutup mata seperti belum bangun.
"Iya bangun" jawabnya singkat
"Saya mandi dulu" ucapnya lalu masuk kekamar mandi
"Udah sembuh terus sok-sok an cool lagi" ucapnya
"Saya denger" jawabnya
"Siyi dingir" ucapnya mengejek
"Awas ya kamu sya" ucap garren
Asya merapihkan tempat tidur, ia juga menyiapkan alat sholat lalu dia mandi. Setelah sholat tidak lupa asya setor hafalan kepada garren. Asya pergi ke dapur untuk membantu uma memasak dan garren dikamar menyiapkan materi untuk mengajar.
"Uma masa-lah udah matang Uma?" Tanyanya
"Salam dulu nduk"
"Assalamu'alaikum umaa" ucapnya
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawabnya
"Iya udah matang soalnya cuma bikin nasi goreng. Kamu siap-siap sekolah saja sya " ucap Uma.
"Tapi Uma" ucapnya
"Nggak papa sana siap-siap aja ya" ucap uma lagi
"Iya-iya Uma, assalamu'alaikum" ucapnya naik lagi kekamar
Ceklek
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu, kenapa balik sya" tanya garren karena tidak biasanya asya kembali kekamar secepat ini
"Uma udah masak asya nggak boleh bantu" jawabnya lalu memanyunkan bibirnya
"Utututuu jangan ngambek, uma pasti mau kamu belajar fokus ujian" ucapnya lalu memegang hidung asya dengan gemas
" Tapikan itu juga tugas asya sebagai istri Gus" ucapnya
"Tidak. Tugas kamu cuma memberikan hak kepada saya, mengandung dan melahirkan anak. Selebihnya ituu bukan tugas kamu. Kita bisa bagi-bagi tugas, tidak hanya kamu yang melakukan pekerjaan rumah sendiri. Paham?" Tanya garren
"Maaf Gus" ucapnya lalu menunduk
"Hey, kenapa? Jangan buat mahkotamu turun tuan putri" ucapnya lalu memegang wajah asya untuk melihat dirinya
"Asya belum bisa jadi istri sepenuhnya. Asya berdosa belum kasih hak ke gus" ucapnya dengan air mata yang jatuh. Garren langsung mengelap menggunakan punggung tangannya
"Saya berjanji tidak akan mengambil hak saya sebelum kamu lulus cantik. Saya tau kamu masih punya mimpi yang ingin kamu capai. Saya tidak akan menghalangimu. Masalah anak juga saya tidak akan memaksa kamu. Saya akan menunggu sampai kamu siap. Jangan lagi menunduk didepan saya karena kamu istri saya. Tetapi jika bertemu orang lain harus menunduk ya tuan putri" ucapnya mengelus kepala asya yang berbalut hijab
Asya bersyukur sekali mendapatkan seorang garren. Hati asya tersentuh atas perilaku kecil garren yang membuat nya nyaman dan merasa di cintai dengan tulus. Senyum asya tidak pudar saat melihat wajah garren. Asya tidak ingin berpisah dengan Garren ia ingin bersama garren selamanya.
"Makasih Gus, udah bisa ngertiin asya. Asya bersyukur ketemu Gus, asya juga sayang sama Gus. Jangan tinggalin asya ya guss?" Ucapnya lalu diangguki garren. Garren melebarkan tangannya untuk asya masuk kedalam pelukannya. Asya sangat nyaman dipeluk oleh garren "jika boleh asya ingin setiap saat dipeluk oleh gus seperti ini" batinnya
"Saya janji akan membahagiakan mu zawjati. Saya juga akan mencintainmu melebihi mencintai diri saya sendiri. Saya janji akan selalu melindungimu sampai titik nafasku. Saya tidak akan membentakmu ataupun kasar denganmu" ucapnya didalam hati
"Gus, asya boleh minta sesuatu?" Tanyanya lalu garren melonggarkan pelukannya
"Tentu boleh zawjati" jawabnya
"Gus biasain bicara sama asya pake 'aku' jangan 'saya' lagi kan asya istri gus bukan mahasiswa" ucapnya lalu ditertawai oleh garren. Baru pertama ini asya melihat garren tertawa seperti ini sangat candu batinnya
"Iya sa-aku biasain sayang, kamu juga panggil aku jangan pake 'gus' saya suami kamu bukan guru kamu" ucapnya
"Gus ih ikut-ikut kata-kata asya!" Ucapnya kesall
"Iya maaf humairakuu" ucapnya lalu mengecup pucuk kepala asya
"Mas aja gimana?" Usulnya
"Boleh bagus " jawab garren
"Mas?" Panggilnya
"Dalem sayangku?" Jawabnya mampu membuat pipi asya memerah seperti kepiting rebus.
"Hahaha salting yaa?" Ejeknya
" Nggak ya mass" ucapnya lagi
"Ngaku sayang" jawabnya
"Terserah mas aja. Aku mau ganti seragam " ucapnya lalu mengambil seragam dan kekamar mandi
"Iya maaf sayang" ucapnya
"Apa ini hanya mimpi Gus?"
"Apanya?"
"Asya menikah sama Gus?" Tanyanya. Garren tersenyum lalu menjawab
"Tidak sayang"
-----
Gimana nih kurang panjang nggak?
Kecepatan nggak sih alurnya? Kalo iya maafin ya gais baru pertama kali soalnya.
Jangan lupa vote and comment yaaww pokonya tinggalin jejak kalian disinii!!!
Terimakasih semuanyaað
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!