Bab 81 Kamu tidak senang?
#3 10 mutiara âLantas kamu tidak memberitahu Pak Junior, kalau dia itu seorang mantan narapidana?â Mona terus bertanya.
âTentu saja saya sudah memberitahunya, tapi tatapan Pak Junior saat itu sudah hampir membuatku mati terkejut, kalau saya masih terus melanjutkan perkataanku, bisaâbisa saya juga langsung dicabut dari jabatan manajer iniâ¦.â
Saat Billy mengingat kembali tatapan Junior saat itu, dia masih merasa ketakutan!
âLantas apakah dia benarâbenar mengenal Pak Junior?â Mona mengernyitkan keningnya.
âKita lihat saja dulu situasinya, kalau dia benarâbenar mengenal Pak Junior, maka kita benarâbenar tidak boleh melawannya lagi, justru kita harus menjilat padanya!â Billy menasihati Mona!
âApa perlu kamu ajari!â Mona memutar bola matanya, lalu berjalan pergi!
Saat ini belasan orang yang ada di bagian pemasaran sudah mengetahui kalau Direktur umum sudah memberikan pernyataan, dan merekrut seseorang yang pernah masuk penjara.
Gosip semacam ini tentu akan beredar dengan sangat cepat didalam perusahaan!
Bab 81 Kamu mu tidak âSi Dave ini pasti punya hubungan dengan Pak Junior, kalau tidak, tidak mungkin dia direkrut!â
âKita akan bekerja dengan seseorang yang pernah masuk penjara, kenapa saya merasa menakutkan sekali!â
âKita harus berhatiâhati padanya, kalau dia benarâbenar punya hubungan dengan Pak Junior, kecerobohan kita bisa membawa kita menuju kesialan nantinya!â
Semua karyawan di bagian pemasaran sedang mendiskusikan hal ini.
âSedang apa kalian? Apa tidak punya kerjaan?â
Mona keluar dari ruangan, dan melihat semua orang sedang berkumpul dan berdiskusi, dia lalu berteriak dengan dingin!
Meskipun Mona juga karyawan biasa di bagian pemasaran, tapi dia selalu mempermainkan otoritas, dan bagaimanapun Billy adalah manajer dari bagian pemasaran, tidak ada orang yang berani menyinggung Mona!
Mendengar teriakan Mona mereka semua langsung bubar, hanya ada seorang wanita berambut pendek yang berjalan kearah Mona!
Wanita itu adalah Ivanna, dia sangat dekat dengan Mona!
âMona, apakah kamu sudah dengar kalau bagian pemasaran merekrut seorang mantan narapidana?
Katanya Pak Junior yang merekrutnya loh, apa mungkin dia punya hubungan dengan Pak Juniorâ¦.â
Ivanna berbisik kepada Mona.
âCih, bagaimana mungkin dia bisa punya hubungan dengan Pak Junior, kalaupun dia ternyata punya hubungan dengan Pak Junior pasti juga hanya keberuntungan semata sajaâ¦..â
Mona tidak percaya kalau Dave benarâbenar punya hubungan dengan Pak Junior!
Ivanna tercengang: âApa kamu mengenal Dave itu?â
Mona menyadari dia sendiri salah berbicra, dan segera menggelengkan kepalanya : âSaya tidak mungkin mengenal seorang narapidana, saya hanya merasa orang itu baru keluar dari penjara, mana mungkin bisa mengenal Pak Junior, kalian. jangan sembarangan menyebar rumor, nanti saya akan minta Pak Billy untuk tanyakan kepada Pak Junior langsung!â
Sekitar satu jam lebih setelahnya, Dave sudah menyelesaikan prosedur masuk, mendapatkan kartu akses dan sampai pada departemen pemasaran!
Saat Dave sampai di departemen pemasaran, mereka semua menatapnya seperti menatap seekor panda, membuat Dave sedikit heran!
âDave, selamat bergabung dengan departemen pemasaran, kamu harus memanfaatkan kesempatan baik ini dengan benar ya!â Billy berkata dengan tenang kepada Dave!
Saat dia belum memastikan apakah Dave dan Junior mempunyai hubungan, Billy tidak berani melawan Dave.
Dave menganggukkan kepalanya.
âRico, kemari sebentar!â Billy berteriak memanggil seorang pria muda yang memakai kacamata!
Segera, pria itu berlari menghampiri Billy dan berkata: âPak Manajer memanggilku?â
âMulai saat ini Dave akan ikut denganmu, kalian berdua akan satu tim, kamu harus mengajari dan membimbingnyaâ¦â
Billy berkata kepada pria itu.
Pria itu menatap Dave dan raut wajahnya terlihat berat.
âKenapa, kamu tidak senang?â Billy melotot padanya!
Pria itu bergegas menggelengkan kepalanya : âSenang, senangâ¦.â
Mendengar jawaban pria itu, Billy tersenyum, dan berkata pada Dave: âKamu ikutlah dengannya, meja kerjamu ada disebelahnya!â
Setelah Billy selesai berkata, dia pun kembali ke ruangannya!
Sedangkan para rekan departemen pemasaran yang lainnya menatap Dave dengan remeh, bahkan Mona juga sedang tersenyum mencibir dan kembali ke tempat duduknya sendiri!
Bab 82 Satu sen pun tidak akan kurang âKakâ¦.Kakak, nama saya Rico Han, mohon bantuannyaâ¦â
Setelah kembali ke tempat duduk, Rico mengulurkan tangannya dengan gelisah dan berkata pada Dave.
Dave bisa merasakan ketakutan Rico terhadap dirinya, dan membuat dirinya sedikit anch.
âNama saya Dave, mohon bantuanmu kedepannya!â
Dave mengulurkan tangannya dan tersenyum!
âTidak,tidak, saya juga baru mulai bekerja beberapa hari yang lalu, kita samaâsama bekerja keras yaâ¦â Rico sibuk menjawab.
Dave sudah menyadari sejak awal kalau Rico bukanlah karyawan lama.
âKamu sepertinya sangat takut padaku?â
Dave bertanya dengan bingung pada Rico.
âTiâ¦.tidak takut kok!â Rico menggelengkan kepalanya, tapi dia sama sekali tidak berani menatap Dave!
âApa kamu mengetahui sesuatu?â Dave bertanya, Rico pasti mengetahui sesuatu yang membuatnya begitu takut padanya.
Rico raguâragu sejenak lalu menundukkan kepalanya dan berkata: âKak, kamuâ¦kenapa kamu masuk penjara? Kamu tidak terlihat seperti orang jahat!â
Dave yang mendengarnya langsung tertawa, ternyata Rico mengetahui kalau dirinya pernah masuk penjara, makanya begitu takut padanya!
Dan setelah mengetahui alasan kenapa Rico takut kepadanya, Dave juga tidak merahasiakannya, dan menjelaskan peristiwa yang menimpanya kepada Rico!
Tidak butuh waktu lama, mereka berdua sudah menjadi sangat akrab, dan Rico juga tidak takut lagi pada Dave!
âKak Dave, kamu juga difitnah, tapi karena kamu sudah bebas sekarang, kamu harus bekerja dengan baik, hanya sajaâ¦hanya sajaâ¦â
Rico mulai terbataâbata!
âHanya saja apa?â Dave bertanya.
âKak Dave, hanya saja kamu masuk kedalam timku, takutnya diantara kita berdua siapapun tidak akan bisa lama bekerja disiniâ¦.â
Rico menghela nafasnya.
âKenapa seperti itu?â Dave terkejut!
Rico membuka sebuah folder di komputernya dan berkata pada Dave: âKak Dave, ini adalah piutang yang harus ditagih kembali oleh tim sebelumnya, marketing sebelumnya meninggalkan piutang ini sebelum dia mengundurkan diri, dan sekarang ini menjadi tanggung jawab kita dan kalau piutang ini tidak bisa ditagih dalam bulan ini, maka kita tidak akan bisa bekerja lagi!â
Dave melihat piutangâpiutang yang tertera pada komputer dan mengernyitkan keningnya : âTernyata sebanyak ini orang yang berhutang pada istriku?â
âKak Dave, kamu bilang apa?â
Rico tercengang!
âOh, saya bilang ternyata ada sebanyak ini orang yang berhutang!â Dave segera memperbaiki kalimatnya!
âBenar, bisnis apapun sangat sulit berjalan saat ini, saya sudah menganalisanya sejak awal, pelangganâpelanggan yang berhutang ini adalah pelanggan yang sulit ditagih, sepertinya kita berdua tidak akan ada yang bisa menagihnya!â Rico kembali menarik nafas dalamâdalam!
Dave akhirnya mengerti mengapa saat dirinya ditempatkan di tim Rico, semua orang diamâdiam tersenyum!
âTenang saja, kita akan segera mendapatkan kembali uang ini, tidak akan kurang satu sen pun!â
Dave menepukânepuk pundak Rico untuk menyemangatinya.
Perlu diketahui kalau perusahaan ini adalah milik Yuki, berhutang pada perusahaan artinya berhutang pada Yuki, yang artinya juga berhutang pada Dave, Dave tidak mungkin membiarkan orang lain berhutang uang padanya!
âIya, ayo kita bekerja kerasâ¦.â
Rico yang disemangati oleh Dave juga menganggukkan kepalanya!
Dave mulai mengetahui tentang piutangâpiutang perusahaan, dan bertekad untuk mendapatkan uang ini kembali tanpa kurang sat usen pun!
Satu hari berlalu dengan cepat, Dave merenggangkan pinggangnya dan bergumam: âPiutang- piutang ini terlalu besar, apa saja yang dikerjakan oleh manajer utama?â
âKak Dave, kamu jangan berbicara sembarangan ya, kalau sampai didengar orang lain, dan mereka melaporkanmu, maka akan jadi repotâ¦â
Rico yang mendengar keluhan Dave tentang Direktur terkejut dan langsung sibuk mengingatkannya!
âSeparah itukah? Hanya seorang Direktur, dia juga dipekerjakan kan, malah benarâbenar menganggap ini adalah rumahnya sendiri, dan menganggap dirinya raja?â
Dave tidak menyangka kalau para karyawan begitu takut kepada Pak Junior!
Perlu diketahui kalau Junior hanyalah seorang manajer yang dipekerjakan oleh keluarga Tanaka dengan uang mereka, di perusahaan ini dia belum mencapai tahap dimana dia bisa menutup langit dengan satu tangannya!
Hanya saja Yuki sangat jarang datang ke perusahaan, dia juga tidak pernah mengurusi masalah perusahaan, dan itu membuat hak Junior semakin lama semakin besar!
Bab 83 Aturan yang saya buat âDave, ada peraturan di perusahaan kita, karyawan yang baru bekerja harus mentraktir semua orang, kamu punya rencana mau kumpul dimana?â
Sepulang kerja, Mona mencari Dave dan bertanya.
Saat itu, semua orang yang ada di ruangan menatap Dave, mereka sudah bersiap untuk ditraktir oleh Dave, karena setiap ada karyawan baru mereka pasti akan diperas habisâhabisan saat mentraktir!
âAda peraturan seperti ini? Apakah ini peraturan yang resmi dibuat oleh Direktur?â
Dave mengernyitkan keningnya!
âKak Dave, memang ada peraturan seperti ini, saat saya baru masuk saya juga mentraktir mereka semua, dan sudah menghabiskan hampir sepuluh juta, kalau tidak mentraktir takutnya di kemudian hari akan dipersulit.â
Rico berbisik kepada Dave dan mengingatkannya!
âDave, karena kamu sudah masuk ke departemen pemasaran, maka harus menaati peraturan yang ada, peraturan ini saya buat saat saya menjadi manajer!â
Billy berjalan menghampiri dan berkata kepada Dave!
âPeraturan yang kamu buat?â Dave mendengus: âMaaf, saya tidak punya uang, kalau kalian ingin makan kan bisa bayar sendiri, kalian juga bukan pengemis, kenapa harus saya yang mentraktir kalian makan?â
Setelah Dave selesai berkata, dia langsung berbalik pergi, mengabaikan raut wajah Billy yang sudah terlihat marah sejak tadi!
âDave itu keterlaluan sekali, apa masalahnya, sementang dia punya hubungan dengan Pak Junior, dia kira dia bisa seenaknya saja, bahkan dia tidak menganggap keberadaan Pak Billy!â
Ivanna melangkah maju dan mewakili Billy bicara.
âBenar, meskipun dia mempunyai hubungan dengan Pak Junior, dia juga tidak boleh memperlakukan Pak Billy seperti ini, malah membandingkan kita dengan pengemis, siapa juga yang perlu ditraktir olehnya!â
âKelihatannya dia belum tahu kehebatan departemen pemasaran, besok kita beritahu!â
Sekelompok orang di departemen pemasaran mencaci maki!
Rico yang bersembunyi disamping sama sekali tidak berani mengeluarkan suara, dia merasa sangat tertekan, kelakuan Dave hari ini pasti akan membuat mereka membalas dendam, pada saat itu, dia juga pasti akan terkena imbasnya karena mereka berdua satu tim!
âHm, hanya punya hubungan kecil saja sudah berlagak, saya sudah bertanya kepada Pak Junior, alasan Pak Junior mempertahankannya adalah untuk mempermalukannyaâ¦.
Mata Billy berkilat dingin.
Dia sudah bertanya kepada Junior, dan Junior juga berpesan kepadanya agar mempermalukan Dave saat di perusahaan, Billy tidak tahu alasan Junior memintanya melakukan hal ini, tapi dia tidak berani tidak mematuhi Direktur!
Karena Dave tidak mentraktir mereka, maka orangâorang yang ada di departemen pemasaran juga hendak pulang, dan saat Billy berpamitan pada Mona yang juga sudah mau pulang, tibaâtiba ponsel Mona berdering!
Yang menelpon adalah ibunya Mona, Anita, dan saat melihat panggilan dari ibunya, Mona bergegas mengangkat.
âMona, ibu akan memberitahumu sebuah kabar baik yang sangat luar biasa, Perusahaan Dekorasi Surya Mentari sudah melunasi semua hutangnya pada kita, sekarang perusahaan kita akan bertahanâ¦.
Anita terdengar sangat bersemangat dan bahagia!
âBenarkah?â Mona juga menjadi bersemangat: âKenapa Perusahaan Dekorasi Surya Mentari tiba- tiba membayar hutang mereka kepada kita? Bukankah kita selalu meminta pembayaran padanya dan selalu diabaikan.â
âAyahmu sudah memeriksanya, katanya ada perintah dari Tuan Yansen, yang membuat Perusahaan Dekorasi Surya Mentari terkejut setengah mati dan langsung melunasi hutangnya. kepada kita!â Anita menjelaskan.
âTuan Yansen Herlambang?â Mona tercengang: âTapi keluarga kita tidak punya hubungan dengan dia, bahkan kita tidak mengenalnya, kenapa Tuan Yansen bersedia membantu kita?â
âIbu juga bertanyaâtanya? Saya ingat sepertinya kamu pernah bilang kalau Billy pernah meminta koneksinya untuk membantu kita memikirkan cara, apa mungkin Billy kenal dengan Tuan Yansen?
Atau temannya Billy yang mengenalnya, makanya saya menelponmu, kalau benar Billy yang membantu maka kamu ajaklah dia untuk makan bersama kita malam ini!â
Anita berkata.
âSaya akan tanyakan kepadanya, tutup dulu ya buâ¦â Mona memutuskan sambungan teleponnya.
âAda apa? Kelihatannya kamu sangat senang?â Billy melihat wajah Mona Billy melihat wajah Mona yang berseriâseri dan bertanya dengan penasaran.
Bab 84 Sangat efisien âBilly, apa kamu meminta tolong kepada Tuan Yansen mengenai masalah hutang keluarga kami?
Perusahaan Dekorasi Surya Mentari tibaâtiba membayar seluruh hutangnya kepada kami, sekarang perusahaan kami sudah selamat, dan ayahku mengatakan kalau itu adalah perintah dari Tuan Yansen.â
Mona bertanya dengan penasaran kepada Billy.
Dia sangat berharap kalau hal ini adalah perbuatan Billy, dengan begitu kedua orang tuanya tidak akan menentang hubungan mereka berdua lagi, dan kesan Billy dihadapan kedua orang tuanya akan menjadi sangat baik, orang yang bisa mengenal Yansen Herlambang, pasti sangat terhormat.
âTuan Yansen?â Billy tercengang, dia memutar bola matanya dengan bingung tapi dengan segera dia merespon : âOh, saya pernah memberitahukannya kepada Tuan Yansen, tidak disangka cara menyelesaikan masalahnya Tuan Yansen sangat efisien, karena mereka sudah membayar kepada kalian, saya pun sudah lega!â
âBilly, tidak disangka kamu benarâbenar mengenal Tuan Yansen, kamu hebat sekaliâ¦â Mona melemparkan dirinya kearah Billy dan mencium Billy: âIbuku tadi berpesan untuk menyuruhmu ikut makan malam bersama, saya ingin lihat apakah ayahku masih akan memandang rendah kamu!â
Mona merangkul Billy dengan senang dan berjalan bersama menuju parkiran mobil!
Di sisi lainnya, Dave yang sudah sampai dirumah langsung ditanyai dengan panik oleh Celine: âDave, bagaimana wawancaranya? Apa jabatan yang diberikan kepadamu?â
âBu, wawancaranya sangat sukses, saya menjabat sebagai staf pemasaran, pekerjaannya lumayanâ¦.â
Dave tersenyum santai.
âWah, kalau begitu baguslah, kamu bisa langsung menjadi seorang staf pemasaran benarâbenar berkat Mona, nanti kalau ada waktu kita harus berterimakasih kepada dia, kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang layak, ibu pun sudah legaâ¦â
Wajah Celine menunjukkan senyuman yang sangat puas!
Melihat wajah ibunya yang begitu bahagia, Dave juga tidak berkata apaâapa!
âDave, mandilah dulu, lalu ganti pakaianmu dan bersiap untuk makan diluar, Paman Denny menelpon dan menyuruh kita untuk makan bersamaâ¦â
Edward yang berjalan masuk dengan ponsel ditangannya berkata kepada Dave.
âEdward, kenapa Denny mentraktir kita untuk makan? Sesuai logika, seharusnya kita mentraktir mereka karena sudah membantu Dave mendapatkan pekerjaan!â Celine bertanya dengan bingung.
yang âSepertinya permasalahan piutang perusahaannya Denny sudah dilunasi seluruhnya, dan perusahaannya sudah terselamatkanâ¦â
Edward berkata.
âSyukurlah kalau begitu, orang baik pasti akan mendapatkan balasan baikâ¦â
Celine yang mendengarnya juga ikut merasakan kebahagiaan Denny!
Setelah Dave mendengarnya, dia hanya tersenyum lalu masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya.
Awalnya dia berencana menelpon Yansen untuk bertanya, tapi tidak disangka bocah itu sangat efisien, sepertinya mengenai masalah piutang PT Damai Kimia, juga memerlukan bantuan Yansen untuk menagihnya, itu adalah uang Dave sendiri!
Hotel Sawasdee, Denny sangat bahagia, dia secara khusus memesan satu meja, dia sudah sangat lama tidak datang kesini untuk makan, karena harga makanan disini sangat mahal, ditambah lagi masalah piutang perusahaannya, membuat dia tidak selera makan diluar!
âHotel Sawasdee memang mewah, saya sepertinya baru pertama kali makan disini?â
Mona memandang hotel mewah yang ada didepannya, dia sangat bersemangat dan hampir melompat kesenangan!
âIni adalah bisnis milik Keluarga Tanaka, bisa dibilang kita ini satu bos, kalau makan disini dan menunjukkan kartu identitas kantor, saya bisa mendapatkan potongan diskon 20 persenâ¦â
Billy berkata dengan sedikit bangga.
âBenar, kita makan disini juga termasuk menambah omset pendapatan bos!â
Mona menggandeng tangan Billy dan berjalan masuk.
Sesampainya di ruang VIP, mereka berdua masuk kedalam, pada saat itu Denny dan Anita sudah sampai!
âHalo, Paman dan Bibiâ¦â
Saat melihat Denny dan Anita, Billy langsung menyapa dengan sungkan!
âIya, iyaâ¦â Anita segera bangkit berdiri,.
keluarga, untuk apa sesungkan itu!â
ayo cepat duduk, kita semua sudah seperti Bab 85 Masalah kecil Pada saat itu Denny juga tersenyum: âBilly, kemari, duduk disebelahku, nanti kita berdua harus minum dan bersulang, masalah perusahaanku benarâbenar terbantu berkatmuâ¦â
Sikap Denny terhadap Billy langsung berubah 180 derajat, hal ini membuat Billy langsung menggebuâ
gebu.
âPaman, hanya masalah kecil, jangan sungkan padaku, saya juga hanya memberitahunya saja, lagipula kita ini kan sekeluarga!â
Billy berkata sambil duduk disebelah Denny.
Meskipun bukan Billy yang melakukan hal itu, tapi karena mereka semua beranggapan bahwa dia yang melakukannya, maka dia pun mengikuti arus saja, kebetulan dia bisa menggunakan kesempatan ini untuk unjuk diri!
âBilly, saya benarâbenar tidak tahu kamu mengenal Tuan Yansen, apa kamu tahu saat Direktur Perusahaan Dekorasi Surya Mentari datang mengantar uang kepadaku, dia terlihat seperti seekor peliharaan, dan hampir bersujud padaku, perasaan ini menyenangkan sekaliâ¦â
Saat Denny teringat adegan itu, dirinya menjadi bersemangat, dia sudah lama berbisnis dan selalu dianggap bagaikan peliharaan oleh orang lain, dan tidak pernah sekal*pun dia menjadi majikan, perasaan ini sepertinya tidak akan dia lupakan seumur hidup!
âPaman, di kemudian hari kalau perusahaan perlu bantuan, silahkan beritahu saja saya, jangan lihat saya hanyalah seorang manajer departemen, di Kota Surau ini tidak ada masalah yang tidak bisa saya selesaikan!â
Billy dengan beraninya membual, seolah tidak takut terekspos, karena orangâorang yang ada. disini tidak ada yang mengenal Yansen, bahkan tidak pernah bertemu dengannya, siapa yang mengeksposnya?
âBaik, baikâ¦perusahaan Paman kedepannya akan bergantung padamu ya, saya hanya punya seorang putri, nantinya semua ini juga akan menjadi milik Mona dan kamuâ¦.â
Denny saat ini sudah mulai mengakui Billy!
âPaman, tenanglah, saya pasti akan bersikap baik pada Mona!â
Billy menganggukkan kepalanya dengan sungguhâsungguh, dalam hatinya sudah sangat bersemangat!
bisa âSudahlah, saya sudah lapar, kalau kalian melanjutkan obrolan kalian, saya akan mati kelaparan. ayo cepat makan!â
Mona menyela percakapan diantara kedua orang itu dan berkata dengan cemberut!
âTunggu sebentar ya, tadi saya menelpon dan berpesan kepada Paman Edward dan sekeluarga untuk datang kemari, sepertinya mereka akan segera sampai!â Denny menahan Mona.
âIni kan perayaan kita sekeluarga, untuk apa memanggil mereka? Menyebalkanâ¦.â
Mona yang mendengar kalau Dave dan keluarganya akan ikut bergabung langsung memasang raut wajah masam!
âAnak ini benarâbenar, bagaimanapun Paman Edward pernah menyelamatkan nyawa ayahrnut ini!â
Denny memelototi Mona dan melanjutkan perkataannya: âBagaimana dengan wawancara Dave hari ini?â
âPaman, wawancara Dave sukses, saya manajer departemen ini juga bisa menyelesaikan urusan kecil seperti ini kok!â
Billy langsung menyiratkan kalau wawancara Dave sukses itu merupakan berkat dirinya!
âBilly, benarâbenar merepotkanmu ya!â Denny menatap Billy dengan tatapan bersyukur!
Pada saat itu, pintu ruangan VIP terbuka, Dave dan sekeluarga masuk kedalam!
âMaaf, kami terlambatâ¦â
Edward yang melihat Denny dan yang lainnya sudah terlebih dulu sampai langsung meminta maaf.
âKapten, tidak apaâapa, kami juga baru sampai, ayo dudukâ¦â
Denny sibuk menyambut dan mempersilahkan Edward sekeluarga untuk duduk!
Dan saat Dave melihat Billy juga ada disana, dia merasa sedikit terkejut tapi dia tidak mengatakan apapun!
Billy malah menatap Dave dengan tatapan mainâmain, dan tersenyum sinis: âDave, kita bertemu lagi, tadi memintamu mentraktir kami, kamu malah kabur, apa kamu tahu perbuatanmu itu membuat saya dan Mona sangat serba salah?â
Setelah Billy selesai berkata, Edward langsung menatap bingung kearah Dave!
Celine langsung buka mulut dan bertanya: âDave, ada apa sebenarnya?â
Denny juga menatap kearah Billy dengan tatapan bertanyaâtanya!
âDave ini, sudah sukses wawancara dan bergabung dengan departemen kami, di departemen kami ada aturan kalau karyawan baru itu harus mentraktir rekanârekan untuk makan, tapi dia malah mengatakan dia tidak punya uang dan kabur, membuat saya dan Billy malu sekaliâ¦â
Mona berkata sambil menatap Dave dengan jengkel!
Bab 86 Cepat lambat akan sial âDave, apakah benar seperti itu?â Edward yang mendengarnya langsung bertanya dengan dingin.
âAyah, sayaâ¦â
âDiam kamu!â Edward langsung menyela Dave dan berteriak dengan marah padanya: âKeluarga kita memang miskin, tapi tidak semiskin itu sampai tidak bisa mentraktir orang lain, orang sudah membantumu, kamu tentu harus menuruti peraturan yang mereka buat, apakah kamu tidak paham etiket? Bagaimana kamu akan bekerja di perusahaan kedepannya?â
Edward berteriak marah hingga membuat Dave tidak bisa mengatakan apapun!
âKapten, Dave juga demi menghemat uang, bukan masalah besar kok, hanya masalah traktiran, anggap saja makan malam ini sebagai acara syukuran untuk merayakan kesuksesan wawancaranya Dave!â
Denny sibuk mencairkan suasana, tidak boleh sampai membuat Edward dan Dave bertengkar!
âPaman, sebenarnya saya dan Mona juga tidak memerlukan traktiran Dave, hanya saja kami melakukannya agar dia dan rekanârekan lain bisa saling mengenal satu sama lain untuk mempermudah dia dalam bekerja di masa depan!â
Perkataan Billy membuat Dave terlihat lebih pelit lagi!
âBenar, semua ini salah Dave, saya akan menyuruhnya untuk menebus kesalahannya kepada kalian besok, peraturan perusahaan tidak boleh dirusak olehnya begitu sajaâ¦â
Edward berkata pada Billy dengan tatapan bersalah!
âSaya rasa tidak perlu menunggu sampai besok, nanti setelah selesai makan saya akan menghubungi beberapa rekan kerja dan mengumpulkan mereka untuk pergi karaoke, biar Dave yang membayar, saya juga akan menjelaskan kepada para rekanârekan!â
Kata Billy!
âBoleh juga, boleh jugaâ¦â Edward sibuk menganggukkan kepalanya!
âBilly, kondisi finansial Paman Edward juga tidak terlalu baik, kamu harus lebih. memperhatikannya nanti, jangan sampai menghabiskan terlalu banyakâ¦.â
Denny berpesan kepada Billy!
âPaman, tenang saja, tidak sampai 200-300 ribu sajaâ¦â
Billy berkata sambil tersenyum!
âDenny, ini pasangannya Mona ya? Benarâbenar orang berbakat, dia melakukan segala sesuatu dengan sangat baikâ¦â
Edward mengikuti Denny sambil memuji Billy.
âTentu saja, piutang perusahaanku bisa ditagih kembali juga semuanya berkat dia, Billy dan Tuan Yansen yang terkenal di Kota Surau saling kenal, hanya satu kalimat dari Tuan Yansen langsung mengembalikan semua uangku!â
Denny terlihat sangat senang, saat ini dia merasa sangat puas dengan calon menantunya!
Dave yang mendengarnya langsung kebingungan, dia tidak mengerti kenapa masalah piutang perusahaan Denny malah menjadi kontribusi Billy dan membuatnya diapresiasi!
âYansen?â Edward tercengang: âKetua mafia terkuat di Kota Surau? Orang seperti itu sebaiknya tidak usah kenal, jangan melihat dia begitu bergengsi saat ini, cepat atau lambat bisa sialâ¦â
Edward dulunya merupakan seorang pegawai sipil, jadi dia memandang remeh para preman!
âPaman Edward, kamu sudah salah persepsi, dapat mengenal Tuan Yansen di Kota Surau merupakan sebuah kehormatan, kenapa paman malah berkata seperti itu? Yang seperti putramu itu takutnya seumur hidup ini juga tidak akan bisa mengenal Tuan Yansen, lain kali kurangi perkataanmu yang tidak sopan itu, jangan sampai perkataanmu mendatangkan masalahâ¦â
Billy sangat marah mendengar perkataan Edward, dan langsung membalas ucapannya dengan dingin.
Edward yang mendengarnya langsung menutup rapat mulutnya dan tidak berani mengatakan apapun lagi!
âKapten, keadaan sekarang sudah berbeda dengan masa lampau, kita juga harus membuka pikiran untuk beberapa hal seperti iniâ¦.â
Denny berkata dengan tenang!
Edward tidak mengatakan apapun lagi, hanya saja dalam hatinya, dia memandang rendah orang-
orang seperti Yansen!
Ini juga alasan kenapa Dave tidak mau memberitahu kedua orang tuanya kalau dirinya mengenal Yansen, kalau mereka sampai tahu, bisaâbisa mereka tidak akan menganggapnya sebagai anak lagi!
Saat duduk di meja bar, Billy terus minum dengan sikap angkuhnya, dan sedang menikmati rasanya dipuji oleh orang!
Hanya saja, sejak tadi Dave tidak minum, dia juga tidak bersulang dengan Billy dan membuat Billy sedikit merasa tidak senang!
âDave, seorang pria masa tidak minum?â
Billy bertanya kepada Dave dengan nada sarkastis.
Dave tersenyum : âSaya bukannya tidak bisa minum, hanya saja bagi saya minum teh dan minum alkohol tidak ada bedanya, lebih baik minum teh, masih bisa menghemat uangâ¦â
Bab 87 Tidak pernah mabuk Billy tercengang lalu tertawa terbahakâbahak: âMaksudmu tadi, artinya kamu sangat toleran pada alkohol?â
âSejauh ini tidak pernah mabukâ¦.â Dave berkata dengan santai.
Saat itu, Billy seketika menjadi tertarik : âKalau begitu, mari kita bertanding, saya juga tidak ayo bersenang- pernah menemukan orang yang bisa menyaingi saya saat minum, hari ini senangâ¦â
Sambil berkata, Billy memanggil pelayan untuk mengantarkan satu dus arak lagi!
âDave, sejak kapan kamu bisa minum arak? Jangan berbicara sembarangan, disini juga tidak ada orang luar, untuk apa kamu membualâ¦â
Celine mengernyitkan keningnya.
âIbu, tenang saja, saya tahu batasan sayaâ¦â Dave menenangkan ibunya!
Edward juga ingin berbicara, tapi dihentikan oleh Denny: âKapten, tidak ada salahnya kalau anak muda lebih bersemangat, apa kamu lupa kita juga sering tanding minum saat di kemiliteran dulu, biarkan saja anak muda bersenangâsenangâ¦â
Edward yang mendengarnya juga tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya menatap Dave dengan pasrah!
âBilly, tingkat toleranmu tinggi, mengalahlah sedikit pada Dave, jangan terlalu banyak minum, yang penting senang sajaâ¦â
Denny tahu kalau Billy kuat minum, pernah sekali Billy menghabiskan hampir satu lusin arak dan masih bisa memanggil taksi sendiri!
âPaman tenang saja, saya akan minum dua gelas, biar dia minum satu gelas saja juga bolehâ¦â
Billy berkata sambil membuka botol arak, dan menuangkannya kedalam cangkir!
âCangkir ini terlalu kecil, ambilkan mangkok sajaâ¦.â
Dave berkata kepada pelayan!
Billy tercengang dan menatap Dave dengan kaget.
âKenapa? Apakah mangkok terlalu besar dan kamu tidak sanggup menghabiskannya?â Dave bertanya dan tersenyum.
âMana mungkin, minum langsung dari botolnya pun biasa saja bagi sayaâ¦.â
Billy mengendus.
Dia merasa kalau Dave sengaja berpuraâpura menakuti dirinya, semakin Dave bersikap seperti ini, semakin membuktikan kalau dia tidak bisa minum!
Segera, mangkok besar diantarkan pada mereka, mangkok itu bisa diisi dengan satu botol penuh.
âAyo katakan, mau minum seperti apa?â Billy menatap Dave dengan tatapan menantang.
âSaya orangnya tidak suka repot, bersulangâ¦â
Setelah berkata, Dave langsung meneguk habis arak yang ada didalam mangkoknya!
Semua orang yang melihatnya langsung kaget, Edward mengernyitkan keningnya dan dia menatap Dave dengan tatapan kasihan: âDave, apa kamu sedang minum arak? Ini sama saja dengan bunuh diri. Jangan memaksakan diriâ¦.â
âAyah, saya tidak apaâapa!â Dave berkata pada Edward sambil tersenyum lalu membalikkan mangkok itu, dan berkata pada Billy: âGiliranmu!â
Billy mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka kalau Dave akan langsung meneguk habis. arak itu, meskipun tingkat toleransinya tinggi tapi cara minumnya itu bisa merusak tubuh!
âKalau tidak bisa minum, jangan minum, hal seperti ini untuk apa dipertandingkanâ¦â
Edward melihat Billy yang sedikit kesulitan membuka mulutnya dan memberi langkah kepada Billy.
âTidak minum juga tidak apaâapa, itu membuktikan kalau kamu adalah seorang pengecutâ¦â
Dave menatap Billy dengan tatapan menantang!
âPengecut?â Billy yang mendengarnya seketika menjadi marah: âSaya tidak pernah takut untuk minumâ¦â
Setelah berkata, Billy memejamkan matanya dan meneguk semangkok arak itu!
Setelah minum, wajah Billy langsung menjadi merah!
Dave mengambil arak dan kembali menuangkannya dalam kedua mangkok.
âDave, sudahlahâ¦â Edward yang melihatnya langsung berdiri dan berteriak pada Dave!
Dave tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap Billy dengan tatapan provokatif!
âKamu tidak perlu ikut campur, ini urusan kami, ayo minum lagiâ¦.â
Pada saat itu Billy hanya bisa merasakan api kemarahan dan berteriak keras pada Edward!
Dave menyipitkan matanya, dan mengangkat mangkok araknya lalu kembali meneguknya sampai habis!
Saat arak ini masuk ke perut Dave, itu menjadi tidak ada bedanya dengan air biasa, Kekuatan spiritualnya Dave menyerap seluruh arak itu!
Melihat Dave kembali meneguk habis satu mangkok arak, semua orang kaget bukan main!
Mona menarik Billy dan berkata: âKalau tidak bisa minum, jangan minum lagi, kamu jauh lebih hebat darinya, tidak usah membandingkan diri dengannya!â
Bab 88 Gratis âBenar, Billy, tidak usah minum lagi, nyawa lebih berharga, jangan bertaruh nyawa lagi dengannyaâ¦â
Saat ini Anita juga berdiri dan membujuk Billy!
Mereka takut kalau Billy kembali menghabiskan satu mangkok arak itu akan membuatnya.
keselamatannya terancam, hal itu bisa menjadi merepotkan!
Saat itu kedua mata Billy mulai memerah, dia menatap Dave dengan kepalanya yang mulai berputar, dan saat melihat tatapan mata Dave yang memprovokasinya, dia menggertakkan gigi dan mengangkat mangkok arak itu lalu meneguknya!
Setelah meminum dua mangkok arak, wajah Billy yang merah menjadi pucat, wajahnya terlihat mengerikan!
Setelah melihat Billy yang menjadi seperti itu, Dave merasa puas dan kembali duduk, kalau diteruskan lagi Billy pasti akan mati, dan kedua orang tuanya pun pasti tidak akan membiarkannya minum lagi!
âKamuâ¦..kenapa kamu duduk, kalau hebat ayo minumâ¦minum lagiâ¦â
Billy yang melihat Dave kembali duduk langsung berteriak padanya!
Tapi baru selesai berkata, tibaâtiba tekanan darahnya naik dan dia langsung memuntahkan dan menyemburkannya pada tubuh Anita.
âAhâ¦â¦..â
Anita terkejut dan berteriak, dia melihat kotoran yang ada ditubuhnya, dan membuatnya hampir muntah juga!
Denny yang melihatnya pun mengernyitkan keningnya, raut wajahnya terlihat sangat jelek!
Edward menatap Dave lalu bergegas berdiri dan berkata: âDenny, kalian cepat antar Billy pulang, kami juga akan segera pulang, kedua anak ini benarâbenar, entah apa yang mereka tandingkan!â
Denny hanya bisa menangguk, masalah sudah seperti ini, mereka juga tidak bisa duduk dan mengobrol lagi!
Tapi pada saat Edward hendak membawa Dave pulang, Billy malah menghalangi!
âTidak boleh pergiâ¦.â Tatapan mata Billy kabur : âTadi sudah bilang mau karaoke, kenapa malah pergi? Apa takut menghabiskan uang?â
âBilly, kamu sudah terlalu banyak minum, ganti hari sajaâ¦.â
Denny membujuk Billy!
âTidak boleh, harus pergi hari ini, saya sudah membuat reservasi dan memberitahukan di grup chat, kalau tidak pergi saya akan kehilangan mukaâ¦â
Billy menggeleng, dia harus membuat Dave membayar biaya karaoke!
Pada saat ini Denny menatap Edward dengan serba salah!
âAyah, kalian pulang saja dulu, saya akan pergi mentraktir mereka karaokeâ¦â
Dave berkata pada Edward.
Edward juga tidak bisa mengatakan apaâapa, dia hanya berpesan kepada Dave: âJangan terlalu malam, dan jangan minum lagiâ¦â
Edward berkata sambil mengeluarkan setumpuk uang dari kantongnya, ada uang receh, ada juga uang besar, totalnya lebih dari 300 ribu!
âKamu bawalah uang ini, saya tahu karaoke juga tidak murahâ¦â
Edward menaruh tumpukan uang itu ditangan Dave!
Dave awalnya ingin menolak, tapi dia tahu berdasarkan sifat ayahnya, dia tidak akan bisa menolaknya, maka dia hanya bisa menerima uang itu!
Pada saat itu Denny juga mengeluarkan dompet dan mengeluarkan satu juta dan memberikannya kepada Dave: âDave, ini ambillah untuk berjagaâjaga, mana tahu nanti tidak cukup!â
âAyah, biasanya kamu tidak pernah seroyal ini saat memberiku uangâ¦
Mona berkata sambil menyambar uang dari tangan Denny.
âAnak ini, cepat berikan uangnya kepada Daveâ¦â
Denny berkata pada Mona!
âTidak ada bedanya kan kalau saya yang pegang, nanti kalau uangnya kurang saya bisa menambahnyaâ¦â
Mona langsung memasukkan uang itu kedalam kantongnya!
âPaman Denny, uang saya sudah cukup, kalau tidak cukup saya akan meminta Mona untuk membayar kekurangannyaâ¦â
Dave berkata pada Denny sambil tersenyum!
Denny menghela nafas dengan tidak berdaya!
Mereka berjalan keluar dari ruangan VIP, dan saat Denny bersiap membayar, Billy mengikutinya.
dengan terhuyungâhuyung: âSaya punya kartu identitas kantor, bisa mendapatkan diskon 20%â¦â
Billy mengeluarkan kartu identitasnya dan melemparkannya ke meja kasir, tapi pelayan kasir bahkan tidak meliriknya sama sekali âTian, tagihan kalian sudah digratiskan oleh pihak hotel, kalian tidak perlu membayarâ¦â
Pelayan kasir berkata kepada Denny dengan sopan!
Bab 89 Saya akan menjemputmu Denny langsung tercengang, dia tidak mengerti kenapa tagihan makannya digratiskan?
Billy yang disamping langsung tersenyum saat mendengarnya: âHaha, tidak disangka kartu identitas kantorku begitu berguna, baru dikeluarkan saja sudah bisa mengratiskan tagihan, Keluarga Tanaka benarâbenar sangat memperhatikan karyawanâ¦â
Denny yang mendengarnya juga mengangguk, dia juga mengira kartu identitas kantor milik Billy sangat berguna, bagaimanapun Billy juga bekerja untuk Keluarga Tanaka.
Hanya saja pelayan kasir itu menatap Billy dengan tatapan menghina dan tidak mengatakan apapun, alasan tagihan itu digratiskan adalah karena Dave, beberapa karyawan Hotel Sawasdee sudah samarâ
samar mengetahui hubungan Dave dan Yuki!
Melihat Dave datang makan disini, maka tagihannya langsung digratiskan, siapa yang berani menginginkan uang calon menantu Keluarga Tanaka?
Mereka berjalan keluar dari hotel, Denny dan Edward saling berpamitan!
âSudah, jangan banyak bicara lagi, tubuh ini sudah sangat bau, semua ini salah Dave, siapa yang minum arak seperti itu? Membuat Billy terbebani sajaâ¦â
Aniya cemberut dan menatap Dave dengan tatapan jengkel!
Dave tidak mengatakan apapun, Edward meminta maaf kepada Anita dengan raut wajah bersalah, dan membawa Celine pulang!
Denny dan Anita juga pulang, saat ini hanya tersisa Dave, Billy dan Mona bertiga!
âDave, tubuhmu bau alkohol, kamu naik taksi saja, jangan sampai kamu mengotori mobilkuâ¦â
Mona berkata sambil menatap Dave dengan dingin.
Dave membuat Billy minum sampai seperti ini sudah membuat Mona sangat marah!
âDave, kita ke Surau Royal KTV, kamu jangan kabur ditengah jalan yaâ¦â
Billy berkata sambil terhuyungâhuyung, dan ditarik masuk ke mobil oleh Mona, dan bayangannya sudah tidak terlihat lagi!
Melihat mobil yang melaju kencang, tatapan mata Dave mulai memancarkan aura dingin, Billy ini terus mencari perkara dengannya, Dave harus memberinya pelajaran!
Dan juga si Mona, kalau bukan karena hubungannya dengan Denny, Dave pasti tidak akan membiarkannya!
Dia mengulurkan tangan untuk memanggil taksi, Dave ingin bergegas ke Surau Royal KTV, tapi ponselnya tibaâtiba berdering!
Ternyata telepon dari Yvonne, Dave bergegas mengangkatnya!
âKak Dave, kalian sekeluarga kemana? Ibuku sudah membuatkan pangsit, dan memintaku mengantarkannya kepada kalian, tapi kalian tidak dirumah!â
Yvonne bertanya padanya!
âKami keluar untuk makan malam!â Dave menjelaskan!
âOh, apa kalian sudah selesai makan sekarang? Saya merasa bosan dirumah, jadi keluar untuk berkelilingâ¦â
Maksud Yvonne sudah sangat jelas, dia ingin Dave menemaninya berkeliling!
Dave raguâragu sejenak lalu berkata: âSekarang saya sedang bersiap menuju KTV, wawancara kerja hari ini sukses, jadi saya dan rekanârekan mau merayakannya sambil karaokeâ¦â
âOh, kalau begitu sudahlahâ¦â nada bicara Yvonne terdengar sedikit kecewa!
âKamu dimana? Apa mau pergi bersama?â
Dave tibaâtiba bertanya!
Kebetulan dia juga ingin memasukkan Yvonne ke perusahaan, jadi sekalian mengenalkannya kepada rekanârekan.
âApaâ¦apa boleh?â Yvonne ingin ikut tapi dia merasa tidak enak hati!
âKenapa tidak boleh, saya juga berniat membawamu ke perusahaan besok, berkenalan dulu juga tidak ada salahnya, saya akan menjemputmuâ¦â
Selesai berkata, Dave langsung meminta supir taksi untuk mengantarnya ke rumah Yvonne, lalu pergi ke Surau Royal KTV.
Pada saat itu di Surau Royal KTV, Billy dan yang lainnya sudah sampai, dan sudah memesan kamar VIP yang besar!
âDave ini kenapa sih? Sudah lama sekali kenapa belum sampai, apa dia kabur? Gaya miskinnya itu, saya benarâbenar takut dia tidak sanggup membayarâ¦â
Ivanna berkata dengan cemberut.
Yang lainnya juga menggerutu, mereka takut, kalau Dave benarâbenar tidak datang maka siapa yang membayar biaya ruangan VIP?
âRico, kalau Dave tidak datang, maka semua biaya ini kamu yang bayar, kalian kan satu timâ¦â
Billy yang bersandar di sofa menyipitkan matanya dan berkata kepada Rico yang duduk di pojok ruangan.
Rico hanya bisa menganggukkan kepalanya, meskipun dia merasa sangat tidak rela, tapi dia tidak berani membantah!
Bab 90 Mengawal Setelah melihat ada orang yang akan membayar, yang lainnya kembali bersemangat, dan mulai memesan buahâbuahan, dan juga bir.
Rico terus berdoa agar Dave harus datang, kalau tidak maka hari ini dompetnya akan berdarah lagi, kartu kreditnya sudah hampir mencapai limit!
Billy bersandar di sofa dan meminta Mona untuk memijatinya, lalu meminum air, keadaannya sudah jelas terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya, hanya saja kepalanya masih terasa pusing.
âSaya beritahu ya, kalau nanti Dave sampai, kalian harus memaksanya minum dengan ganas, siapa yang bisa membuatnya mabuk akan saya gandakan bonus bulanannyaâ¦â
Billy berkata kepada semua orang.
Setelah mendengar bonusnya akan digandakan, semua orang seketika menjadi bersemangat.
âPak Billy tenang saja, saya jamin Dave akan keluar dengan terbaringâ¦â
âKalau dia berani datang, saya akan membuatnya minum sampai tidak tahu arahâ¦â
Mereka semua bersiapâsiap, begitu banyak orang yang menyuruh Dave minum, Dave pasti akan dipaksa sampai mabuk, bahkan Rico juga sempat tergerak saat mendengar bonus akan digandakan, tapi dia pasti tidak akan memaksa Dave untuk minum.
Saat mereka bernyanyi sambil minum, tibaâtiba pintu ruangan terbuka, Dave tiba bersama dengan Yvonne!
Melihat Dave sudah sampai, semua orang terlihat heran, terutama setelah melihat Yvonne yang ada disamping Dave, membuat mata banyak pria langsung bersinar, bahkan Billy yang masih sedikit mabuk juga menyipitkan matanya, dan saat melihat Yvonne, matanya langsung membelalak!
Meskipun Mona juga cantik, tapi Yvonne masih menyiratkan aura gadis muda, meskipun Yvonne pernah menjadi penari di bar, tapi hatinya masih polos.
âDave, saya kira kamu takut menghamburkan uang dan tidak berani datangâ¦â
Billy melirik Dave dan mengembalikan tatapannya pada Yvonne sambil bertanay: âSiapa gadis ini?â
âHalo semuanya, apa kabar, nama saya Yvonne, saya adalah tetangganya Kak Dave, semoga saya tidak mengganggu acara kalian yaâ¦â
Yvonne memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan!
âTidak, tidak mengganggu kokâ¦â
âDuduk, ayo dudukâ¦â
âAyo makan buahnya, disini ada buahâ¦â
Segerombolan pria mulai mencoba tampil sebaik mungkin, tidak ada yang memperhatikan Dave.
Billy juga mulai batuk dan berkata: âNama saya Billy, saya manajernya Daveâ¦â
Yvonne yang mendengar kalau Billy adalah manajer langsung mengulurkan tangannya dengan panik:
âPak Billy, apa kabarâ¦â
âBaik, baikâ¦â
Kedua mata Billy semakin bersinar, dan menggenggam tangan Yvonne dengan erat!
Siapapun bisa merasakan tatapan Billy saat melihat Yvonne sudah menunjukkan ketertarikan, dan itu membuat Mona sangat marah!
âNona Yvonne, dimanakah kamu bekerja sekarang?â Billy sama sekali tidak merasakan tatapan marah dari Mona, dan bertanya kepada Yvonne sambil tersenyum.
âSayaâ¦Saya tidak bekerjaâ¦.â Yvonne menjawab dengan canggung.
Mendengar ini, Billy tersenyum lebih cerah lagi, dia mengeluarkan kartu nama dari kantongnya: âIni kartu nama saya, jika Nona Yvonne tertarik dengan perusahaan kami, Anda bisa datang untuk. bekerja di perusahaan kami!â
âBenarkah?â Yvonne yang mendengarnya seketika terkejut dan membelalak!
âTentu saja, saya manajer departemen, saya punya hak untuk hal ituâ¦.â
Billy berkata dengan wajah bangga.
âBillyâ¦â¦â¦ Mona sudah tidak tahan lagi dan langsung berteriak!
Billy baru teringat pada Mona, dan bergegas membuat jarak dengan Yvonne: âDudukâ¦semuanya duduk!â
Yvonne seolah menyadari sesuatu dan tersenyum sambil kembali ke sebelah Dave, sambil melingkarkan tangannya pada lengan Dave dengan santai: âKak Dave, coba kenalkan padaku. rekanâ
rekanmu ya?â
Dave tercengang karena gerakan santai Yvonne, dihadapan begitu banyak orang, gerakan ini terlalu mesra!
Hanya saja Yvonne sengaja melakukannya, agar priaâpria dihadapannya ini tidak menaruh harap padanya, dan agar Mona tidak cemburu padanya.
Bab 91 Terlalu kuat minum Dan tentu saja setelah melihat kemesraan Yvonne dan Dave, banyak pria yang berkecil hati, bahkan Billy juga menatap Dave dengan tatapan cemburu!
Dave memperkenalkan satu per satu rekannya kepada Yvonne, dan saat memperkenalkan Mona, Dave berkata: âIni adalah putrinya Paman Denny, Mona, ayahnya dan ayahku adalah teman seperjuangan saat militerâ¦â
Yvonne yang mendengarnya langsung mengerti, saat itu Edward meminta bantuan orang untuk mencarikan pekerjaan, orang itu kemungkinan besar adalah ayahnya Mona!
Jadi Yvonne melangkah maju dan meraih tangan Mona dengan antusias : âKak Mona cantik sekali, sejak awal saya sudah mendengar tentang kalian dari Kak Dave dan Paman Edward, hanya saja belum pernah bertemuâ¦â
Keramahan Yvonne membuat Mona juga tersenyum: âDik Yvonne kamu juga cantik sekaliâ¦â
âLalu, yang ini Rico, teman satu timkuâ¦â
Dave berkata sambil menunjuk Rico yang mengenakan kacamata dan duduk di pojok ruangan.
âHaloâ¦â Yvonne tersenyum dan mengulurkan tangannya!
âHalo, haloâ¦.â Wajah Rico seketika memerah, dan dia menjabat tangan Yvonne dengan lembut.
Melihat ekspresi Rico, seketira semua orang langsung menertawainya!
Segera, mereka semua menjadi akrab dan mulai bernyanyi sambil minum, dan ada beberapa orang yang mulai beraksi untuk membuat Dave mabuk, satu per satu dari mereka mulai bersulang padanya!
Melihat situasi ini, Yvonne sigap dan menghadang didepan Dave: âKalau kalian terus bersulang padanya, Kak Dave pasti akan mabuk, saya akan mewakilinyaâ¦.â
Yvonne mengangkat segelas bir dan meminumnya!
Sekelompok pria itu tidak bisa menolak melihat Yvonne yang mewakili Dave minum, dalam persepsi mereka, Yvonne hanya akan bertahan tidak lebih dari dua botol bir!
Tapi segera, persepsi mereka dipatahkan, dan kenyataannya terlalu jauh dari persepsi mereka!
Melihat Yvonne yang minum dengan mereka dan tidak menunjukkan dirinya mulai mabuk, bahkan wajahnya pun tidak menunjukkan perubahan sama sekali!
Seketika mereka semua menjadi bingung, bahkan Dave sendiri menatap Yvonne dengan tatapan tidak percaya!
Tidak akan ada orang yang menyangka, seorang gadis yang terlihat begitu lemah ternyata begitu kuat minum, dan seketika dibawah Yvonne sudah tersusun lebih dari tiga puluh botol bir kosong!
Yvonne tidak kenapaâkenapa, malah orangâorang itu yang mulai menunjukkan wajah memerah, dan ada yang mulai terhuyungâhuyung.
âSudahlah, ayo menyanyi, jangan minum terusâ¦â
Billy yang melihat situasi ini hanya bisa menyuruh mereka untuk tidak minum lagi, kalau diteruskan lagi, Yvonne tidak akan kenapaâkenapa, tapi merekalah yang akan mabuk!
âDik Yvonne, kamu terlalu kuat minumâ¦â
Mona berkata kepada Yvonne dengan rasa iri dan terkejut di matanya.
Yvonne tersenyum : âSaya ini tidak punya kelebihan lain, hanya kuat minumâ¦â
âAdik, kamu hebat sekali, kalau saya punya kemampuan minum seperti kamu, pasti tidak ada orang yang berani menantangku minum lagiâ¦â
Ivanna juga duduk bersama Yvonne, dan berkata dengan kagum.
âKak Ivanna, tingkat toleran itu bisa dilatih kok, besokâbesok saya akan mengajarimu, nama kita saja sudah mirip, kita pasti berjodohâ¦â
Yvonne berkata sambil tersenyum.
Bisa dibilang kemampuan sosialisasi Yvonne sangat baik, tidak perlu waktu lama bagi mereka bertiga untuk akrab dan mulai mengobrol layaknya tiga sekawan!
âAdik, lihatlah kamu begitu cantik, tempramenmu juga bagus, kenapa malah tertarik pada orang seperti Dave? Saya melihat Dave bagaikan melihat si buruk rupa, menyebalkan sekaliâ¦â
Ivanna juga sudah mulai mabuk, dan berbicara pada Yvonne tanpa raguâragu.
Dave yang duduk disamping tidak menyanyi dan tidak minum, dia kemudian berbincang dengan Rico, yang terlihat tidak berada di zona nyamannya!
âKak Ivanna, sebenarnya Kak Dave itu orangnya lumayan baik loh, kami sudah berteman sejak kecil, mungkin kalian belum terlalu mengenalnyaâ¦â
Yvonne tidak marah, dia hanya menjelaskan dengan tenang!
Mendengar penjelasan Yvonne, Ivanna pun tidak mencibir Dave lagi, dia mengambil mikrofon kemudian berkata: âAyo, kita bernyanyiâ¦â
Bab 92 Bersamaâsama Yvonne tidak hanya cantik, tapi dia juga pandai bernyanyi, suaranya tidak jauh berbeda dengan suara penyanyi aslinya!
Seketika, para priaâpria disana menjadi lebih cemburu lagi terhadap Dave, bahkan tatapan Billy kepada Yvonne pun semakin memanas, tapi karena ada Mona, dia tidak boleh terlalu antusias!
Ditemani suara merdu Yvonne, suasana di ruangan VIP hampir mencapai puncaknya, mereka sudah mabuk dan mulai menari sambil melompat.
Rico yang dituangkan beberapa gelas juga mulai minum dan wajahnya seketika menjadi merah padam, dia juga mulai menari nari!
Hanya Dave seorang yang duduk dipojok ruangan dan mengamati dalam diam.
Pada saat mereka semua mulai menikmati suasana dengan bahagiannya, tibaâtiba pintu ruangan mereka dibuka, seorang pria paruh baya yang botak berjalan masuk dengan gelas anggur ditangannya dan diikuti oleh dua orang pengawal yang mengenakan setelan jas!
Melihat ada orang yang tibaâtiba masuk, mereka semua berhenti dan terlihat kebingungan, Yvonne juga meletakkan mikrofon yang ada ditangannya!
Tatapan pria paruh baya itu sudah sedikit kabur, wajahnya juga merah, jelas terlihat sudah mabuk dan terlalu banyak minum, setelah menerobos masuk, dia menyapu seisi ruangan dengan matanya dan menyeringai: âTernyata sekumpulan bocah ingusan ya, siapa yang tadi menyanyi, suaranya lumayan juga, ayo nyanyikan duaâtiga lagu di ruangankuâ¦â
Perkataan pria paruh baya itu membuat semua orang yang ada diruangan saling bertatapan, tidak ada yang berani mengeluarkan suara, karena terlihat jelas kalau pria paruh baya ini bukan orang biasa, sedangkan mereka hanyalah karyawan, tidak ada satu orang pun yang berani memperkeruh suasana!
Melihat tidak ada yang menjawab, pria paruh baya itu menjatuhkan tatapannya pada Yvonne, Ivanna dan Mona, karena hanya mereka bertiga yang memegang mikrofon!
âTiga gadis ini lumayan juga, cepat bawa mereka bertiga keruangankuâ¦â
Pria paruh baya itu berkata sambil mengeluarkan setumpuk uang dari kantongnya dan melemparkannya kepada tiga gadis itu, dan dengan segera, kedua pengawalnya bergerak menghampiri!
Hal itu mengagetkan mereka bertiga dan membuat mereka terus melangkah mundur, raut wajah Billy juga langsung menjadi masam dan berjalan menghadang didepan mereka!
Pada saat ini hanya dia satuâsatunya yang memiliki jabatan tinggi, kalau dia tidak melakukan sesuatu maka orangâorang akan mengoloknya, dan bagaimanapun Mona adalah pacarnya!
Dia tidak mungkin membiarkan pacarnya sendiri dibawa pergi oleh orang lain, dan tidak memperdulikannya kan!
âTuan, Anda siapa ya? Kami datang kesini untuk bernyanyi dan bersenangâsenang, mereka bertiga adalah teman kami, bukan wanita penghibur!â
Billy berkata pada pria paruh baya itu.
âKenapa memangnya kalau bukan wanita penghibur? Saya memberi kalian uang, kalian datang kemari dan hanya memesan bir, apa tidak malu? Biarkan tiga gadis ini bernyanyi untukku dan saya akan memesankan beberapa botol Lafite untuk kalianâ¦â
Pria paruh baya itu maju dan menepukânepuk pipi Billy.
Gerakan pria paruh baya itu tidak melukainya tapi itu sangat mempermalukannya, ini membuat Billy terlihat seperti seorang bocah!
Billy menjadi marah, dan mendorong pria paruh baya itu hingga hampir jatuh!
Saat sudah mendorongnya, Billy menyesal, karena dia belum tahu siapa status orang itu, kalau sampai menjadi masalah, akan sulit untuk diselesaikan!
âSialan, berani mendorongku?â Pria paruh baya itu mengamuk: âPukuli diaâ¦â
Selesai berkata, kedua pengawal itu langsung melangkah kearah Billy dan membuatnya ketakutan setengah mati!
Melihat lawan mereka mulai bergerak, karyawan lain pun langsung mengambil botol dan berdiri bersama Billy, meskipun mereka juga takut, tapi bagaimanapun Billy adalah manajer mereka, ini juga kesempatan mereka untuk menunjukkan ketulusan mereka!
Lawan mereka juga hanya bertiga, sedangkan mereka begitu ramai, pasti bisa menang melawan mereka!
Melihat situasi ini, kedua pengawal menjadi kaget, mereka tidak menyangka anakâanak muda ini begitu kompak dan membuat mereka berdua seketika tidak berani turun tangan!
Pada saat itu Billy menjadi angkuh, melihat kedua pengawal itu tidak berani turun tangan, dia malah maju dengan berlagak dan menendang salah satu diantara mereka: âEnyah dari sini sekarang dan saya akan menganggap ini tidak pernah terjadi!â
Bab 93 Apa kamu masih seorang pria?
Pria botak yang melihat situasi itu menyipitkan matanya, namun dia melihat kerumunan itu didominasi oleh anak muda, kalau sampai terjadi pertarungan bisaâbisa dia yang dirugikan, wajahnya menjadi serius dan berkata: âTunggu saja kau bocah, kalau merasa hebat beritahu namamu, dan lihat bagaimana saya menghabisimuâ¦â
âNama saya Billy Indrawan, saya akan menunggumu disini, apa kamu kira saudaraâsaudaraku ini orang yang lemah?â
Seketika Billy merasa kalau dirinya mirip seperti bos mafia, perasaan itu sangat menyenangkan!
âBaik, baik, baikâ¦â
Pria paruh baya itu mengulang kata baiknya sampai tiga kali, dan berbalik pergi dengan kedua pengawalnya!
Setelah pria paruh baya itu pergi, Billy menjadi semakin sombong lagi, dia belum pernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya, begitu berwibawa dan kerenâ¦..
âPak Billy hebat sekali, tendangan tadi membuat mereka bahkan tidak berani kentut!â
âGaya Pak Billy tadi sudah bisa membuat orang yang tidak tahu mengira dia adalah salah satu bos mafia!â
âPak Billy hebat sekali, saya curiga Pak Billy pernah menjadi mafia sebelumnyaâ¦â
Sekelompok orang itu terus memuji Billy dan membuat Billy bagaikan terbang ke langit!
Dalam hati Billy merasa sangat puas, tapi dia mempertahankan ekspresi yang tenang dan berkata: âIni semua karena dukungan kalian terhadapku, karena kalian juga menunjukkan ketulusan kalian maka saya juga tidak akan pelit, saya akan memesan beberapa botol Lafite untuk kalian semuaâ¦â
âLuar biasaâ¦â
âHidup Pak Billyâ¦..
Mereka yang mendengar akan dipesankan Lafite langsung berteriak semangat, perlu diingat kalau mereka hanyalah karyawan biasa, dan sangat jarang bisa menikmati anggur seperti itu!
âBilly, kita pulang saja yuk, kalau mereka benarâbenar memanggil orang kemari, bisa jadi gawatâ¦â
Mona membujuk Billy.
Pada saat ini Billy yang masih sedikit mabuk ditambah dengan dukungan begitu banyak orang, tidak merasa takut pada pria paruh baya itu.
âMona, tenang saja, ada saya disini kamu tidak perlu takutâ¦â
Billy menepukânepuk dadanya sendiri.
âPak Billy, saya dengar KTV ini bisnis milik Yayasan Nusantara, artinya ini milik Yansen Herlambang, perbuatan kita tadi apakahâ¦.â
Seorang karyawan menyeletuk dengan hatiâhati.
âApa yang perlu ditakutkan, saya sangat akrab dengan Tuan Yansen, tenang saja!â
Billy membual dengan angkuh.
Mona yang mendengar KTV ini adalah milik Tuan Yansen menjadi lega dan berkata: âKalau ini bisnisnya Tuan Yansen, maka tidak akan ada masalah, Billy dan Tuan Yansen sangat akrab, masalah piutang perusahaan keluargaku pun diselesaikan oleh Tuan Yansen hanya dengan satu kata dari Billy!â
Ucapan Mona membuat orangâorang menjadi semakin menunjukkan kekagumannya pada Billy, bisa mengenal Ketua Mafia di Kota Surau benarâbenar luar biasa, hal itu bisa dipamerkan seumur hidup!
âPak Billy ternyata sangat misterius, bahkan bisa mengenal Tuan Yansen!â
âKarena mengenal Tuan Yansen, kita tidak perlu takut lagi, kalau mereka berani datang kita habisi saja merekaâ¦.â
âKita sudah minum, Pak Billy juga ada disini, siapa yang berani mengganggu kitaâ¦â
Setelah mendengar Billy mengenal Yansen Herlambang, sekelompok orang itu menjadi semakin sembrono!
Dave yang duduk di pojok ruangan menyeringai dan tersenyum santai!
Sepertinya Billy tidak akan tahu rasa kalau tidak diberi sedikit pelajaran untuk membangunkannya dari khayalannya!
âTersenyum apa kamu, masih punya muka untuk tersenyum? Tadi saat pria tua itu mau membawa kami pergi kamu juga ketakutan sampai tidak berani bergerak, bagaimanapun Yvonne adalah pacarmu, pacarmu sendiri saja tidak bisa kamu lindungi, apa kamu masih seorang pria? Sekarang malah berani tersenyum!â
Ivanna yang melihat Dave tersenyum di pojok ruangan langsung menunjukkan ketidakpuasannya!
âBenar, apa kamu seorang pria? Pacarmu mau dibawa pergi oleh orang lain malah meratapinya begitu sajaâ¦â
âKalau bukan berkat Pak Billy, kamu hari ini pasti dipermalukan!â
âRico juga, hanya duduk disana dan tidak berani bergerak, sama sekali tidak memiliki rasa solidaritas!â
Semua orang mulai menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap Dave dan Rico, karena sejak tadi hanya mereka berdua lah yang duduk dan tidak berani bergerak!
Bab 94 Merendahlah Dave memang merasa dirinya tidak perlu turum tangan, sedangkan Rico memang ketakutan hingga tidak berani bergerak lagi!
âSudahlah, tidak usah menghiraukan dua orang pengecut itu, satu orang pergilah keluar dan pesankan Lafite, kita minumâminumâ¦.â
Billy berkata sambil melambaikan tangannya!
Segera, seseorang keluar untuk memesan anggur, sedangkan yang lainnya menatap Dave dan Rico dengan tatapan dingin, tidak ada yang menghiraukan mereka!
Pada saat itu, pria paruh baya botak itu membawa dua orang pengawalnya masuk kedalam ruang manajer Surau Royal KTV.
Ruangan manajer didekorasi dengan mewah, seorang pria yang mengenakan jas duduk dibelakang sebuah meja kerja yang memiliki panjang hampir 3 meter, dan dibelakang pria itu terlihat seorang wanita yang mengenakan gaun dengan sisi gaunnya yang terbuka hingga ke bagian pinggang, memperlihatkan kulit putih halus, dengan riasan wajah yang tebal, sedang memijat pria bersetelan jas itu!
Pria bersetelan jas itu adalah manajer dari Surau Royal KTV, Dexter, dia juga bisa dianggap sebagai tangan kanannya Yansen, kalau tidak, Yansen tidak akan mungkin menyerahkan KTV ini untuk diurus olehnya!
âPak Fitra, ada masalah apa yang membuatmu sampai datang keruanganku untuk mencariku?â
Dexter menyipitkan matanya dan bertanya dengan tenang.
âPak Dexter, Surau Royal KTV milik kalian ini sudah terlalu kacau, tadi ada segerombolan anak muda yang berani turun tangan memukuli bawahanku, bahkan jejak kakinya masih membekas di perut bawahanku!â
Fitra si pria paruh baya botak itu berkata sambil menunjukânunjuk bawahannya! â
Di perut bawahan itu terlihat luka memar akibat tendangan itu!
âTerjadi masalah seperti itu ya?â Dexter membuka matanya, dan meluruskan duduknya : âSiapa yang melakukannya? Apakah orangâorang dari Geng Naga Api?â
Menurut Dexter, hanya orangâorang dari Geng Naga Api sajalah yang berani membuat keributan di wilayah mereka!
âSepertinya bukan, mereka hanya sekumpulan anak muda, saya mendengar suara nyanyian merdu dari beberapa gadis yang ada diruangan mereka, dan ingin membawa mereka untuk bernyanyi diruanganku, tidak disangka mereka malah berani bertindak.â Tatapan Pak Fitra bagaikan kilat dingin, dia menggertakkan giginya dan berkata: âKarena saya masih menghormati tempat ini adalah milik Tuan Yansen, maka saya datang kemari untuk memberitahukan kepada Pak Dexter, kalau Pak Dexter tidak mau mengurusnya, jangan salahkan saya kalau memanggil orang untuk mengurusnya sendiri!â
âHanya sekelompok bocah saja, untuk apa Pak Fitra marahâmarah, saya akan mengutus orang untuk pergi bersama Pak Fitra yaâ¦â
Dexter berkata lalu berteriak memanggil seseorang dari luar: âRaffiâ¦.â
Seketika, seorang pria yang berwajah sangar dengan lengan yang penuh tato berjalan masuk!
âKak Dexterâ¦â Rafli menjawab dengan penuh hormat!
âBarusan ada yang membuat keributan di KTV, kamu ikutlah dengan Pak Fitra untuk mengurusnya, yang terpenting jangan sampai ada yang kehilangan nyawa, belakangan ini Tuan Yansen sudah berpesan, kita harus merendah!â
Dexter berpesan kepada Raffi!
âBaik Kak Dexter, saya mengertiâ¦â
Raffi menganggukkan kepalanya.
âTerima kasih banyak Pak Dexter!â Pak Fitra juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dexter!
âPak Fitra mengalami kejadian tidak enak seperti ini di wilayahku, tidak perlu sungkan begitu, kedepannya bisnis kami masih memerlukan bantuan dari Pak Fitraâ¦.â
Dexter tersenyum tenang.
Segera, Fitra membawa Raffi menuju ruangan tempat Dave dan yang lainnya berada, diikuti oleh belasan preman KTV!
Pada saat itu di ruangan VIP, Billy dan yang lainnya sedang menikmati Lafite, wajah mereka memerah dan mereka berteriak dengan semangat, tibaâtiba pintu ruangan ditendang hingga.
terbuka!
Semua orang tercengang, dan saat melihat pria paruh baya itu kembali dengan membawa orang, wajah mereka satu per satu menunjukkan keterkejutan, karena kali ini mereka membawa belasan orang dengan wajah yang sangar!
âPak Fitra, tadi siapa yang memukuli bawahanmu?â
Raffi bertanya kepada Fitra.
Fitra menunjuk Billy dan berkata: âDia, bocah itu yang memukuli bawahanku!â
Raffi menatap dan menilai Billy sekilas, lalu menyapu seisi ruangan, dan langsung mengetahui kalau mereka hanyalah orang biasa, bukan preman ataupun anggota mafia.
âKamu yang tadi memukuli bawahannya Pak Fitra?â Raffi berjalan kehadapan Billy dan berkata dengan tenang.
Melihat wajah sangar Raffi dan tato yang ada di lengannya. Billy sedikit ketakutan tapi karena sudah mabuk, dia tetap mengangguk: âBenar, saya yang memukulinya, dia melecehkan pacarku!â
Bab 95 Tidak ada orang yang berani membantah Raffi sedikit tidak menyangka Billy akan langsung mengaku, dia kembali menilai Billy dan berkata:
âHebat juga bocah sepertimu, berani berbuat berani bertanggung jawab, saya juga tidak akan mempersulitmu, berlututlah kepada Pak Fitra dan minta maaf, maka masalah ini akan selesai sampai disiniâ¦â
Mendengar Raffi menyuruhnya untuk berlutut dan minta maaf, Billy keberatan, dia menggelengkan kepalanya: âSaya tidak akan berlutut kepadanya, dia yang duluan mencari masalah dengan kami!â
Melihat penolakan Billy, raut wajah Raffi menjadi dingin: âBelum ada satu orang pun yang berani membantah perkataanku!â
Sambil berkata, tangan Raffi tibaâtiba mengulurkan tangannya dan mencengkram kerah baju Billy, dan mengangkatnya!
Melihat keadaan itu, karyawan lain berniat membantu Billy tapi setelah melihat belasan preman sangar yang ada dibelakang Fitra, mereka semua menciut!
âBillyâ¦â melihat lawannya bertindak, Mona langsung berteriak dan menghampiri : âLepaskan dia, saya putri dari Denny Sunandar, kami karyawan PT Damai Kimia milik Keluarga Tanakaâ¦â
Mona berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan tangan Raffi, tapi tidak peduli sekuat apapun mencoba, dia tidak bisa menggerakkan tangan Raffi sedikitpun!
dia Wajah Billy menjadi memerah, dia mulai kesulitan bernafas, kedua matanya membelalak dan mulutnya terbuka sangat lebarâ¦.
Rasa takut akan kematian tidak berhenti menghampirinya!
Mona yang melihat Billy sudah seperti itu panik dan tidak berhenti berteriak: âIni adalah wilayah Tuan Yansen, kalian berani membuat onar di wilayah Tuan Yansen, Tuan Yansen pasti tidak akan membiarkan kalian, dia itu kenal dengan Tuan Yansenâ¦â
Perkataan Mona membuat wajah Raffi berubah, dia mengernyitkan keningnya dan melepaskan cengkramannya.
âUhuk uhuk uhukâ¦â
Setelah cengkramannya dilepaskan, Billy terbatukâbatuk dan bernafas sekuat tenaganya!
âBilly, kamu tidak apaâapa kan?â Mona bertanya dengan khawatir.
Ketika yang lain melihat Raffi langsung melepaskan cengkramannya setelah mendengar nama Tuan Yansen, mereka mengira kalau Raffi sangat takut pada Tuan Yansen, dan terus berteriak: âPak Billy sangat akrab dengan Tuan Yansen, kalian berani menyentuhnya, Tuan Yansen pasti tidak akan mengampuni kalianâ¦â
ப âSaya beritahu ya, hanya satu kalimat dari Pak Billy, Yansen pun akan langsung mematuhinya!â
âKemarin, Pak Billy hanya menelponnya, Yansen sudah langsung membantu menagihkan hutang, sekarang kalian berani menyentuh Pak Billy, habislah kalianâ¦â
Orangâorang dari departemen pemasaran yang merupakan bawahan Billy merasa kalau lawan mereka sangat takut dengan Yansen, dan terus meneriakkan betapa hebatnya Billy!
Dave yang duduk disudut ruangan menyeringai setelah mendengarnya, mereka yang tidak tahu. apaâ
apa ini benarâbenar sedang mendorong Billy lebih dekat ke kematian dengan tindakan mereka!
Billy yang mendengar bawahannya membual sembarangan menjadi sangat ketakutan, dia sangat ingin memaki mereka dengan kasar!
Mendengar ucapan mereka, raut wajah Raffi menjadi semakin jelek, tatapan matanya mulai menunjukkan aura pembunuh yang semakin terasa!
Meskipun Dexter berpesan agar dia tidak membunuh orang, tapi sekelompok orang ini menggunakan nama Tuan Yansen untuk menggertaknya, bagaimana dia bisa menahan itu!
Melihat raut wajah Raffi yang menjadi semakin jelek, bawahan Billy merasa kalau dia ketakutan, mereka mulai merasa bangga!
âSudah takut? Sekarang enyahlah dari sini, kalau sampai kami menelpon Tuan Yansen, kalian satupun tidak akan bisa pergi dari siniâ¦â
Mona juga berkata kepada Raffi dengan bangga.
âDiam, diam kalian semuaâ¦â
Billy berteriak kepada Mona!
Hanya dia sendiri yang mengetahui kebenaran kalau dia sama sekali tidak mengenal Yansen, bahkan dia belum pernah melihat wajah Yansen sama sekali.
Melihat Billy yang tibaâtiba berteriak padanya, Mona kebingungan, dia tidak tahu apa yang terjadi pada Billy, tapi dia pun tidak berani mengatakan apapun lagi!
âKamu mengenal Tuan Yansen?â Raffi tercengan, dan bertanya pada Billy dengan wajah muramnya.
Billy yang saat ini sedang diperhatikan oleh mereka semua, sudah kehabisan cara, kalau dia mengaku tidak mengenal Tuan Yansen saat ini, pasti dia akan diolokâolok oleh mereka.
Bab 96 Mengadili Sambil menggertakkan giginya, Billy hanya bisa mengangguk: âSaya pernah bertemu dengan Tuan Yansenâ¦â
Kataâkata Billy ambigu, karena pernah bertemu belum tentu dia mengenal Tuan Yansenâ¦.
âAwalnya kalian hanya perlu berlutut dan minta maaf saja, tapi tidak disangka kalian malah menjual nama Tuan Yansen sembarangan, karena sudah seperti ini maka hari ini kalian tidak akan bisa pergi dari siniâ¦.â
Kataâkata Raffi yang menakutkan membuat sekelompok orangâorang yang tidak tahu apaâapa itu merinding!
âHahaha, dasar preman jalanan, apa kalian tahu siapa orang yang ada dihadapan kalian ini? Dia adalah pembunuh bayaran nomor satunya Dexter, tangan kanan dari Tuan Yansen, kalian malah membual dihadapannya dan mengaku mengenal Tuan Yansen, sepertinya kalian bosan hidupâ¦â
Fitra mulai tertawa terbahakâbahak.
Sekelompok orang ini hanyalah orang biasa yang sangat biasa, mana mungkin mengenal Yansen, Fitra tahu kalau mereka pasti sedang berakting!
Tentu saja, setelah mendengar kataâkata Fitra, Billy langsung berkeringat dingin, dia tidak menyangka bualannya akan membuat dirinya berada di posisi terpojok!
Hanya saja, bawahan Billy benarâbenar tidak banyak berpikir, mereka menganggap kalau Billy benarâ
benar mengenal Yansen!
Begitu juga dengan Mona yang mempercayai kebohongan itu, Billy pasti mengenal Yansen, bahkan jika Billy tidak mengenalnya pun, temannya Billy pasti kenal, kalau tidak bagaimana. mungkin Tuan Yansen akan membantu keluarga mereka mendapatkan kembali piutang perusahaan mereka?
âPak Fitra, tadi kami juga sudah minum banyak dan mabuk, sekarang kami akan meminta maaf padamu, semoga Pak Fitraâ¦.â
Billy menciut, dan mulai meminta maaf kepada Fitra!
Hanya saja belum sempat menyelesaikan ucapannya, Raffi langsung menyela: âBerani menjual nama Tuan Yansen, minta maaf saja tidak akan cukup, bisa tetap hidup atau tidak, itu tergantung keberuntunganmuâ¦â
Selesai berkata, Raffi melambaikan tangannya dan berkata: âBawa mereka semua pergi, biarkan Kak Dexter yang mengadiliâ¦â
Segera, belasan preman berwajah sangar itu langsung mengepung mereka, membuat Billy, Mona dan yang lainnya terkejut setengah mati!
Rico yang ada dipojok ruangan juga ketakutan hingga sekujur tubuhnya gemetaran, celananya basah, dan kedua tangannya mencengkram erat lengan baju Dave!
Dia hanyalah seorang mahasiswa baru, belum pernah melihat kejadian seperti ini, dan sekarang dia sudah sangat ketakutan!
Melihat Rico ketakutan hingga seperti itu, Dave menepukânepuk pundaknya dan berkata : âTenanglah, tidak aka nada masalahâ¦â
Segera, mereka dibawa pergi menuju ruangan Dexter!
Saat ini Dexter sedang menyipitkan matanya dan menikmati pijatan sekretarisnya, dan saat melihat Raffi kembali dengan sekelompok bocah bocah, dia mengernyitkan keningnya dan berkata: âRaffi, untuk apa kamu membawa sekelompok bocah ini kemari?â
âKak Dexter, mereka adalah orang yang memukuli bawahannya Pak Fitraâ¦â
Raffi berkata.
âSaya kan sudah menyuruhmu mengurusnya, kenapa malah dibawa ke ruanganku?â Wajah Dexter terlihat tidak senang!
âKak Dexter, bocah ini berkata kalau dia mengenal Tuan Yansen, dan sangat akrab dengan Tuan Yansen, maka saya membawanya kemari untuk Kak Dexter adiliâ¦â
Raffi sibuk menjelaskan!
âApa?â Dexter yang mendengarnya langsung membenarkan posisi duduknya, dan menatap Billy dengan dingin: âKamu mengenal Tuan Yansen?â
âSayaâ¦.sayaâ¦.â Billy terbataâbata: âTeman saya mengenalâ¦..â
âSiapa nama temanmu? Saya sudah lama ikut dengan Tuan Yansen, orangâorang yang dikenalnya, pasti saya tahu namanyaâ¦â
Dexter meneruskan pertanyaannya.
Saat ini, Billy sudah tidak bisa menjawab, dia sebenarnya tidak memiliki teman yang kenal dengan Tuan Yansen, dengan statusnya itu mana mungkin dia bisa mempunyai koneksi dengan Tuan Yansen!
Bamâ¦.
Tibaâtiba Dexter membanting mejanya dan bangkit berdiri : âBesar sekali nyali kalian, berani menjual nama Tuan Yansen sembaranganâ¦.â
Bab 97 Hatinya sangat serba salah Seketika, raut wajah mereka semua langsung berubah, aura dingin yang menyerang Billy juga membuatnya terlepas dari pengaruh alkohol!
Dia sama sekali tidak menyangka, dia hanya pamer dan menyombongkan dirinya dengan berpuraâ
pura mengenal Yansen, dia tidak berniat menimbulkan masalah!
Melihat respon Billy, Fitra mendengus dan maju menghampiri Billy lalu menamparnya : âBukankah kamu sangat berlagak? Berani memukuli bawahanku, berani menjual nama Tuan Yansen, saya rasa kalian ini sudah bosan hidupâ¦â
Tamparan Fitra membuat Billy terbangun dan kembali pada kenyataan, dia sibuk memohon ampun:
âPak Fitra, saya salah, saya tidak akan berani lagi, tidak akan berani lagiâ¦â
Billy yang memohon ampun juga langsung menyadarkan Mona dan juga bawahannya, mereka.
akhirnya tahu kalau Billy tidak mengenal Tuan Yansen, dia hanya membual!
Saat itu, mereka semua mulai gemetaran, kalau Billy tidak mengenal Yansen, maka mereka mana punya dekingan?
âSudah salah ya?â Fitra mencibir: âSekarang mengaku salah pun tidak ada gunanya lagi, kalian tunggu mati saja!â
Mendengar ucapan itu membuat Billy tidak tahan lagi, suara gedebuk terdengar, dia menjatuhkan diri, berlutut dan berkata: âKak Dexter, saya tidak akan berani menggunakan nama Tuan Yansen lagi, kumohon, kumohon ampunilah sayaâ¦.â
Billy mulai menangis terseduâsedu, dalam hatinya sangat menyesali perbuatannya!
Billy yang seperti ini membuat mereka lebih pucat lagi, Mona juga menatap Billy dengan tatapan kaget, entah apa yang sedang dipikirkan dalam hatinya!
Melihat Billy yang berlutut dan memohon ampun, juga sekelompok anak muda yang kaget dan panik, Dexter menatap Fitra dan berkata: âPak Fitra, masalah ini berawal dari Anda, Anda saja yang putuskan harus bagaimana.â
Dexter sedang memberi muka pada Fitra, bagaimanapun Fitra adalah tamu VIP di KTV!
âSekelompok bocah ini, kalau dibuat cacat juga tidak ada artinya, biarkan saja mereka pergi..â
Fitra melambaikan tangannya!
Billy yang mendengarnya sibuk bersujud dan berterima kasih, tapi pada saat mereka semua bernafas lega, Fitra menjatuhkan tatapannya pada Yvonne, dan dua gadis lainnya dan berkata: âYang pria boleh pergi, tapi tiga gadis ini harus tinggal untuk menemanikuâ¦â
Mendengar ucapan itu, raut wajah Yvonne, Mona dan Ivanna langsung berubah, raut wajah Billy juga menjadi serba salah!
Bagaimanapun Mona adalah pacarnya, dia boleh mengabaikan Yvonne dan Ivanna, tapi dia tidak bisa tidak peduli pada Mona, Denny juga baru mulai menganggapnya!
âPak Fitra, ini adalah pacarku, apakah saya boleh membawanya pergi? Dua orang itu akan tinggal untuk menemanimu, saya dan pacar saya juga sudah tinggal bersama selama satu tahun lebih. saya rasa Pak Fitra juga tidak akan tertarikâ¦.â
Billy berkata dengan wajah tersenyum sambil menunjuk Mona!
Sebenarnya dia sama sekali tidak pernah menyentuh Mona, hanya saja dia sedang mencari cara untuk membebaskan Mona!
Mona menatap Billy tapi dia tidak mengatakan apapun, karena disaat seperti ini, bisa melepaskan diri adalah yang terpenting!
Tentu saja ucapan Billy membuat Fitra langsung menatapnya dengan jijik, dan melambaikan tangannya: âEnyahlah, dua gadis ini tetap tinggalâ¦â
Billy yang mendengarnya langsung berterima kasih kepada Fitra, dan berbalik hendak pergi!
âPak Billy, kamu tidak boleh meninggalkanku, kamu tidak boleh meninggalkankuâ¦â
Ivanna panik, dan bergegas menarik lengan Billy!
Sedangkan Yvonne juga panik dan menatap Dave pasrah, saat ini dia hanya bisa memohon kepada Dave, karena dia tidak kenal dengan yang lain, tidak akan ada orang yang membantunya saat ini.
âIvanna, kamu temani dulu Pak Fitra untuk minum, tidak akan ada masalah, saya akan kembali menjemputmuâ¦â
Billy mendorong Ivanna!
Seketika Ivanna menjadi putus asa, sedangkan mata Yvonne mulai bergenang air mata, dia menarik lengan baju Dave dengan ringan, meskipun dia ingin Dave bisa pergi dari tempat itu, tapi dia juga tidak ingin tinggal disana, dalam hatinya sangat serba salah!
Bab 98 Siapapun tidak boleh pergi âTenang saja, saya tidak akan pergiâ¦â
Dave menatap Yvonne sambil tersenyum!
âKak Dave, ayo pergi!â Rico orang pertama yang bergegas meninggalkan ruangan, namun berbalik dan berteriak pada Dave!
Mona juga berbalik dan melihat kalau Dave tidak bergerak, lalu berteriak: âDaveâ¦.â
Fitra menyadari kalau Dave tidak berniat pergi, raut wajahnya dingin : âKenapa, tidak tega meninggalkan pacarmu, tidak mau pergi ya?â
Sambil berkata, dia mengulurkan tangannya menuju wajah Yvonne!
Yvonne yang sudah ketakutan hingga pucat tidak berani bergerak dan mengelak!
Tapi pada saat tangannya hampir menyentuh Yvonne, Dave mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan Fitra: âSaya sama sekali tidak berniat pergiâ¦.â
Dave berkata dan sambil mengerahkan sedikit tenaganya, yang terdengar hanyalah suara tulang retak, dan pergelangan tangan Fitra seketika patah!
Rasa sakit itu membuat Fitra langsung berteriak, teriakannya menyayat hati orang yang mendengarnya!
âMati rasa, cepat lepaskan, tanganku sudah patah, saya akan membunuhmu, pacarmu pun akan kumainkan hingga matiâ¦â
Raut wajah Fitra penuh kengerian, dan mulai berteriak keras!
Bamâ¦.
Tendangan Dave menghantam bagian vital Fitra dan langsung membuatnya terhempas.
Fitra tersungkur ditanah sambil meringkuk, wajahnya menjadi keunguan, tendangan Dave langsung membuat Fitra kehilangan kemampuannya sebagai seorang pria!
Dexter yang melihat itu langsung mengamuk, berani memukuli tamunya dihadapannya membuat Dexter merasa tidak dianggap!
âBajingan, berani memukuli orang dihadapanku, bernyali juga kamu!â Wajah Dexter menjadi dingin dan menakutkan, dia mengibaskan tangannya: âTutup pintu itu, siapapun tidak boleh pergiâ¦.â
Billy dan tertutup!
yang lainnya yang bersiap keluar langsung dihadang, pintu ruangan itu langsung Seketika mereka semua menunggu Dave dengan jengkel, kalau bukan Dave berlagak dan sok jago, mereka pasti sudah meninggalkan tempat itu!
âDave, sialan, kamu sedang berlagak apa? Sekarang kami pun tidak bisa pergi lagiâ¦â
Billy berteriak marah pada Dave!
Sekarang Dave memukuli Fitra sampai seperti itu, masalah ini pasti tidak bisa didiskusikan lagi, mereka baru saja bernafas lega, tapi Dave malah berlagak demi seorang wanita, membuat mereka semua juga ikut terlibat dalam masalahnya!
âDave, kamu mau mati, kenapa menyeret kami jugaâ¦â
âBenar, berlagak apa kamu? Kalau merasa jago berkelahi, berkelahi saja sendiri di jalananâ¦â
âHabislah sudah, kali ini kita juga terlibat dalam masalahnyaâ¦â
Semua orang mulai menyalahkan Dave!
Bahkan Ivanna juga tidak terkecuali, meskipun dia adalah orang yang ditinggalkan, tapi sampai saatnya dia mungkin hanya perlu menemaninya minum anggur, tidak sampai menemaninya tidur, mungkin itu akan berlalu begitu saja, tapi sekarang, dia memukuli orang sampai seperti itu, sepertinya menemani tidur pun tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini!
Hanya Yvonne yang menatap Dave dengan khawatir, matanya berlinang air mata: âKak Dave, maaf, maafâ¦.â
Yvonne tahu kalau Dave bertindak demi dirinya, kali ini bisaâbisa Dave kembali dijebloskan kedalam penjara, bahkan mungkin akan kehilangan nyawanya!
âTenang saja, tidak akan ada masalahâ¦â Dave tersenyum santai!
Melihat Dave terlihat tenang membuat mereka menjadi lebih marah lagi, cacian dan kutukan pada Dave mulai terdengar!
Sedangkan raut wajah Dexter menjadi semakin muram: âRaffi, lumpuhkan bajingan ituâ¦.â
Raffi mengangguk dan mulai melangkah menuju Dave, tinjunya yang bagaikan samsak pasir mengarah ke kepada Dave!
Kalau pukulan itu menghantam kepala Dave, pasti akan meledakkan kepalanya dalam sekejap!
Melihat situasi itu, mereka semua kaget dan menghindar, mereka takut akan kecipratan darah, hanya tatapan mata Yvonne yang tidak bergerak, dia menggertakkan giginya dan menghadang didepan Dave!
Bab 99 Tidak tahu apa itu menyesal Dave bertindak demi dirinya, Yvonne juga berencana mengorbankan nyawanya, dia tidak boleh berdiam diri dan melihat Dave dibunuh begitu saja dihadapannya!
Angin kencang bertiup kearah Yvonne, Yvonne yang ketakutan menutup matanya, sedangkan tangannya menarik Dave dengan erat kebelakang tubuhnya!
âYvonneâ¦.â
Mona juga tidak dapat menahan dirinya dan berteriak!
Meskipun dia baru mengenal Yvonne, tapi Mona merasa Yvonne adalah orang yang baik, berpengetahuan luas, sangat disukai oleh orangâorang, kalau dia mati karena Dave akan sangat disayangkan, maka dia tidak bisa menahan dirinya dan berteriak!
Dia melihat tinju Rafli menuju kearah Yvonne, Yvonne merasakan kematian yang mendekat, tapi setelah tiupan angin kencang itu, tidak ada lagi pergerakan, dia perlahan membuka matanya, dan menemukan tinju Raffi hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya, sedangkan tangan Dave mencengkram tinju Raffi dan membuat dia tidak bisa menggerakkannya!
Saat itu, semua orang membelalakan matanya, mereka tidak habis pikir, sedangkan wajah Raffi juga langsung berubah, tatapannya terlihat terkejut, karena dia dapat merasakan ada aliran kekuatan besar yang terus keluar dari dalam tubuh Dave, tidak peduli sekuat apapun dia mencoba semuanya berakhir siaâsia!
âKalau kalian bukan bawahannya Yansen, kalian pasti sudah menjadi mayat sekarangâ¦â
Dave menyeringai, membuat Raffi tibaâtiba mundur dan terduduk dilantai!
Melihat Raffi seperti itu, Dexter semakin marah lagi!
âBajingan, dasar sampah, hanya seorang bocah saja tidak bisa kamu urus?â
Dexter menendang Raffi dengan kuat!
Raffi bergegas berdiri, dan menundukkan kepalanya dengan canggung, meskipun dia terjatuh, tapi Raffi tidak terluka, Dave sedang berbelas kasihan karena bagaimanapun bisa dibilang mereka adalah bawahannya!
âBiarkan kami pergi, maka masalah hari ini dianggap selesai, kalau tidak, kamu akan menyesalâ¦â
Dave berkata pada Dexter!
âMenyesal?â Dexter mencibir: âSaya tidak pernah tahu apa itu menyesalâ¦â
Selesai berkata, tibaâtiba pintu ruangan terbuka, belasan orang yang memegang parang menerobos masuk, dan langsung mengepung Dave dan yang lainnya!
Tadi saat dikepung belasan orang dengan tangan kosong, Billy dan yang lainnya masih bisa mengendalikan diri walaupun wajah mereka terlihat sangat sangar!
Tapi sekarang saat dikepung belasan orang yang memegang parang, Billy dan yang lainnya. terkejut, seolah mereka merasakan dinginnya parang itu, beberapa diantara mereka hampir pingsan, ada yang mengompol, dan bahkan Billy sendiri juga tidak luput, celananya basah!
âBajingan, percaya tidak saya pasti akan membuatmu menjadi daging cincang hari ini?â
Dexter berkata dengan muram.
âSeingatku, Yansen tidak mengizinkan kalian untuk bertarung dan membunuh lagi, menyuruh kalian untuk berbisnis sesuai aturan, tapi hari ini kamu malah mau membuat kehebohan, apa kamu tidak mau meminta petunjuk Yansen dulu?â
Dave berkata dengan tenang.
Dexter tercengang, dia menatap Dave sekilas, setelah raguâragu dia kemudia berpesan pada bawahannya: âPerhatikan mereka, jangan sampai ada satu pun yang kabur, saya akan menelpon Tuan Yansen.â
Selesai berkata, Dexter mengeluarkan ponselnya dan keluar dari ruangan!
Melihat Dexter yang meminta petunjuk dari Yansen membuat Billy dan yang lainnya menjadi lebih pucat lagi, perlu diketahui Yansen memiliki reputasi yang buruk di Kota Surau, dia adalah raja pembunuh berdarah dingin yang sadis!
Kalau benarâbenar menyinggung Yansen, maka mereka semua tidak akan ada yang tersisa, pada saat itu, mereka pasti akan disiksa hingga mati!
âDave, dasar tidak punya otak, sekarang kami semua akan mati bersamamu, tidak akan ada satupun yang bisa keluar dari sini hidupâhidup, bisaâbisanya kamu malah menyeret Tuan Yansen, habislah sudahâ¦â
Billy yang melihat Dexter pergi menelpon Yansen langsung mencaci maki Dave!
Perintah Kaisar Naga 10 mutiara Bab 100 Terlalu berlebihan Dave mengernyitkan keningnya, dia menatap Billy dengan dingin, membuat Billy seolah terjatuh kedalam gua es dan langsung terdiam!
âSaya tidak mau mati, saya tidak mau mati, ayahâ¦ayahâ¦.â
Mona mulai menangis, dia terus bergumam seperti orang gila!
Seketika, banyak diantara mereka yang mulai menangis, seluruh ruangan itu langsung dipenuhi oleh suara tangisan.
Disisi lain, Dexter sedang menelepon Yansen untuk meminta petunjuk bagaimana dia harus mengurus bocahâbocah itu!
Biasanya, Dexter akan mengambil keputusan sendiri dan menghabisi Dave dan yang lainnya, hanya segerombolan orang biasa, kalau hilangpun tidak akan menimbulkan keributan!
dan Tapi sekarang tidak bisa, Yansen sudah memerintahkan mereka tidak boleh bertarung membunuh sembarangan, Dexter hanya bisa bertanya kepada Yansen harus bagaimana!
Pada saat itu, Yansen sudah tertidur, dan saat mendapatkan telepon dari Dexter dia menguap beberapa kali: âDex, sudah selarut ini, apa ada masalah di KTV?â
âTuan Yansen, ada beberapa bocah yang membuat keributan di KTV, mereka melukai Raffi, terlalu berlebihan, saya ingin bertanya kepada Tuan Yansen, apa mereka boleh dihabisi sajaâ¦
Dexter bertanya dengan hatiâhati.
âBocahâbocah?â Yansen mengernyitkan keningnya: âSiapa mereka? Apakah anggota Geng Naga Api?â
Dengan reputasi Yansen di Kota Surau, belum ada orang yang berani membuat onar di wilayah kekuasaannya, kecuali anggota Geng Naga Api, bagaimanapun Stanley juga dilukai oleh Dave beberapa waktu lalu!
Sekarang Geng Naga Api sedang mencari perkara dengan Yayasan Nusantara, jadi tidak ada yang tidak mungkin!
âBukan, hanya segelintir orang biasa, katanya mereka bekerja di perusahaan milik Keluarga Tanaka, dan ada seorang bocah yang bernama Dave, dia yang melukai Raffiâ¦â
Dexter berkata!
Mendengar nama Dave, Yansen langsung melompat turun dari tempat tidurnya!
âDex, saya akan segera kesana, sialan, kamu jangan berani bertindak, tunggu sayaâ¦.â
Selesai berkata, Yansen langsung mematikan teleponnya dan berlari keluar!
Dexter yang mendengar Yansen begitu tergesaâgesa menjadi bingung, tapi karena itu perintah Yansen, dia tidak berani membantahl Dia kembali ke ruangannya, udara di kantornya sudah bau sejak tadi!
âSialanâ¦â
Dexter menutup hidungnya: âBuka jendelanya, dasar tumpukan sampahâ¦â
Segera, jendela terbuka dan udara segar berhembus masuk, dan menyingkirkan bau pesing yang ada didalam ruangan!
Yansen berpesan agar dia menunggu, jadi Dexter hanya melambaikan tangannya dan menyuruh bawahannya yang membawa parang untuk mundur, jangan sampai mereka terlihat oleh Yansen!
âSaya sudah menghubungi Tuan Yansen, dia akan segera kemari, kalau ada permintaan terakhir, kalian bisa menyampaikannya sekarangâ¦â
Dexter menatap Dave dan yang lainnya dengan dingin lalu tersenyum sinis!
Mendengar Tuan Yansen akan datang, Billy dan yang lainnya kembali kehilangan kewarasan mereka!
Suasana yang mulai hening kembali diisi oleh suara tangisan!
Siapa itu Yansen?
Di Kota Surau anak berusia tiga tahun pun tahu siapa dia, dia adalah pembunuh berdarah dingin bagaikan iblis !
âKak Dexter, ini semua tindakan Dave, kami tidak ada kaitannya, lepaskan kami yaâ¦â
Billy kembali berlutut pada Dexter!
Yang lainnya pun ikut berlutut dan memohon ampun, mereka tidak berhenti bersujud!
Sedangkan Dave langsung menarik Mona dan Yvonne, tidak membiarkan mereka berdua berlutut!
Tidak peduli betapa Mona membencinya, tapi Denny bukan orang jahat, dia selalu menjaga Dave dan keluarganya dengan baik, Dave tidak boleh mengabaikan Mona!
Melihat Dave tidak berlutut, Dexter yang ingin memakinya menahan diri dan menelan kembali kataâ
katanya karena teringat perintah dari Yansen!
âHm, tunggu saat Tuan Yansen datang, habislah kamu, mari lihat pada saat itu apakah kamu masih bisa berlagakâ¦â
Dexter berpikir dalam hatinya!
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!