Bab 2629 Louis memelototi Edwin , yang menderita dalam diam , sebelum tertawa terbahak â
bahak . _ _ _ Kesombongan tertulis di seluruh wajahnya . _ _ Dia menyipitkan matanya dan mendesis , â Baiklah , Edwin . _ Karena Anda tidak bisa menjadi tinggi d an perkasa lagi , izinkan saya bertanya lagi . _ _ _ . . â
â Apakah kamu berlutut atau tidak ? !
Wajah Leslie berubah sedingin es . _ â Jangan berani melewati batas , Louis ! _ _ _ _ Dia menggeram , marah . _ melgarvey y atau !
â Melewati batas ? â
Louis menilai Leslie dengan tatapan mencemooh . _ _ â Apakah kamu pikir aku tidak punya nyali untuk menyakitimu hanya karena ayahmu adalah orang pert ama yang berkuasa di Hong Kong ? _ _ _ _ _ _ _ _ â
â Coba hentikan aku , dan aku akan datang untukmu segera setelah aku selesai dengannya ! _ _ _ _ _
â
Louis mencubit wajahnya dengan mengancam , tatapannya padanya penuh dengan penghinaan . _ _
_ _ Kemudian , dia mengalihkan perhatiannya kembali ke Edwin . _ â Aku akan menghitung sampai tiga . _ Berlututlah , dan aku akan memberimu kesempatan untuk berbi cara dengan Kaitlyn , â dia memperingatkan dengan muram . _ _ â Dan jika tidak , aku akan membunuhmu di sini . _ _ _ _ _ â
â Tentu saja , kamu bisa mencoba melawan . _ Tetapi jika Anda melakukannya , saya akan membunuh
Anda semua ! _ _ _ _ â
Louis tersenyum puas , yakin bahwa dia berada di atas angin . _ â Tiga ! Dua ! Satu .. . â
Edwin dibiarkan tanpa pilihan . _ _ Dia bisa merasakan niat membunuh merembes keluar dari Louis , d an lututnya terbanting ke tanah saat dia berlutut . _ _ _ _ Berdasarkan sikap playboy kayanya yang biasa , dia tidak akan menyerah begitu saja . _ _ _ Tapi demi misi malam itu , dia menelan harga dirinya dan dengan sengaja merendahkannya _ _ _ _ dirinya sendiri .
â Tuan Muda Mendoza ? ! Seru Leslie , sangat terkejut sehingga dia berdiri terpaku di tempat . _ _ Mata Ha r vey menyusut sedikit . _ _ _ dia adalah terkesan Seorang pria dengan ambisi besar tidak peduli dengan detail . _ _ Untuk mencapai tujuan itu , Edwin p un rela menunjukkan kerendahan hati . Harvey cukup terkejut dengan pergantian peristiwa tersebut . _ _ Faktanya , dia yakin bahwa pertarungan ituâ _ _ _ _ akan pecah . _ _ â Oh ? Tuan Muda Mendoza yang terkasih , bagaimana Anda bisa berlutut seperti itu ? _ â
â Bukankah kamu bertingkah tinggi dan perkasa di depanku barusan ? _ _ _ _ _ â
â Bukankah kau menyuruhku menembak wajahmu ? _ _ _ _ _ _ _ ! â
â Kenapa kamu menyerah sekarang ? _ _ ! â
Louis mengangkat rahang Edwin , senjata api di tangannya . )
â Aku sudah muak dengan wajahmu sejak lama ! _ _ _ _ _ teriaknya , wajahnya melambangkan cemoo han dan kebencian . _ _ _ _ _ darv e â Kamu bertingkah seperti kamu di atas semua orang hanya karena kakakmu mendukungmu ! _ _ _ _
Apakah Anda benar â benar berpikir bahwa Anda adalah jagoan ? ! â
â Di mataku , kamu bukan siapa â siapa ! _ â
â Kamu punya nyali untuk pamer tentang menjadi Raja Senjata setelah terdaftar di Kamp Pedang sela ma tiga tahun penuh ? _ _ _ _ _ _ ! â
â Kesal ! _ â
â Hanya kamu ? ! â
Louis kemudian meludahi wajah Edwin , dan melihatnya menetes perlahan ke pipinya dengan penuh k epuasan . _ _ _ _ _ Edwin mengertakkan gigi dan tetap diam menghadapi perlakuan buruk Louis , tidak mengintip sedikit p un . _ _ _ _ _ Namun , tatapannya semakin dingin setiap detik . _ _ _ Harvey bermaksud untuk melihat seberapa jauh Edwin bisa melangkah tanpa menyerang . _ Pada saa t ini , dia hanya melihat semuanya berlalu dengan mata sedikit menyipit . _ adalah untuk â Kau tidak sopan , Louis ! _ _ â
Leslie dengan panik mengeluarkan beberapa tisu untuk membersihkan Edwin . _ â Apa yang kamu coba lakukan ? _ â
â Tuan Muda Mendoza sudah berlutut , hanya _ _ seperti yang Anda minta ! Apa lagi yang Anda inginkan ? ! â
â Apakah kamu benar â benar berencana untuk melawan kami ? â
â Melawanmu ? _ _ ! â
Louis mengarahkan senjatanya tepat ke wajah Leslie . _ _ _ Tidak ada keraguan dalam gerakannya . _ _ â Apakah Anda pikir saya tidak bisa ? _ ! â
â Cukup ! â
Kaitlyn , yang telah menonton pertunjukan itu , angkat bicara tepat sebelum Louis menyerang . _ _ â Tidak perlu menghina Tuan Muda Mendoza seperti itu , Louis . _ _ _ _ Dia masih seorang pria yang te â Meskipun kami bekerja untuk orang yang berbeda , bukan berarti kami harus mengarahkan senjata ke Next Chapter