Dave mengangkat Pedang Naga di tangannya dengan tinggi dan langsung melemparkannya secara lurus!
Pedang Naga berputarâputar di udara sebelum menebas ke arah Hansel!
Hansel terkejut, tubuhnya bergegas mundur dan pada saat Hansel mundur, tornado yang ada di belakangnya juga hancur akibat tebasan pedang!
Kekuatan yang menakutkan menyebar ke segala arah, tubuh Dave juga terhempas akibat kekuatan menakutkan ini!
Namun Hansel lebih tragis, Pedang Naga memiliki roh pedang, Hansel bergegas menggunakan tanaman merambat untuk mencoba menjerat Pedang Naga!
Namun semuanya ditebas hingga putus oleh aura Pedang Naga yang tajam!
Bam!
Aura Pedang Naga langsung menebas seketika!
Terlihat lengan Hansel yang putus, darah mengucur deras dan seluruh auranya langsung menyusut.
Hansel melihat lengannya yang putus dan tatapan matanya dipenuhi dengan ketidakpercayaan.
Jurus Manipulasi Tanaman menghilang dan saat ini Hansel kembali ke penampilan semulanya, sosoknya setengah berlutut di tanah!
âMengapa bisa seperti ini, mengapa bisa seperti iniâ¦â
Hansel bergumam!
Dia adalah seorang Grand Master Guru puncak, ini adalah alam rahasia Sekte Roh Iblis, dia dapat menggunakan kekuatan hukum dan dia juga sudah menggunakan Jurus Manipulasi Tanaman!
Mengapa hasilnya tetap seperti ini?
Hansel menatap Dave dengan tidak percaya, dia sama sekali tidak mengerti mengapa semuanya bisa menjadi seperti ini!
Mengapa Dave yang hanya memiliki kekuatan Grand Master Guru tingkat menengah dapat melukai dirinya!
Pedang Naga kembali ke tangan Dave, lalu Dave menunjuk Hansel dengan pedangnya dan berkata:
âKemampuan apa lagi yang kamu miliki, gunakan semuanya, jika sudah tidak ada, maka matilahâ¦â
Dave berkata lalu menebaskan Pedang Naga di tangannya ke arah Hansel!
âTunggu sebentarâ¦â
Di saat Dave akan menyerang, Luna tibaâtiba berteriak untuk menghentikan Dave!
Dave menatap Luna dan berkata: âNona Luna, apa maksudmu? Apa kamu ingin membantu Hansel memohon belas kasihan?â
Luna menggelengkan kepalanya : âSaya tidak akan membantunya memohon belas kasihan, saya hanya ingin bertanya padanya, mengapa, mengapa dia membohongikuâ¦â
Sambil berkata, Luna berjalan ke hadapan Hansel dan tatapan matanyà menatap Hansel dengan penuh kemarahan lalu bertanya: âKamu mencelakäiku, menghancurkan seluruh hidupku, mengapa?
Mengapa kamu melakukan ini padaku?â
Hansel menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap mata Luna, lalu berkata dengan perlahan:
âSaya juga tidak punya cara lain, saya sudah dikendalikan oleh Sekte Hati Iblis, mereka telah meracuniku, jika saya tidak patuh, mereka akan membunuhku!â
Hansel menjelaskan, dia ingin mencoba mendapatkan simpati Luna, dengan begitu dia mungkin masih bisa bertahan hidup!
âSaya tidak ingin mendengar hal ini, saya tidak peduli jika kamu mengkhianati Sekte Roh Iblis, tapi mengapa kamu melakukan hal ini padaku? Lantas saya hanya mainanmu, alat pelampiasanmu?â
Luna berteriak dengan marah, apa yang dia katakan adalah kekasaran yang Hansel lakukan padanya tadi.
âTidak, tidak seperti itu, saya benarâbenar tulus mencintaimu, kamu bukan mainan, kamu harus percaya padaku.â
Hansel menggelengkan kepalanya dan menyangkal!
âSaya tidak percaya, saya tidak percaya, kamu adalah binatangâ¦
Luna menangis dan mengulurkan tangannya untuk memukul Hansel!
Hansel tidak bergerak, dia membiarkan Luna memukulnya, tidak lama kemudian tatapan mata Hansel berkilat dengan kilatan cahaya, dia memanfaatkan kesempatan saat semua orang tidak memperhatikan dan langsung menangkap Luna, tangannya mencengkeram leher Luna dengan erat!
Hal ini membuat Luna tercengang, dia mencoba melepaskan diri tapi dia sama sekali tidak bisa melepaskan diri!
âDave, minggir, minggir kalian semuaâ¦â
Hansel berteriak keras sambil menyandera Luna!
Dia bersiap untuk melarikan diri, kabur dari alam rahasia Sekte Roh Iblis lalu pergi mencari Sekte Hati Iblis.
Saat melihat Luna disandera, Kenari menjadi gugup!
âHansel, bajingan, jika kamu berani menyentuhnya maka saya akan menghancurkanmu sampai berkepingâkeping.â
Kenari berteriak pada Hansel!
Namun Hansel seolah tidak peduli dan berkata dengan sinis : âDasar orang tua cabul, saya tahu kamu menyukainya, sepasang matamu terus menatap paha putihnya, namun kamu hanya bisa melihatnya, sedangkan saya sudah lama bosan bermain dengannya, kamu punya kualifikasi apa untuk mengancamku di sini?â
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!