Chapter 1 of 38

00

JALUR LANGIT SANG GUS |end|959 words~5 min read

Assalamualaikum

Semoga suka ya hehehe

-----

"Jalur langit memang tidak terlihat oleh mata tetapi insyallah jalur langit akan tertata."

Gallensya Azkara Al-Ghifahri

---

dua puluh tahun lalu

"Uma aku ingin bersama adek ini" ucapnya menunjuk bayi digendongan umanya

"Iya berarti mas klo sudah besar harus menikahinya agar selalu bersama dengan adek" ucap umanya lembut

"Menikah itu apa umaa?" Tanyanya

"Menikah itu adalah beribadah untuk menyempurnakan agamanya" jawab uma

"Mas paham?" Tanya uma dan digelengi oleh anak kecil itu

"Jika mas sudah besar mas akan paham" ucap umanya lalu diangguki

---

Dua puluh tahun kemudian

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucapnya memasuki rumah

"Yaallah mas kamu sudah pulang" ucap Uma ZAINAB ALHUMARIA ia adalah wanita paru baya yang sedang memeluk garren anaknya yang baru pulang dari Al Azhar Mesir

"Abi lihat siapa yang pulang" teriak uma

"Jangan teriak-teriak uma" ingat nya

"Masyaallahh le sudah pulang kamu" ucap abinya ALI AZHAR AL-GHIFAHRI ia adalah abinya garren, lalu ia mencium tangan uma dan abinya

"Mas garren" ucap adiknya. Ya garren lah yang pulang dari Mesir setelah menyelesaikan pendidikannya

"Dalem sayange mas" jawab gus garren dengan tangan menggiring adiknya untuk ia peluk

"Aya kangen mas" ucap aya. Ya ia adalah adik gus garren AYANARA EL SHANUM di panggil AYA

"Mas juga kangen aya" jawab garren dengan senyum

"ini ga disuruh duduk ma?" Tanyanya

"Astaghfirullah, Uma lupa ayo duduk dulu" jawab uma

"Uma, abi garren ingin menikahi gadis kecil itu" ucapnya

"Gadis kecil siapa to Uma?" tanya aya bingung

" Mbak aca" jawab uma dan di senyumi garren

FYI : ASYA DI PANGGIL ACA OLEH KELUARGANYA DAN KELUARGA GARREN

"Owalah, kemarin kan bundanya kesini" ucap aya

"Yaallah aya disuruh ngerahasiain dulu biar surprise" marah uma

"Eh iya maaf uma aya lupa hehe" jawabnya dengan senyum kikuk

"Kesini ada tujuan atau cuma main ma,bi?"tanya garren

"Ada tujuan" ucap abi

"Jawabnya gausah dipotong potong abi" protes garren

"Iya mas iya, mereka meminta mas untuk menikahi aca tanpa aca ketahui" jawab abi

"Yaallah alhamdulilah ga sia-sia jalur langit garren " ucapnya dengan bangga dan senyum

"Masyaallahh mas, udah dilangitin aja namanya" goda Umi

"Hehehe sudah lama uma" jawabnya

"Yasudah mas siapkan dirimu dulu, minggu depan insyaallah setelah aca masuk pesantren kamu akan menikahinya" ucap Abi

"Alhamdulilah yaallah terimakasih sudah memberikan aku kakak" ucap aya kegirangan

"Kenapa ga besok saja Abi?" Tanya garren

"Yaallah mas sabar dulu to, setelah menikah kamu juga harus meluluhkan dulu hatinya" ucap uma pusing karena tingkah anaknya

"Ih uma besok saja biar halal" ucapnya dengan mata berkaca-kaca seperti anak kecil meminta mainan

"Lihat Abi anakmu ini sudah mulai, umi mau keatas saja assalamu'alaikum" ucap umi meninggalkan mereka

"Anak umi juga ya!, Walaikumsalam " ucap abi dan disusul salam dari adek kakak itu

---

Di sebuah rumah terdengar keributan ia adalah rumah aca

"Sampai kapan kamu mau balapan terus kaya gini hah?" Tanya ayahnya dia adalah ARDY ALFARIZKI ayah aca

"Sudah bulat keputusan ayah kamu akan ayah masukan kepesantren teman ayah" ucapannya

"Nggak mau ayah, aca mau berubah beneran" ucap asya menangis sesegukan

"Sampai kapan ayah dan bunda selalu memberikan kamu waktu tetapi tetap saja kamu tidak berubah" ucap ardy ayah asya

"Nda aca minta waktu buat berubah gamau masuk pesantren itu penjara suci gamau bunda" ujarnya masih menangis

"Nurut sama bunda ayah ya ca sekali aja" ucap bunda ANINDINA ELFARAH ia sering dipanggil dengan ANIN

"Gamau bunda " ucapnya dengan gelengan kepala

"Ayah berikan waktu seminggu untuk kamu berpamitan dn bersiap-siap masuk pesantren" ucap ayahnya tegas

Dan asya menatap bundanya penuh permohonn

"Maaf sayang bunda tidak bisa membantu apa-apa ayahmu sudah marah besar kepadamu" ucapanya

"Buat ayah dan bunda bangga ya dipesantren , doain bunda ayah disana, bunda bakal sering jenguk aca" ucap bunda untuk merayu asya

Asya hanya menganguk lalu memasuki kamar dengan tangisan

"Gaadil gue gamau masuk penjara suci agh" ucapnya frustasi

"Aca lu gilak lu gilak" ucapnya sendiri

Ceklek

"Astagfirullah aca sudah lah nak" ucap bunda menenangkan

"Nda kenapa semua ga adil, setiap aca suka seseorang pasti seseorang gamau jadi temen aca" ucap asya menunduk

"Jaga jarak kepada laki-laki ca!" Ucap bunda tegas

"Iya bunda aca tau cuma kenapa kaya gini?" Tanyamya

"Mungkin ada seseorang yang selalu melangitkan namamu untuk menjadi makmum mu" ucap bunda

"Siapa lelaki itu?lelaki jahat ia merusak kebahagiaan aca" ucap asya marah

"Istigfar sayang" ucap bunda halus

"Yasudah bunda ingin sholatt is'ya kamu juga sholat ca" suruhnya

"Iya bunda" jawab asya

"Assalamualaikum" Salamnya

"Walaikumsalam" jawab asya

________

Selama seminggu ini asya berpamitan dgn temannya dan menyiapkan semua keperluan untuk di pesantren. Pagi ini mereka akan berangkat mengantar asya

"Ca, ikut yaa" ucap Andira sagita yang sering dipanggil dengan Dira, ia sudah bersahabat dengan asya saat SMP dan dira sangat dekat dengan keluarga asya

"Iya dir, izin papa lu dulu" suruh asya

"Iya deh,klo gua ada masalah terus lari kesiapa" tanya dira

Dira memiliki keluarga broken home dan ia sering dipukul oleh ayahnya, ibu Dira sudah meninggal dan ia memiliki ibu sambung dengan adik tiri yang selalu di bedakan olehnya

"Ke bunda dong, klo kangen mama lu kesini ya ada bunda terus cerita aja besok klo kangen Gus ajak bunda main kepesantren" jawab asya

"Iya dir, udah yuk berangkat nanti kesiangan" ucap bunda

"Iya nda" jawab asya

"Ayo dir" ucap asya menarik tangan Dira

Jarak dari rumah asya kepesantren sekitar 3jam. Asya dan dira hanya tidur diperjalanan

___________

Hari yang ditunggu-tunggu tiba hanya menghitung jam garren sudah menjadi seorang kepala keluarga

"Setelah mengantar asya kesini kita akan langsung menuju hotel dengan keluarga asya, sabar mas tenang jangan tegang" ujar abi melihat wajah garren tegang

"Iya abii" jawabannya

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" salam ayah asya

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawabnya serempak

"Masyaallahh na, apa kabar" sapa Uma memeluk bunda asya

"Ayo mari duduk" ucap Abi

"Iya, terimakasih Ali" ucap ayah asya

-----

Segini dulu yawww

Jangan lupa vote dan comment

Terimakasi semuanyaa💐

Contents
Previous
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!